
Itulah ungkapan hati dewan guru yang disampaikan kepala Asrama Santri Putra, Ust. Muhlisin Ibnu Muhtarom dihadapan seluruh santri putra dan putri pada malam Jum’at, 25 Maret 2010. Ya, malam Jum’at yang berkah itu tampak lebih syahdu dengan progam yang digagas oleh Bagian Keamanan Pesantren yang dimotori Ust. Muhammad Nurrahman Archamuni. Apa gerangan yang terjdi?
Tepat seusai sholat Isya berjama’ah, dzikir, sholat ba’diyyah dan sholat Ghaib yang diumumkan dalam bahasa Inggris oleh Bagian Penerangan, tampil di depan seluruh pelajar pesantren Ust. Mu’allim Fajri Rustam memberikan motivasi pentingnya penguasaan Bahasa Asing bagi para santri. “Banyak para wali santri yang datang ke pesantren ini dan berharap bahwa putra-putrinya akan mampu menguasai dua bahasa asing yang penting yaitu Arab dan Inggris!” ujar alumni TMI Darunnajah Cipining angkatan VII/2000 tersebut. Ustadz asal Kalimantan Barat ini juga menginformasikan agenda Pekan Olah Raga dan Seni Pesantren Daerah (POSPEDA) yang akan digelar di Bandung awal Mei mendatang. “Kita do’akan beberapa santri yang akan ikut tanding dalam Pospeda agar mendapat kemenangan dan bisa mewaikil Jawa Barat ikut POSPENAS di Jawa Timur pada bulan Juli 2010!” ungkap salah-satu pengurus Lembaga Pengembangan Potensi Santri (LP2S) ini mantap.
Selanjutnya, Ust. Muhammad Nurrohman Archamuni ambil giliran untuk menyampaikan daftar pelanggaran disiplin pesantren. Beberapa nama santri senior disebut dan segera diminta berdiri di shaf terdepan menghadap teman-temannya. Ust. Nurrahman juga membacakan ‘rekor’ santri dengan pelanggaran terbanyak untuk masing-masing kelas. “Kami berijtihad mudah-mudahan dengan tambih/peringatan ini akan dapat mengurangi pelanggaran disiplin pesantren. Kami ikhlas melakukan tambih ini, Demi Allah kami tidak ada niatan memperlakukan kalian, namun ini justru untuk kebaikan di masa mendatang!” ungkap alumni TMI Darunnajah Cipining 2005 ini mengharukan segenap santri, terutama yang melanggar dan diberi peringatan pada malam mulia itu.

Agenda Tambih ini diakhiri dengan renungan oleh kepala Asrama Santri Putra, ” Rasulullah bersabda; ketika kita melakukan maksiat maka ada satu titi hitam melekat di hati kita, jika semakin banyak maksiat yang kita lakukan maka hati kita yang tadinya putih bersinar akan menjadi hitam legam dan akhirnya menjadi hati yang mati dan tidak tercerahkan dengan hidayah kebenaran!” ujarnya sebelum memimpin do’a muhasabah. Dalam berdo’a terdengar beberapa santri terisak. Setelah do’a, seluruh asatidz yang hadir segera berdiri dan menyalami sambil memeluk dan mendo’akan satu-persatu para santri yang sedang mendapatkan tambih tersebut. Suasana terasa begitu syahdu dan mengharukan. Semoga Allah menyayangi kita semua, amin!. (WARDAN/Mr.MIM)




