Menu

Macam-macam Fobia pada Anak dan cara mengatasinya

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Beberapa macam fobia yang menyerang anak-anak antara lain:
1. Ketakutan (fobia) terhadap lingkungan sosial
Banyak anak yang menjadi enggan berinteraksi dengan lingkungan sosialnya dikarenakan sebelumnya ia pernah mempunyai pengalaman yang tidak menyenangkan dengan seseorang atau beberapa orang yang dihadapinya. Misalnya, anak pernah berinteraksi dengan seseorang atau beberapa orang yang berkarakter pemarah dan suka menertawakan. Orang-orang seperti itu membuat anak takut dan minder.
2. Ketakutan (fobia) terhadap benda-benda tertentu
Banyak anak yang begitu histeris ketika dihadapkan pada suatu benda, misalnya balon, penggaris, gunting kuku, topeng, bulu ayam, boneka, atau lonceng. Beberapa anak-anak penderita fobia terhadap benda-benda tertentu akan menangis, berteriak kencang, pingsan, bahkan kejang jika ia tetap dipaksa untuk berhadapan dengan benda-benda yang membuatnya takut tersebut. Padahal jika dilihat oleh orang normal, benda-benda seperti itu bukanlah benda yang menakutkan untuk dilihat dan sama sekali tidak berbahaya untuk disentuh. Hanya, penderita ketakutan luar biasa inilah yang menjadikan benda-benda tersebut tak ubahnya hantu yang sangat menakutkan.
3. Ketakutan (fobia) terhadap kondisi tertentu
Kondisi tertentu seperti ruang gelap, lampu yang terang benderang, suhu yang dingin, ruangan yang pengap, petir, hujan, banjir, angin dan ombak bisa membuat anak menderita ketakuatan yang luar biasa. Banyak anak yang menolak dan lebih memilih menangis sejadi-jadinya ketika lampu kamarnya harus dimatikan saat ia tidur. Dalam bayangannya, kegelapan adalah sesuatu yang sangat menakutkan. .
4. Ketakutan (fobia) terhadap hewan-hewan tertentu
Hewan-hewan tertentu yang biasanya tidak menakutkan bagi sebagian anak, bisa menjadi sesuatu yang sangat menakutkan untuk sebagian anak yang menderiat fobia. Ada anak yang begitu takutnya terhadap kucing, anjing, cicak, kodok, kepiting, atau bahkan takut pada monyet yang sebenarnya lucu dan tidak berbahaya. Tidak heran jika beberapa anak penderita fobia sangat enggan mengunjungi kebun binatang yang di dalamnya terdapat binatang-binatang yang ia takutkan.
Tips Mengatasi Fobia (Ketakutan Berlebih) Pada Anak
Sebagai orangtua yang bijak, Anda dianjurkan untuk mengawasi perkembangan fobia anak Anda dari waktu ke waktu. Jangan menunggu sampai kondisi fobianya parah. Lakukan beberapa tips dibawah ini untuk mengatasi fobia yang dialami anak Anda:
• Hindari memarahi anak dan memaksanya untuk menghadapi apa yang ia takutkan
Jangan sekali-kali Anda memarahi anak Anda hanya karena reaksi ketakutannya berlebihan. Semakin Anda memarahinya, semakin timbul bentuk-bentuk fobia baru di dalam kejiwaannya. Salah-salah, kemarahan Anda kepadanya justru akan menambah frustasi anak Anda.
• Dampingi anak menghadapi ketakutan-ketakutannya
Bila Anda ingin anak Anda terbebas dari belenggu ketakutannya, maka Anda harus bersabar dan bersedia mendampinginya ketika berhadapan dengan sesuatu yang ditakutinya. Jangan biarkan anak Anda merasakan stress yang luar biasa seorang diri. Bantu ia untuk membangkitkan keberaniannya bersama Anda di sisinya.
• Ceritakan bahwa ada sesuatu yang baik dari apa yang ditakutinya
Anak yang fobia terhadap sesuatu pasti telah lebih dulu menyatakan bahwa apa yang ditakutkannya itu adalah jahat dan mengerikan. Ajari ia untuk keluar dari pola pikir yang seperti itu.
• Konsisten dalam memantau perkembangan keberanian anak
Ketika perlahan-lahan keberanian anak Anda mulai timbul dari apa yang ia takutkan, jangan buru-buru Anda lepas tangan dan menganggap anak Anda sidah tidak takut lagi. Sisa-sisa ketakutan itu akan masih tersimpan di dalam ruang ingatannya. Jika Anda lengah dalam membimbing dan mendampinginya, maka sisa-siasa ketakutan itu berpotensi untuk berkembang menjadi ketakutan yang luar biasa seperti sediakala. Jadi pemantauan yang konsisten untuk fobia anak akan membantu anak Anda terbebas dari belenggu ketakutannya.

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 Cidokom Bogor

Hidden Curriculum Sistem Muallimin (TMI) Darunnajah

Sebagai lembaga pendidikan pesantren berbasis sistem Muallimin, pemahaman sepenuhnya akan kelebihan kurikulum TMI (Tarbiyatul Muallimin/Muallimat Al Islamiyah) yang menjadi core curriculum dari pendidikan pondok harus