Sebuah mimbar penghafal Quran berdiri kokoh di Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Musabaqoh Hifdzil Qur’an 2025 bukan sekadar ajang lomba hafalan, melainkan cermin bagaimana generasi muda mempertahankan warisan spiritual di tengah arus modernitas. Pada 26-27 Desember 2025, 327 santri Tahfidzul Qur’an membuktikan bahwa menghafal kitab suci adalah jihad tersendiri. Kompetisi ini mengukur sekaligus menyulut semangat mereka untuk terus memelihara hafalan yang telah dirajut dengan pengorbanan waktu dan tenaga.
Divisi Tahfidzul Qur’an Putri Masa Amanah 2025-2026 menyelenggarakan lomba dengan format bertingkat yang menantang. Santri kelas 1 hingga 5 Tarbiyatul Mu’allimin wal Mu’allimaat al-Islamiyah (TMI) berkompetisi dalam empat kategori: 3 juz untuk pemula, 3 juz lanjutan, 5 juz, dan 10 juz. Sistem seleksi ketat dimulai dari babak awal, menyaring peserta menjadi lima terbaik per kategori untuk semifinal. 
Perfotoan bersama para Pemenang lomba Mhusabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) Putri 2025Aula Kampus 1 dan Masjid Bawah Pesantren Darunnajah 2 menjadi saksi bagaimana para penghafal Quran menguji ketangguhan ingatan mereka. Sistem tanya jawab per kategori menuntut kesiapan mental dan spiritual yang matang. Khalila Zairatul meraih juara pertama kategori 3 juz pemula, disusul Raisya Zahra dan Khudzaifah Nabila. Pada kategori 3 juz lanjutan, Andhita Alviena memimpin, diikuti Bilqis Shafa dan Andhiya Khairunnisa. Jasmin Mumtaz menjadi yang terbaik di kategori 5 juz, sementara Humaira Nur mendominasi kategori 10 juz.
Kompetisi semacam ini menjadi tolak ukur kualitas hafalan santri sekaligus motivasi untuk terus muroja’ah—mengulang hafalan agar tidak luntur. Kehadiran wali santri pada penutupan menambah makna istimewa, menunjukkan dukungan keluarga terhadap perjalanan spiritual anak-anak mereka. Respons para peserta sangat positif, semangat mereka menyala sepanjang pelaksanaan. Antusiasme ini membuktikan bahwa hafalan Quran bukan beban, melainkan investasi akhirat yang mereka jalani dengan penuh kesadaran dan kebanggaan.
Musabaqoh Hifdzil Qur’an mengajarkan nilai filosofis yang mendalam tentang konsistensi dan ketabahan. Menghafal ayat demi ayat adalah latihan disiplin pikiran sekaligus penjernihan hati dari kebisingan dunia. Para santri belajar bahwa kemenangan sejati bukan hanya trofi, tetapi kemampuan menjaga hafalan di tengah godaan lupa dan lalai. Kompetisi ini mengingatkan bahwa setiap huruf yang tersimpan dalam ingatan adalah cahaya yang akan menerangi jalan mereka kelak. Mari dukung generasi penghafal Quran agar warisan spiritual ini tak pernah padam di bumi nusantara.




