Menu

Keutamaan Shalat Sunnah Tahajjud Dan Shalat Malam Lainnya

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Tulisan berikut ini adalah transkrip dari ceramah yang disampaikan oleh KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc di Pondok Pesantren Darunnajah Cipining Bogor. Dengan tema Keutamaan Shalat Sunnah Tahajjud Dan Shalat Malam Lainnya

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله رب العالمين ، الصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين وعلى آله وصحبه أجمعين ، أما بعد :

Alhamdulillah, pada hari ini kita bisa melanjutkan pengajian kita. Terima kasih kepada para kepala sekolah dan para guru yang telah berusaha agar program ini bisa berjalan dengan baik, barangkali nanti yang akan datang kami usulkan agar ketua-ketua kelas diberi kertas untuk mencatat yang tidak hadir, jumlah berapa, yang hadir berapa, yang tidak hadir berapa, yang tidak hadir siapa, serahkan kepada guru-guru atau kepala-kepala sekolah sehingga memudahkan kepala sekolah nanti untuk memberikan arahan-arahan kepada yang tidak hadir. Jadi, ini nanti yang akan datang usahakan ketua kelas atau yang mewakili diberi kertas supaya menulis orang-orang yang tidak hadir yang kemudian nanti serahkan kepada kepala-kepala sekolah atau para guru yang ada agar diproses untuk diberikan nasehat atau bimbingan kepada mereka yang tidak mengikuti pengajian.

Anak-anak sekalian, kita lanjutkan pengajian ini. Pada minggu yang lalu kita ada kegiatan halal bi halal di Nanggung sehingga hari Ahad itu kita tidak mengadakan pengajian. Sebenarnya hari ini juga pak kyai mendapatkan undangan pengajian Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia di Ciampea. Tapi rasanya ini lebih penting daripada sekedar pak kyai ikut ke sana sendiri, sedangkan di sini ada sekian banyak, sekian ratus anak-anak yang perlu belajar. Maka pak kyai tadi mengirim sms mohon maaf tidak bisa hadir pada pengajian di Ciampea tersebut.

Anak-anak sekalian, pada kesempatan yang lalu ustadz telah menyampaikan bahwa kegiatan-kegiatan yang sudah kita laksanakan di bulan Ramadhan cukup variatif dan volumenya juga cukup besar, maka hendaknya pada bulan-bulan setelah Ramadhan kita lanjutkan, sekalipun jenisnya tidak sama betul dengan apa yang kita lakukan di bulan Ramadhan itu dan dari sisi volumenya juga tidak sama betul dengan yang kita lakukan pada bulan Ramadhan tersebut. Antara lain seperti shalat yang sudah berulang kali disampaikan di sini. Bahkan di bulan Ramadhan pun kita juga mengkaji terus masalah shalat ini. Ternyata memang shalat itu tidak hanya sekedar shalat lima waktu, tetapi setiap saat itu ada shalat yang bisa kita lakukan. Itu tidak bisa kita lakukan kalau kita tidak tahu ilmunya. Maka perlu kiranya terus menerus disampaikan agar kita mengetahui betul apa saja shalat yang bisa dilakukan itu.

Anak-anak sekalian, pada kesempatan ini ustadz ingin menjelaskan shalat Tahajjud. Kita sering mendengar shalat Tahajjud. Di dalam al-Quran kita baca juga,

ومن الليل فتهجد به نافلة لك

“Sebagian dari malam, lakukanlah kamu shalat Tahajjud sebagai tambahan daripada shalat-shalat fardhu yang telah kamu lakukan.”

