Pondok Pesantren Darunnajah, bekerjasama dengan Kementerian Agama dan Yayasan Pendidikan Al-Qur’an Hamad bin Khalid bin Ahmad Al Thani, Qatar, kembali mengadakan kompetisi internasional Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) Tingkat ASEAN. Acara yang pelaksanaannya menginjak tahun ke-5 ini diikuti oleh pesantren-pesantren se-Indonesia dan Asia Tenggara.

Seleksi MHQ ke-5 berlangsung di 14 wilayah se-Indonesia. Salah satunya di Bone, Sulawesi Selatan. Wilayah pemilihan meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.

Acara ini bertujuan untuk menumbuhkan dan memacu semangat menghafal Al-Qur’an di masyarakat dan lembaga-lembaga pendidikan Islam. Selain itu MHQ dapat menjalin ukhuwah Islamiyah antar pesantren di Indonesia dan beberapa Negara ASEAN.

Pendaftaran Seleksi MHQ wilayah Sulawesi telah dibuka mulai 10 April-15 Juli 2019. Sementara acaranya berlangsung pada 16-18 Juli 2019, bertempat di Pondok Pesantren Pendidikan Islam Darul Abror, Bone, salah satu pesantren tahfidz di pulau Sulawesi. Pesantren ini didirikan dan dipimpin oleh Dr.KH. Muttaqin Said MA

Adapun jadwal seleksi MHQ di Bone sebagai berikut :

Selasa, 16 Juli 2019 : Check in dan verifikasi berkas
Rabu, 17 Juli 2019 : Lomba MHQ,
Kamis, 18 Juli 2019 : lanjutan lomba bila belum selesai di hari Rabu, Malamnya penutupan dan pengumuman.

Sedangkan kategori yang diperlombakan adalah golongan 30 juz, 25 juz, 20 juz, 20 juz, 15 juz, 10 juz, dan 5 juz baik putra maupun putri. Sampai berita ini dimuat, (11/7) jumlah pendaftar putra mencapai 37 orang, sedangkan putri sekitar 28 peserta. Jumlah keseluruhan adalah 65 orang. Jumlah ini masih bisa bertambah mengingat panitia belum menutup pendaftaran.

Bagi peserta yang berasal dari luar Sulawesi dapat menuju pesantren Darul Abror Bone dengan menggunakan pesawat tujuan Bandara Sultan Hasanuddin. Dilanjutkan dengan angkutan penjemput yang akan mengantarkan peserta ke pesantren tujuan.

Ketentuan pada MHQ ini memuat bidang tahfidz, bidang tajwid, serta bidang fashahah dan adab. Isyarat atau tanda yang digunakan terdiri dari bel atau palu.

Bunyi 2 kali pertama adalah tanda persiapan peserta dan memulai pertanyaan pertama. Adapun bunyi 1 kali sebagai peringatan, apabila terjadi kesalahan.

Bunyi 3 kali sebagai tanda selesai satu pertanyaan dan selanjuntnya pindah pada soal berikutnya. Dan apabila bel atau palu dibunyikan 4 kali menandakan semua pertanyaan atau waktu habis.

Setelah diterima di Pondok Pesantren Darul Abror Bone, peserta yang lolos berhak mengikuti MHQ tingkat nasional dan ASEAN. Kriteria finalis adalah peserta terbaik pertama yang mendapat total nilai tertinggi (70-100) pada seleksi musabaqoh pada setiap golongan, baik putra maupun putri. Sementara pemenang 1, 2, dan 3 mendapatkan piagam penghargaan.

Pelaksanaan final MHQ ke-5 ini berlangsung di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, pada bulan Oktober 2019. Dihadiri oleh finalis dari setiap regional se-Indonesia dan juga negara-negara ASEAN. Turut serta dalam acara ini para hafizh ¬†Qur’an dari Srilangka.

 

 

 

 Jadwal Seleksi MHQ ke-5 yang berlangsung di 14 wilayah se-Indonesia.