Pondok Pesantren Darunnajah menggelar kegiatan Al-Qiyaadatu Bil Hubbi pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di Aula Al Ghazali. Kegiatan ini diikuti oleh santri kelas 5 dan 6 dengan jumlah peserta masing-masing 159 santri kelas 5 dan 183 santri kelas 6.
Acara ini dihadiri oleh Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., K.H. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs., dan Dr. Much Hasan Darojat. Kehadiran para pimpinan Darunnajah dan tamu kehormatan dari Qatar menjadi simbol penguatan hubungan pendidikan dan sosial antara Indonesia dan dunia internasional.

Dalam sambutannya, Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si. menyampaikan rasa hormat atas kehadiran Syaikh Abdul Aziz Abdul Rahman Al-Thani. Beliau menjelaskan bahwa Darunnajah merupakan lembaga pendidikan yang berfokus pada pembinaan agama, ilmu pengetahuan modern, serta karakter kepemimpinan, sekaligus berharap terjalin kerja sama dengan universitas-universitas di Qatar.
Syaikh Abdul Aziz Abdul Rahman Al-Thani dalam pemaparannya menyampaikan kebahagiaannya atas hubungan sosial dengan Indonesia yang telah terjalin selama lebih dari 30 tahun. Beliau menekankan pentingnya mempelajari kepemimpinan yang meneladani Rasulullah SAW, khususnya kepemimpinan yang berlandaskan cinta, kasih sayang, dan keteladanan akhlak.
Beliau juga memaparkan hasil penelitian kepemimpinannya terhadap lima tokoh, yakni Rasulullah SAW, Umar bin Khattab, Umar bin Abdul Aziz, Syekh Jasim, dan Syekh Hamad. Menurutnya, hanya Rasulullah SAW yang memiliki seluruh unsur kepemimpinan secara sempurna, termasuk sifat memaafkan, membantu, dan memuliakan orang-orang yang lebih dahulu berjuang dalam Islam.
Dalam pemaparannya, Syaikh Abdul Aziz menjelaskan lima ciri utama pemimpin, yaitu memiliki cita-cita luhur, visi yang terencana, inisiatif dan semangat, nilai serta keterampilan, serta kesungguhan dalam meraih kesuksesan. Beliau juga menyampaikan dua nasihat emas, yakni pentingnya menjadi pemimpin yang takut kepada Allah SWT dan membangun pergaulan dengan orang-orang yang memiliki cita-cita tinggi.

Acara ditutup dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dari rombongan tamu serta serah terima hadiah dan kenang-kenangan sebagai simbol ukhuwah dan keberkahan kerja sama.




