Menganggap diri paling benar dan selalu benar adalah kesombongan. Apa yang tidak sependapat dengan kita adalah salah. Sifat itu sangat mungkin terjadi pada diri kita disebabkan karena keterbatasan ilmu dan pengalaman yang kita miliki.

Padahal, seperti kata orang, di atas langit masih ada langit. Semakin luas ilmu dan pengalaman seseorang semakin tidak mudah ia menyalahkan orang lain. Ego yang ditinggikan akan mendangkalkan pengetahuan serta memperpendek cara berpikir serta memperluas pintu untuk setan masuk ke hati.

Jika terbersit rasa “saya lebih pantas dipuji, saya lebih bagus, saya lebih baik”, maka saat itu harusnya kita wasapadai, karena itu mulai timbul benih kesombongan dalam hati. Jika kesombongan itu mulai timbul, maka cegahlah dengan tawadhu, karena tawadhu tidak bisa bersatu dengan kesombongan, tawadhu bisa membunuh kesombongan.