Pak kyai pernah menyampaikan bahwa nanti yang pertama kali akan diperiksa dari amal perbuatan manusia itu adalah shalat. Ketika shalatnya baik, sempurna, dan diterima semua, maka amalan-amalan lain pemeriksaannya tidak terlalu detail, dianggap yang lain sudah baik semua. Sebaliknya, ketika shalatnya diperiksa, ternyata banyak shalat-shalat yang tidak diterima, shalat-shalat yang tidak sempurna, yang banyak kekurangannya, yang cacat, maka malaikat diperintahkan untuk melihat shalat sunahnya,

انظروا في النوافل

“Coba lihat malaikat pada shalat sunahnya,”

Apakah seseorang tersebut melakukan shalat sunah atau tidak? Kalau dia melakukan shalat sunah, maka shalat sunahnya itu akan bisa menggantikan shalat-shalat fardhu yang tidak diterima atau kurang. Di dalam al-Quran juga Allah Swt. berfirman,

ومن الليل فتهجد به نافلة لك

“Sebagian dari malam – yang malam itu untuk istirahat – gunakan untuk shalat tahajud sebagai tambahan daripada shalat fardhu yang kamu lakukan.”

Anak-anak sekalian, shalat tahajjud ini adalah shalat yang dilakukan setelah tidur. Sekalipun kamu melakukan shalat itu jam 03 malam, tetapi kalau dari Isya’ – dari jam 07 malam – kamu tidak tidur sama sekali sampai jam 03 bahkan sampai jam 04 kemudian kamu melakukan shalat, namanya bukan shalat tahajjud. Jadi shalat tahajjud itu shalat setelah tidur malam. Shalat setelah tidur siang juga bukan shalat tahajjud. Misalnya, kamu jam 07 tidur, jam 09 bangun, kemudian kamu melakukan shalat, shalat itu sudah bisa dinamakan shalat tahajjud karena kamu sudah tidur sekalipun tidurnya tidak lama, hanya setengah jam. Kalau kamu sudah tidur, kemudian kamu melakukan shalat sunah, maka shalat sunah itu adalah shalat sunah tahajjud. Bagaimana kalau misalnya bangunnya sudah jam setelah lima, kemudian kita shalat sunah tahajjud dulu? Shalat tahajjud itu sampai tulu’ul fajri (sampai terbit fajar). Bukan berarti bangun jam 06, shalat dulu, tahajjud dulu. Itu waktunya sudah lewat. Jadi, kita lakukan setelah kita tidur sampai terbit fajar.

Shalat tahajjud itu berapa rakaat?

لا حد في ركعاتها

“Tidak ada batasan tertentu di dalam jumlah rakaatnya.”

Maksudnya, mau dua rakaat boleh, mau empat rakaat boleh, mau enam rakaat boleh, mau seratus rakaat pun asal kuat juga boleh. Jadi jumlah rakaatnya ini tidak ada batasan tertentu. Kamu melakukan empat puluh rakaat; dua rakaat salam, berdiri lagi, dua rakaat lagi, salam lagi, – masih kuat, berdiri lagi, – sampai misalnya dua puluh kali, boleh-boleh saja. Ada berapa rakaatnya? Tidak ada batas tertentu, sekuat kita. Kalau rakaat shalat witir kemarin berapa? Ganjil kalau tiga puluh satu boleh tidak? Tidak, sebelas saja. Sekalipun ganjil, lima belas juga tidak boleh. Lima belas ganjil, tujuh belas juga ganjil, tapi dibatasi hanya sebelas saja. Kalau tahajjud, tidak. Boleh berapa saja. Tahajjud dua saja boleh tidak? Boleh. Dua rakaat saja boleh. Empat rakaat juga boleh. Empat rakaat itu dua rakaat salam dua rakaat salam, boleh. Empat itu dua rakaat kemudian tahiyat awal tidak salam kemudian berdiri lagi seperti shalat Isya’, kalau sudah empat rakaat baru salam, boleh saja. Setelah dua rakaat kita tidak salam, berdiri lagi, dua rakaat lagi seperti shalat Isya’, boleh-boleh saja. Inilah shalat tahajjud.

