Mengenal Rahasia Binatang : Nyamuk

blank

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Surat Al-Baqoroh Ayat 26:a href=”http://darunnajah.com/wp-content/uploads/2011/04/nyamuk20belang_dbd1.jpg”>img class=”alignleft size-medium wp-image-1035″ title=”nyamuk20belang_dbd1″ src=”http://darunnajah3.com/wp-content/uploads/2011/04/nyamuk20belang_dbd1-300×216.jpg” alt=”” width=”300″ height=”216″ />/a>

Artinya: Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?.” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allahstrong>sup>[34]/sup>/strong>, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, (QS:Al-Baqoroh : 26)

Kata “Ba’udhah” yang berarti nyamuk disebut 1 kali dalam Al-Quran (QS.Al-Baqoroh: 26). Dalam ayat ini dijelaskan Allah SWT tidak malu menciptakan nyamuk dan yang lebih kecil lagi dari nyamuk.

Ayat ini adalah jawaban untuk orang munafik dan kafir yang mempertanyakan;  mengapa Allah SWT menciptakan lalat dan laba-laba? Dan untuk apa Allah SWT menciptakan hewan yang kecil itu?

Pertanyaan itu dijawab dengan ayat ini sebagai bukti kekuasaan Allah SWT bisa menciptakan makhluk yang lebih kecil dari laba-laba atau lalat. Sementara berhala-berhala yang mereka sembah tidak bisa menciptakan makhluk serupa.

Nyamuk diabadikan dalam Al-Quran karana ada keistimewaan tertentu yang dimilikinya. Nyamuk justru hidup kalau perunya kosong. Sebaliknya kalau perutnya terisi penuh akan mati.

Nyamuk menghisap darah manusia dan hewan. Nyamuk juga bisa menularkan penyakit melakui gigitannya. Saat menggigit, nyamuk memindahkan cairan dalam tubuhnya ke dalam sel darah manusia atau hewan yang digigitnya. Setelah mengeluarkan cairan tubuhnya, nyamuk menghisap darah manusia atau hewan yang digigitnya.

Dengan perumpamaan nyamuk, Allah SWT ingin berpesan kepada manusia:

1)       Tidak selamanya perut yang kosong akan berakibat kematian, contohnya puasa, meski orang yang berpuasa perutnya lapar tapi kelaparan orang yang berpuasa tidak akan mengakibatkan kematian. Puasa justru membuat orang sehat.

2)       Orang yang hidupnya untuk mencari kenikmatan dunianya saja, apalagi memakan hasil keringat orang lain secara tidak sah, seperti nyamuk yang menghisap darah, sesungguhnya tanpa disadari mereka mendekatkan dirinya kepada kematian (QS. Al-An’aam:33)

Sumber: Buku Sketsa Tafsir Al-Quran : Mengenal Tafsir Hayawan

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Serang Banten

Detik-detik melepas K.H. Saifuddin Arief

KH. Saifuddin Arief, SH.MHKH. Saifuddin Arief, SH.MHKH. Saifuddin Arief, SH.MHKH. Saifuddin Arief Memotivasi Santri Untuk BerprestasiDokumentasi Pemakaman K.H. Saifuddin Arief, S.H., M.HKalimat Takziah K.H. Nasir