Kunci Sabar
Menu

Kunci Sabar

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Tangerang//DN9

KUNCINYA SABAR!!!

Pada pertemuan terakhir kopdar Pengusaha Tanpa Riba di Bogor yang sekaligus kajian Fiqih Muamalah besama K.H Sidiq Al Jawi, ada salah seorang peserta bertanya ” Pa ustadz, upaya apa yang harus kita lakukan ketika kita sudah bertaubat dan berazam untuk bebas riba tetapi setelah itu banyak sekali ujian dan hambatan. Bahkan bukan lagi kembali ke titik nol melainkan yang terjadi adalah mulai dari minus. Terkadang ada saja godaan untuk kembali mengambil harta riba. Apa yang harus dilakukan?”

Jawaban yang sangat singkat disampaikan oleh ust. Sidiq yaitu kita diminta untuk BERSABAR. Iya…harus bersabar. Beliau menjelaskan pengertian sabar yaitu menahan diri dari apa yang kamu benci. Lebih jelasnya beliau memaparkan penjelasan Imam Al Ghazali tentang konsep bersabar, yaitu :

1. Sabar dalam ketaatan

Nafsu sering bertentangan dengan ketaatan, seperti rasa malas dalam shalat, sifat kikir dalam zakat, dan rasa malas serta kikir secara bersamaan, dalam haji dan jihad. Bersabar dalam taat, merupakan suatu perbuatan yang sangat berat dan sulit.

Seorang yang taat membutuhkan kesabaran dalam tiga hal: pertama, mengawali ibadah dengan rasa ikhlas, bersabar dari kotoran­-kotoran riya’, tipu daya setan dan tipu daya nafsu. Kedua, ketika beramal, atau di tengah-tengah melaksanakan ibadah, diperlukan kesabaran. Agar tidak malas untuk mewujudkan segala rukun dan sunnah-sunnahnya. Dan ketiga, setelah melaksanakan ibadah, la hendaknya bersabar untuk tidak menyebutkan dan menyebarluaskan amaliahnya, baik itu dengan. niatan riya’ ataupun agar didengar orang lain (sum’ah). Semua itu merupakan sikap yang sangat berat untuk mengalahkan nafsu.

2. Sabar menjauhi maksiat

Bersikap sabar terhadap maksiat lebih berat dan sulit lagi, apalagi terhadap maksiat yang sudah menjadi watak kebiasaan. Sebab, pasukan yang muncul untuk menghadapi dorongan-dorongan keagamaan di sini terdiri dari dua lapisan, yaitu pasukan hawa nafsu dan pasukan watak kebiasaan.

Bila keduanya dianggap sepele, maka yang dapat bersabar terhadap kebiasaan tersebut hanyalah orang yang berlaku benar. Maksiat lisan misalnya, mudah dan sepele, seperti ghibah, dusta, percekcokan, dan berbangga diri. Ini semua sangat membutuhkan ragam sabar yang paling tangguh.

3. Sabar ketika mendapatkan musibah

Kita harus bersabar ketika mendapatkan ketentuan dan ketetapan dari Allooh SWT, baik dan buruk datang dari Allooh. Contoh misalnya terjadi kecelakaan, maka orang yang tertimpa kecelakaan baik yang berasal dari tsunami, banjir, tanah longsor dan lainnya, harus bersabar.

Sudahkah Anda bersabar dalam meninggalkan salah satu maksiat dalam bisnis yaitu RIBA?

Semoga Allooh menjadikan kita semua sebagai hamba-Nya yang senantiasa istiqomah dalam menjalankan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan serta digolongkan menjadi orang2 yang bersabar.

Allah berfirman dalam surat Al-Anfâl ayat 46 yang terjemahannya : “Dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Tiga Tanda Kebahagian Seorang Muslim

Tidak ada satupun manusia di dunia ini kecuali dia sedang mencari dan mengharapkan suatu kebahagian, yaitu: “Kebahagiaan di dunia yang fana dan terlebih lagi kebahagian