Tak terasa masa yang kami tunggu telah tiba di hadapan kami, baru kemarin rasanya kami dilantik dan dikukuhkan menjadi Pengurus Organisasi Santri Darunnajah, meskipun ada dari sebagian masa itu dihabiskan secara online.
Awalnya, kami merasa sangat gugup, karena kami tak mengetahui apa yang harus kami lakukan terlebih ketika online dan mayoritas santri masih berada di rumah. Selain itu, kami juga merasa bangga, karena kami berjaya dapat duduk di kursi kepemimpinan ini, yang dimana dulunya kami masih menjadi anggota, dan terkagum melihat penampilan kakak kelas kami. Dulu kami hanya penonton yang duduk di tribun, menyaksikan satu persatu laporan masing-masing bagian, sekarang kamilah yang menjadi pelapor itu, hari ini kamilah yang duduk di podium dan melaporkan hasil kinerja kami selama satu periode ini.
Bertepat pada hari Selasa (25/01) laporan pertanggungjawaban kami dibacakan di depan Pimpinan, acara di mulai pada pukul 07.00 WIB dan berakhir pada pukul 12.00 WIB. Adapun sajian pertama yang disuguhkan adalah kalimat sepatah dua kata, sambutan dari Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, al-Ustadz Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., kemudian dilanjutkan dengan laporan pertanggungjawaban per bagian, adapun urutan pertama adalah Bagian Pengajaran Putra, Bagian Penggerak Bahasa Putra, dan Bagian Kursus Bahasa Putra, kemudian disambung dengan pidato dari Kiai Dedi (Hadiyanto Arief), beliau mengatakan,
الحقُ بلا نظامٍ يَغلبُه الباطلُ بنظامٍ
“Kebenaran yang tak terstruktur,
akan dikalahkan oleh kejahatan yang terstruktur”
Jika hal ini dikaitkan dengan kepemimpinan, maka pemimpin yang mengatur tanpa aturan, yang mengatur tidak terorganisir dengan baik akan dikalahkan oleh para pelanggar yang terorganisir. Maka, jika ingin kepemimpinan yang baik maka harus dibarengi dengan aturan yang baik dan terstruktur pula.

Setelah Kiai Dedi selesai berpidato, para tamu dipersilahkan untuk istirahat hingga pukul 10.00 WIB, kemudian dilanjutkan oleh Bagian Pers & Jurnalistik Putra, Bagian Informasi Putra, Bagian Perpustakaan Putra, dan Bagian Fotografi Putra. Setelah semua bagian melaporkan laporannya, acara ditutup dengan sepatah kalimat dari Kiai Sofwan, beliau berkata:
لقدْ جعلنَا إحسانَك عيثًا يا مَولاي
“Telah kami jadikan penghasilanmu sia-sia, wahai tuanku”
Pelajaran yang bisa diambil dari kalimat diatas adalah, jikalau sebuah organisasi telah diberi amanah, namun tidak menjalani hal tersebut dengan baik, maka amanah tersebut akan hilang maknanya dan tiada manfaatnya.
Adapun pada sesi malam yang dimulai pada pukul 20.15 WIB dan berakhir pada pukul 21.30 WIB. Adapun bagian yang melaporkan adalah Bagian Kebersihan Putra, Bagian Kesehatan Putra, dan Bagian Departemen Rumah Tangga Putra. Alhamdulillah, acara pada sesi pertama sukses besar dan acara pada malam pertama ini diakhiri dengan sebuah kutipan dari Kiai Dedi, beliau berkata:
سَيّدٌ القومِ خَادمُه
“Pemimpin sebuah kaum adalah pelayannya”
Adapun arti dari kutipan diatas adalah para pengurus sebenarya adalah para pelayan dari para santri yang ada, pengurus harus rela mengerahkan waktunya, tenaganya bahkan ilmunya untuk keberlangsungan tuannya, yakni para santri.
(Muhammad Thoriq Dzaki, 6A)