Sebenarnya apa sih hikmah atau keistimewaan di balik shalat tahajjud itu? Ada beberapa hadits menunjukkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

أفضل الصلاة بعد المكتوبة صلاة الليل

Shalat yang paling utama selain shalat fardhu itu shalat apa? Jawabannya adalah shalat lail. Kalau di kelas ada pertanyaan,

ما هي أفضل الصلاة بعد المكتوبة ؟

Maka jawabannya adalah,

صلاة الليل

Shalat apa yang paling utama setelah shalat fardhu? Jawabannya adalah shalat lail. Shalat lail itu apa? Apa saja shalat lail itu? Ternyata tidak hanya shalat tahajjud kan shalat malam itu? Shalat witir juga shalat malam. Shalat tahajjud juga shalat malam. Jangan keliru! Shalat witir itu shalat malam. Tahajjud juga shalat malam. Shalat-shalat yang dilakukan pada malam hari ini adalah termasuk shalat-shalat yang lebih utama dibandingkan dengan shalat-shalat sunah yang lain. Rasulullah Saw. menyatakan,

أفضل الصلاة بعد المكتوبة صلاة الليل

Al-Maktubah artinya shalat wajib. Rasulullah Saw. juga menyatakan dalam hadits yang lain,

عليكم بقيام الليل فإنه دأب الصالحين قبلكم

“Kamu semua hendaknya melakukan shalat malam, karena shalat malam itu adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kamu.”

Orang-orang shaleh sebelum kamu membiasakan shalat malam sejak zaman dahulu. Jadi kata Rasulullah, ‘Kamu sekalian ingin jadi orang shaleh, ikutilah jejak orang-orang shaleh sebelum kamu.’ Mereka bisa menjadi orang shaleh seperti itu karena mereka rajin shalat malam. Jadi shalat malam itu adalah jejak orang-orang shaleh sebelum kamu. Orang-orang shaleh sebelum kamu sekalian itu membiasakan shalat malam. Dan kita ini diinginkan oleh orang tua kita untuk menjadi anak yang shaleh kan? Orang tua kamu menginginkan kamu menjadi anak shaleh kan? Ada yang bilang, ‘Ah, biarin aja mau jadi anak kayak apa!’? Saya kira tidak ada. Kita semua menginginkan yang laki-laki menjadi anak-anak shaleh dan yang wanita menjadi anak-anak shalihah. Indikator kamu itu menjadi anak shaleh/shalehah adalah rajin atau tidak shalat malamnya. Kalau kamu shalat malamnya malas-malasan, tidak ada tanda-tanda menjadi orang shaleh. Karena itu kata Rasulullah Saw.,

دأب الصالحين قبلكم

“Itu adalah jejak orang-orang shaleh sebelum kamu.”

Maka sabda beliau Saw.,

عليكم بصلاة الليل

“Hendaknya kamu melaksanakan shalat malam.”

Kemudian kata Rasulullah Saw. selanjutnya,

صلاة الليل قربة لكم

“Shalat malam itu merupakan taqarrub (ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.).”

Cara kamu mendekatkan diri kepada Allah Swt. itu dengan shalat malam. Dalam hadits yang lain dinyatakan, “Pada malam hari Allah turun ke langit bumi.” Di situ dijelaskan maksudnya Allah turun ke langit bumi itu apa? Maksudnya adalah bahwa rahmat Allah itu diturunkan ke langit bumi. Orang yang meminta ampun, diampuni oleh Allah Swt. Orang yang meminta selain itu, akan diberikan oleh Allah Swt. di malam hari itu. Itu di malam hari. Maka carilah rahmat Allah itu. Dekatkan diri kamu kepada Allah Swt.

Kemudian shalat malam itu juga seperti sabda Rasul Saw.,

مكفرة للسيئات

“Shalat malam itu juga bisa menghapuskan dosa-dosa.”

Perbuatan kita yang jelek sebelumnya, perbuatan kita yang tidak baik, yang dosa, dengan adanya shalat malam itu akan dihapus. Kamu pernah bohong, misalnya, maka dengan shalat malam itu dosa kamu akan diampuni, kejelekan yang sudah ditulis oleh malaikat itu akan dihapus. Ini adalah faidah dari shalat malam.

