Menu

Mutiara Hikmah, Tawadhu’ Dapat Membunuh Sifat Sombongan, Oleh Ustadz Harir Rijal

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Menganggap diri paling benar dan selalu benar adalah kesombongan. Apa yang tidak sependapat dengan kita adalah salah. Sifat itu sangat mungkin terjadi pada diri kita disebabkan karena keterbatasan ilmu dan pengalaman yang kita miliki.

Padahal, seperti kata orang, di atas langit masih ada langit. Semakin luas ilmu dan pengalaman seseorang semakin tidak mudah ia menyalahkan orang lain. Ego yang ditinggikan akan mendangkalkan pengetahuan serta memperpendek cara berpikir serta memperluas pintu untuk setan masuk ke hati.

Jika terbersit rasa “saya lebih pantas dipuji, saya lebih bagus, saya lebih baik”, maka saat itu harusnya kita wasapadai, karena itu mulai timbul benih kesombongan dalam hati. Jika kesombongan itu mulai timbul, maka cegahlah dengan tawadhu, karena tawadhu tidak bisa bersatu dengan kesombongan, tawadhu bisa membunuh kesombongan.

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor

Biografi Maulana Malik Ibrahim (1404-1419 M)

Maulana Malik Ibrahim rah.a putra dari Syekh Jumadil Kubra (Maulana Akbar)[1]. Pada umumnya, silsilah Maulana Malik Ibrahim dianggap termasuk keturunan Rasulullah SAW, Meskipun masih terjadi