Muqaddimah

Hidup yang kita jalani bukanlah sebuah kebetulan dan tanpa tujuan. Seorang Mu’min harus memahami bahwa proses yang dijalaninya di dunia ini, akan sangat menentukan hasil yang akan ia peroleh dalam jangka pendek, di dunia, terlebih lagi, jangka panjang di akherat kelak yang notabene hanya ada dua pilihan saja: kenikmatan surga atau kepedihan siksa neraka.

Berpijak dari pemahaman tersebut, maka kita harus selalu membangkitkan dan memotivasi diri dalam melaksanakan amal sholeh dalam pengertian yang seluas-luasnya. Mengapa demikian………? Karena……………

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. [1]

 

 

“Setiap aktifitas ada saat-saat semangat untuk terus-menerus melakukannya dan setiap semangat ada saat-saat lemahnya. Barang siapa yang lemah semangatnya kemudian mencontoh sunnahku, maka ia akan menang, dan barang siapa yang lemah semangatnya, kemudian tidak mengikuti sunnahku, maka ia akan celaka”[2]

 

 

العقيدة الصحيحة هي الدافع القوي إلى الأعمال النافعة

‘Aqidah yang benar merupakan motivator kuat untuk melakukan berbagai aktifitas yang bermanfaat’

Life is struggle, struggle is tired, but no rose without thorn

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

99 Kiat Memotivasi Diri dan Mengatasi Futur (Less Motivation)[3]

Kiat Mental

  • Cari manfaat perbuatan tersebut untuk anda
  • Inventarisir berbagai dampak negatif, jika anda tidak kerjakan
  • Baca buku-buku tentang motivasi
  • Tempel kata-kata penggugah semangat di tempat yang mudah dilihat
  • Visualisasikan tujuan anda
  • ‘Pecah’ tujuan anda dalam tujuan-tujuan kecil
  • Buat perencanaan harian
  • Jangan bandingkan diri anda dengan keberhasilan orang lain
  • Baca kisah-kisah para Nabi, Sahabat, ulama yang dapat menggugah semangat
  • Baca kisah-kisah orang sukses
  • Ikuti Pelatihan Motivasi
  • Biasakan berfikir bahwa: “Saya adalah orang yang bersemangat!”.
  • Biasakan berbahasa positif
  • Miliki semboyan” To day must be better than yesterday!”.
  • Beritahu rencana anda pada orang lain
  • Beralihlah ke pekerjaan-pekerjaan sepele
  • Mulailah dari yang paling mudah
  • Kerjakan dengan orang lain
  • Yakini bahwa anda orang sukses
  • Lakukan dua pekerjaan sekaligus
  • Yakini bahwa anda sudah terlambat
  • Yakini aktivitas anda penting
  • Ubah pekerjaan anda yang membosankan
  • Hindari mencari-cari alasan
  • Pergilah ke toko buku
  • Inventarisir kelebihan anda di masa lalu
  • Pakai Timer (pencatat waktu)
  • Ikuti organisasi tempat berkumpulnya orang-orang yang bersemangat tinggi
  • Proaktif (yakini bahwa anda bertanggung jawab terhadap diri anda sendiri)
  • Bekerjalah sesuai minat dan bakat anda
  • Minta orang lain memimpin anda (menjadi mentor anda)
  • Jangan mengharapkan hasil yang perfect (sempurna)
  • Jangan sering melakukan kegiatan yang mendesak
  • Hati-hati dengan waktu luang dintara dua waktu sibuk
  • Jangan terlalu sering memikirkan kekurangan anda
  • Jadikan kegagalan sebagai jalan meraih sukses
  • Jangan anggap masalah yang dihadapi sebagai masalah yang berat
  • Pecah pekerjaan besar menjadi pekerjaan kecil
  • Yakini bahwa Allah mencintai orang yang bersemangat
  • Adakan acara sumbang saran (brainstorming)

 

 


[1] .Q.S. 13:11.

[2] .H.R. Imam Ahmad

[3] .Satria Hadi Lubis, Beraktifitas dengan Semangat Membara: Burn Your Self,(Jakarta: Kreasi Cerdas Utama, 2003), cet. Pertama, hal.62-164.