Search
Close this search box.
blank

Kunjungan Komjen Pol. (Purn.) Syafruddin Kambo ke Pesantren Darunnajah

Kunjungan Komjen Pol. (Purn.) Syafruddin Kambo ke Pesantren Darunnajah

blank
Kunjungan Komjen Pol. (Purn.) Syafruddin Kambo ke Pesantren Darunnajah, Jakarta, Sabtu, (30/03/24). (Dok. DNPH/Anggia, Abul)

Pesantren Darunnajah Jakarta mendapatkan kunjungan dan silaturrahmi oleh Komjen Pol. (Purn.) Syafruddin Kambo, Ketua ASFA Foundation. Beliau tiba tepat pukul 17.10 WIB dan langsung menuju Gedung Olahraga Pesantren Darunnajah.

Kehadiran beliau disambut langsung oleh K.H. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs., Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, dan didampingi oleh para kepala Direktur Departemen Darunnajah.

Kunjungan Komjen Pol. (Purn.) Syafruddin Kambo kali ini adalah dalam rangka acara Buka Puasa Ramadhan 1445 H. Bersama, dihadiri oleh para santri dan guru TMI Darunnajah.

Menurut Kyai Dedi, hubungan akrab antara Komjen Syafruddin Kambo dan pesantren telah terjalin sejak lama.

Bahkan, saat beliau menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Kabinet Presiden Joko Widodo, beliau sudah pernah melakukan kunjungan ke Pesantren Darunnajah.

Kyai Dedi bahkan menyebut Komjen Pol. (Purn.) Syafruddin Kambo dengan panggilan “Kyai”, menegaskan kontribusi besar beliau terhadap lembaga pendidikan Islam seperti Pesantren Darunnajah.

“Saya ini memanggil beliau (Komjen Syafruddin) kyai,” ungkap Kyai Dedi.

Komjen Pol. (Purn.) Syafruddin Kambo dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya peran pesantren di Indonesia. Dengan jumlahnya yang mencapai lebih dari 40.000 pesantren dan sekitar 5 juta santri, pesantren menjadi penjaga kekayaan budaya dan pendidikan yang perlu dirawat di tengah masyarakat.

Beliau menyoroti keunggulan pesantren dalam hal penguasaan bahasa, di mana para santri tidak hanya menguasai bahasa Inggris, tetapi juga bahasa Arab. Ini merupakan aset penting dalam era globalisasi saat ini.

“Patut dibanggakan bahwa pesantren memiliki banyak keunggulan dari sekolah umum, salah satunya dalam hal bahasa, karena anak pesantren mempelajari dua bahasa asing, yaitu bahasa Arab dan Inggris, sedangkan di sekolah umum hanya mempelajari bahasa Inggris,” ujar Komjen Syarifuddin di hadapan para santri.

Selain memberikan semangat, Komjen Syarifruddin juga menyampaikan bahwa telah memberikan 50 beasiswa kepada mahasiswa Universitas Darunnajah.

Beliau juga merencanakan memberikan kesempatan kepada seluruh santri di Indonesia untuk belajar di luar negeri melalui beasiswa yang disediakan oleh ASFA Foundation. Namun, hal ini akan melalui serangkaian tes terlebih dahulu.

Beliau juga mengajak seluruh santri Darunnajah untuk bersiap-siap mengikuti tes beasiswa universitas luar negeri.

Sebagai contoh, beliau baru saja pulang dari Yordania dan Uni Emirat Arab untuk mengadakan kerjasama dengan beberapa universitas di sana, termasuk Universitas Muhammad bin Zayid di Uni Emirat Arab, yang menjadi salah satu universitas terbaik di dunia.

Tujuan dari kerjasama ini adalah memberikan kesempatan kepada santri untuk belajar di luar negeri, namun dengan syarat-syarat tertentu, antara lain memiliki nilai TOEFL bahasa Arab dan Inggris yang baik serta memiliki kecerdasan akademis yang sesuai.

Semoga dengan adanya Kolaborasi antara Pesantren Darunnajah dan ASFA Foundation, di bawah kepemimpinan langsung Komjen Pol. (Purn.) Syafruddin Kambo, menjadi momen yang berharga dalam memperkuat hubungan antar lembaga, sehingga acara ini dapat terlaksana.

 

Foto: Anggia, Abul
Reporter: Muhammad Nicko Alghifary Yuda, 6
Editor: Divisi Publikasi & Dokumentasi

Pendaftaran Siswa Baru Pesantren Darunnajah