Juga dikatakan oleh Rasulullah Saw. bahwa shalat malam itu adalah,

منهاة عن الإثم

“Shalat malam itu bisa mencegah dari perbuatan dosa.”

Orang yang rajin melaksanakan shalat malam, ia tidak mau melakukan hal-hal yang dosa, hal-hal yang dilarang. Dengan demikian dia juga tidak mau meninggalkan shalat. Kalau dia sudah rajin shalat malam, dia akan merasa berdosa dengan meninggalkan shalat itu. Itu terasa sekali. Ia juga tidak mau melakukan hal-hal yang dilarang. Yang wajib juga tidak mau ditinggalkan. Maunya terus-menerus melakukannya. Sabda Rasulullah Saw.,

منهاة عن الإثم

Jadi shalat malam itu bisa mencegah/menangkal dari perbuatan dosa.

Kemudian juga dikatakan,

ومطردة للداء عن الجسد

“Shalat malam itu bisa menghilangkan penyakit dari tubuh kita.”

Kita mungkin mempunyai penyakit flu barangkali. Kalau kamu masih muda-muda seperti ini belum banyak penyakit, paling-paling kesandung batu, lecet, hanya itu saja. Paling-paling karena jarang mandi, badannya ada panunya, kudisan, paling-paling itu; masih belum banyak penyakit. Tetapi ketika seseorang sudah mulai berumur 40 – 50 tahun itu sudah mulai ada penyakit-penyakit; ada jantung, ada paru-paru, ada darah tinggi, ada asam urat, ada tumor, ada kanker, macam-macam sekali. Nah, orang yang membiasakan shalat malam itu, dia tidak akan terkena berbagai macam penyakit itu. Andaikata di tubuhnya ada penyakit, maka ia akan dilindungi oleh Allah Swt., penyakitnya akan hilang dan menjadi sehat. Sabda Rasul Saw.,

ومطردة للداء عن الجسد

Shalat malam itu bisa menghilangkan penyakit yang ada pada tubuh. Misalnya, kamu punya penyakit yang sering kambuh, nafas misalnya. Kamu sering sesak nafas, sering kambuh, kamu rajin saja shalat malam, nanti penyakit itu akan disembuhkan oleh Allah Swt. Jadi, shalat malam itu juga bisa menyembuhkan penyakit. Tidak usah segalanya berobat kesana kemari. Coba obati diri sendiri. Jangan mengandalkan dokter melulu. Bukan ke dokter, ke paranormal, malah nanti melakukan perbuatan syirik. Kita coba tangkal, usaha preventif, usaha pencegahan. Usaha pencegahan itu kan lebih baik daripada pengobatan. Kalau kamu mencegah dirimu supaya kamu tidak sakit perut, pakai biaya apa tidak? Tidak pakai biaya. Paling-paling menghindari apa yang bisa menyebabkan sakit perut yang bagi masing-masing berbeda-beda. Ada orang yang kalau kebanyakan makan sambal, sakit perut, misalnya, ya hindari itu. Penyebab sakit perut ini bermacam-macam. Kita mencegah seperti itu lebih baik daripada berobat. Kalau kita berobat, harus ke dokter kan mahal. Sekarang kamu ke dokter di Bogor tidak kurang dari tujuh puluh lima ribu. Itu baru daftar saja. Obatnya nanti beli lagi, mahal lagi. Kemarin ada karyawan di sini digigit ular, berapa biayanya? Lima juga lima ratus. Lha, kan lebih baik kamu berhati-hati kalau di kebun, jangan-jangan ada ular tanah, dan sebagainya. Hati-hati membayar apa tidak? Tidak membayar. Coba seperti itu. Sudah bengkak, tangannya busuk, harus membayar lagi. Sudah sakit, bengkak, busuk, harus membayar lagi. Itu pun sekian lama tidak bisa bekerja. Maka lebih kita menjaga jangan sampai terkena. Nah, shalat malam ini termasuk berguna untuk menjaga diri dari musibah-musibah seperti itu. Bahkan, penyakit yang ada di tubuh pun dengan kita tekun shalat malam itu akan disembuhkan oleh Allah Swt. Ini yang harus kamu lakukan. Kata Rasulullah Saw.,

