Move ON bisa disamakan dengan berhijrah, Move ON disini tidak harus didefinisikan seperti halnya pemuda pemudi yang sedang dimabuk cinta, lalu merasakan sakitnya patah hati, kemudian bertekad perlunya berpindah ke hati yang lain. Lebih dari itu Move ON sendiri bisa kita gunakan untuk menjelaskan usaha kita untuk berusaha berpindah dari hal yang buruk menuju ke hal yang lebih baik lagi.

Kita sebagai seorang muslim yang mukmin haruslah mulai Move ON atau berhijrah dari kekufuran menuju keimanan, berhijrah dari keburukan menuju kebaikan, berhijrah dari kegelapan menuju cahaya, berhijrah dari kemaksiatan menuju kemaslahatan .

Hijrah semestinya kita maknai dengan prinsip hidup yang benar dan seseorang dikatakan hijrah apabila ia telah memenuhi dua syarat, yaitu ada sesuatu yang ditinggalkan da nada sesuatu yang menjadi tujuan. Bukankah Rasulullah pun begitu?

Beliau dan sahabat-sahabatnya berhijrah dari kota Mekkah menuju Madinah untuk mempertahankan dan menegakkan risalah islam. Walau harus melawati banyak cobaan dan cercaan, Mengapa kita harus minder dengan kata-kata “sok alim” lah atau cemoohan lainnya? Karena dengan berhijrah hidup kita akan menjadi lebih baik lagi, bagaikan air jika terus menerus menggenang ia akan kotor, bau dan akan merusak dirinya sendiri, tapi sebaliknya air yang mengalir ia akan jernih, dan bagus kualitasnya. Maka bergeraklah, berpindahlah agar kita tidak merusak diri sendiri