Perumpamaan yang tepat untuk menggambarkan Gontor adalah seperti Syajarah Thayyibah (pohon yang baik).

Yang di dalam Al-Qur’an surah Ibrahim (14): 24-25 dijelaskan ciri-cirinya; mempunyai akar yang kokoh menghunjam ke dalam tanah, cabangnya menjulang tinggi ke angkasa serta memberikan buah (manfaat) bagi masyarakat sepanjang masa.

Pondok Modern Gontor

Pondok Modern Gontor

أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلٗا كَلِمَةٗ طَيِّبَةٗ كَشَجَرَةٖ طَيِّبَةٍ أَصۡلُهَا ثَابِتٞ وَفَرۡعُهَا فِي ٱلسَّمَآءِ تُؤۡتِيٓ أُكُلَهَا كُلَّ حِينِۢ بِإِذۡنِ رَبِّهَاۗ وَيَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ

(24) Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,

(25)  Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.

(QS. Ibrahim (14): 24-25)

Para mufassir menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kalimat thayyibah dalam ayat diatas adalah kalimat tauhid, ucapan laa illaha illallah (tiada tuhan selain Allah).

Apabila aqidah telah menancap kuat didalam sanubari seseorang, maka iman tersebut akan menjadi motor penggerak kebaikan.

Demikian pula Gontor, yang batang, dahan hingga rangting-rantingnya terus berkembang semakin kokoh, besar dan banyak, juga memberikan buah (para alumninya) setiap saat kepada masyarakat adalah seperti sebuah pohon yang baik.

Sebagai pohon yang besar dan kuat, tetu Gontor mempunyai akar yang menghunjam dan prinsip ke dasar tanah, akar-akar tersebut adalah nilai-nilai bagi semua gerak-geriknya.

Begitulah penjelasan singkat mengenai filosofis Pendidikan Gontor yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Suharto, M.Pd.I selaku Kepala Pengasuhan Mondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 dalam sambutannya ketika pertemuan dengan pesantren Darunnajah 2 Cipining.

Pertemuan sekaligus perkenlaan itu berlangsung hangat dan lancar. Ustadz Kamilin Asmu’i tampil sebagai perwakilan rombongan Darunnajah.

Beliau menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan rombongan dengan sangat jelas, padat dan tepat.

Seringkali diselingi dengan candaan, karena kedekatan Pondok Modern Darussalam Gontor dengan Pesantren Darunnajah, bagaikan Ibu dan Anak yang selalu mendukung dan mengayomi atas berjalannya pendidikan di pesantren.

Bukan hanya Pesantren Darunnajah 2 Cipining saja, tetapi juga ada Pesantren Al-Izzah Malang, juga sedang mengadakan kunjungan yang sama.

Rihlah Munadzomah di Pertemuan 1 (11)

Rihlah Munadzomah di Pertemuan 1 (11)

Keadaan aula yang terisi penuh oleh dua rombongan ini, terlihat hidup dengan besarnya antusias para santri yang terus memperhatikan beberapa video perkenalan serta penjelasan filosofis pendidikan dan sejarah berdirinya Pondok Modern Darussalam Gontor secara langsung.

Terakhir adalah sesi perkenalan oleh Pengurus Oranisasi yang akan menemani perjalanan obsevasi (penelitian) para santri.

Kedatangan rombongan bertepatan dengan kegiatan Amaliyah Tadris (praktik mengajar) Santri Kelas 6 KMI. (WARDAN/Mbafer)