Menu

memperkuat hafalan santriwati Tahfidzul Qur’an dengan sima’an

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

 

آفَةُ العِلْمِ النِّسْياَنُ

“Bencananya ilmu adalah lupa”

penghafal al-quran
penghafal al-quran

Makhfudzot ini menjelaskan bahwa lupa adalah bencana dari segala ilmu maka berbagai cara dilakukan tuk menghindarinya. Mulai dari mencatat apa yang telah di hafal dan mengistiqomahkannya hafalan tersebut.

Hal inilah yang dilakukan oleh santriwati Tahfidzul Qur’an. Mereka menguatkan hafalannya dengan cara takrir(mengulang) yang disaksikan oleh anggota tahfidz yang lainnya.  Teknisnya adalah salah satu dari mereka akan mengulang hafalan didepan para anggota tahfidz yang lain, sesuai dengan yang sudah terjadwal.

Kegiatan ini berlangsung seminggu sekali setiap hari jum’at pagi selepas ta’lim bapak pimpinan KH,Jamhari Abdul Jalal Lc. Dimasjid jami’ kampus 1.

Kegiatan ini sudah menjadi tanggung jawab bagian PRESGIAT(pretasi dan kegiatan) dalam menunaikan program kerjanya, juga dapat membantu santri tahfidz dalam menjaga hafalannya.

Walaupun cuaca pagi ini begitu dingin namun tidak menyurutkan para penghafal Al-Qur’an ini dalam menjalankan agenda yang sudah terjadwalkan ini.

Dialah Nur Azizah santriwati kelas III MTS yang telah mengulang hafalannya sebanyak satu juz/ 10 lembar dalam sekali takrir.

“Kegiatan ini membuat saya mudah dalam menghafal dan saya juga bisa mengukur kemampuan saya dalam mengulang hafalan yang telah saya hafal, dan memotivasi saya dalam menghafal karna setiap bulannya diadakan penghargaan plakat bagi mereka yang menghafal terbanyak selama satu bulan. Dan itu merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya dan semoga menjadi motivasi mereka dalam menghafal juga” ujar Nur Azizah.

 

(Ummu Hurairoh)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait