Lima Goal Vien-Chen Antar Ke Final

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Laporan Dasment. Setelah manklukkan lawan-lawannya pada babak perdelapan final, SMANEL B melumat tuan rumah 7:1, dan SMUN Parung The Mustang gunduli MA Sahid dengan hasil 8:5, keduanya bertemu di semi final.

Awal-awal babak dua team bermain dengan cukup hati-hati, mereka saling mengukur kekuatan lawan. Hanya sesekali saja keduanya melancarkan serangan. Dengan mengandalkan serangan balik cepat, SMANEL di menit ke 3’ membuka asa, para supporterpun terus bersorak “terus-terus, langsung tendang”, ah….. tapi sayang bola masih meninggi tipis sekian mili saja di atas mistar gawang.

Riuh-rentak 2.000 penonton yang memadati tribun stadion kebanggaan DNC sambil meneriaki jagoan masing-masing makin menambah meriah dan memacu adrenaline pemain.

True pass, long pass yang dilancarkan kedua team menjadi indah dan enak untuk semakin tidak meninggalkan lapangan.

Perjuangan keras SMANEL dengan melancarkan serangan bertubi-tubi akhirnya membuahkan hasil. Pada menit ke sepuluh, setelah mendapatkan umpan terukur dari kawannya Vien-Chen dengan sigap dan cermat mampu sarangkan bola ke gawang lawan. Gol…..gol….gol…., berhamburan supporter pendukung kerumuni sang eksekutor.

Dengan gaya khasnya, Vien-Chen rayakan kemenangan sementara, berhenti sejenak depan gawang lawan, mengangkat kedua tangan, tengadahkan kepala seraya senyum dan jatuhkan badan bersujud syukur. Satu kosong kedudukan sementara.

Nampaknya perjalanan SMANEL ke final akan semakin mudah dengan hadirnya gol-gol yang diberondongkan Vien-Chen pada menit ke 11, 13, 15, 17. Permainan seakan tidak berimbang.

Pada babak pertama, SMUN Parung hanya mampu menyarangkan satu gol saja ke gawang SMANEL. Kondisi ini akan semakin sulit, mereka minimal harus menyamakan kedudukan jika ingin menjaga peluang melaju final.

Penonton bukan malah boring melihat pertandingan yang seakan tidak berimbang ini dan lantas pergi, makin sore makin banyak berduyun-duyun dan berbondong menjejali sesaknya trbun Gelora DNC. “Dukung yang menang, dukung yang menang”, “Hibur yang kalah, semangat yang kalah”. Begitulah yel-yelnya sepanjang pertandingan.

Benar saja, entah perubahan strategi yang diterapkan kubu The Mustang atau terpicu sorak-sorai penonton, mereka sangat taktis dan efisien. Umpan-umpannya dari setiap pergerakannya tidak secanggung babak pertama, man to man marking yang diperagakanpun mampu meredam setiap serangan yang datang. One two kedua pemain depannya cukup solid, dibantu dengan penyangga dan penyuplay lainnya kian memanjakan.

Akhirnya melalui kerjasama solid antarpemainnya, mereka mampu membuka peluang pada menit-menit pertama di babak ke dua menjadi sebuah gol. 2:5 kedudukan sementara untuk The Mustang.

Seakan terhipnotis, SMANEL kepayahan meladeni strategi total football The Mustang, lagi-lagi mereka kebobolan pada menit-menit selanjutnya, memaksa kedudukan menjadi 4:5.

Dengan situasi yang krusial ini, akhirnya Coach SMANEL kembali menurunkan The Vien-Chen Goal untuk menambah daya gedor. Benar saja, strategi jitu pelatih mampu membuahkan hasil, di menit 36 ia kirimkan umpan matang ke nomor punggung 16 dan daasss……gol. Merubah kembali kedudukan menjadi 6:4.

Menit-menit rawan cukup bisa dimanfaatkan The Mustang, dengan sisa tenaga, karena pemain andalnya cidera dan dipaksa keluar tidak bermain lagi, mereka mampu melesakkan gol di menit 38.

Priiiii……iiit, peluit panjang dibunyikan, tanda usai babak kedua. Akhirnya SMANEL melaju ke final susah payah dengan sekor tipis 6:5. The Mustang tertunduk lesu tinggalkan arena pertandingan. [Wardan/Mr. Song]

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
TK Darunnajah Jakarta

Pentingnya Ilmu

Ilmu adalah cahaya yang menyinari disaat gelap menerpa. begitu pentingnya ilmu sampai ungkapan sahabat yang mengatakan ” JIka kamu menginginkan kebahagian dunia tuntulah ilmu, jika