مطردة للداء عن الجسد

Jadi, shalat malam itu antara lain; pertama, dikatakan oleh Rasulullah bahwa shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam. Kedua, dikatakan bahwa orang-orang shaleh dahulu itu melakukan shalat malam. Kamu harus melakukan shalat malam karena itu tandanya kamu orang shaleh. Kamu mengaku orang shaleh, boleh-boleh saja. Bahkan namanya diganti menjadi Sholeh atau Shalihah, juga boleh-boleh saja. Tapi kalau tidak pernah melaksanakan shalat malam, tanda-tandanya tidak ada itu. Maka kamu perlu melakukan shalat malam. Kemudian dikatakan oleh Rasulullah Saw. bahwa shalat malam itu merupakan ibadah, mendekatkan diri kepada Allah Swt. karena setiap malam Allah selalu mencari siapa orang-orang yang lagi berdoa. Dan Allah akan memberi kepada orang yang meminta pada malam hari itu.

أكثر الناس نيام

“Kebanyakan orang pada malam hari itu tidur.” Yang berdoa itu sedikit. Pak kyai pernah mengikuti training di Bogor. Trainernya ada yang bernama Haji Bahrun, orang Saringin, Bogor. Beliau bercerita, “Sekembali dari pesantren saya dulu bingung di rumah mau kerja apa, bingung. Sudah berusaha untuk bekerja, tapi sepertinya tidak bisa.” Kemudian Pak Haji Bahrun berkata, “Saya ingat dulu pengajian dengan pak kyai di pesantren. Katanya, ‘Kamu jangan tinggalkan shalat malam. Sebab pada saat itu orang-orang tidur semua. Kamu minta kepada Allah. Lagi tidak banyak yang meminta kepada Allah, maka kamu minta kepada Allah. Kamu akan diberi apa yang menjadi keinginan kamu.’” Ceritanya, karena bingung mau kerja apa akhirnya dia mulai shalat malam. Akhirnya dia mendapat petunjuk dari shalat malam itu. Dia mencoba berjalan kesana kemari. Ternyata dia melihat ada orang lagi menguras empang, ‘Eh, ikannya besar-besar.’ katanya. Ia bertanya, ‘Bang, berapa lama ini memelihara ikan?’ ‘Hanya enam bulan,’ katanya. ‘Tadinya seberapa ini kok sudah menjadi satu ekornya bisa satu kilo dua kilo.’ ‘Tadinya ini isinya ada yang satu kilo 10, ada yang satu kilo 15.’ ‘Enam bulan bisa begini.’ Ia berpikir, ‘Kalau begitu, orang tua saya punya tanah. Saya mau bikin.’ Terbuka pikirannya. Ia pun jalan. Tapi ia masih shalat malam terus, memohon agar gimana caranya empang ini bisa menghasilkan lebih banyak daripada orang-orang. Ia shalat malam terus, mohon petunjuk terus dari Allah Swt. Yang akhirnya pemuda ini yang bingung pulang dari pesantren itu menjadi pemuda teladan Indonesia, yang kemudian ke Amerika, ke Jerman, ke Belanda, ke mana-mana berkat shalat malam, karena petunjuk Allah mengalir dengan melakukan shalat malam itu.

Maka anak-anak, kalau kalian ingin berhasil, pegang nih. Kamu tidak akan mati karena shalat malam. Takut melulu! ‘Kalau shalat malam nanti gimana sekolahnya?’ ‘Bagaimana nanti, saya masih kecil seperti ini shalat malam, jangan-jangan tidak sampai tua nanti!’ Umur itu Allah yang menentukan. Coba jalankan kalau kamu mau sukses di dalam hidup ini. Tadi dikatakan oleh Rasulullah Saw. bahwa ini sebagai pendekatan kita, qurbah, sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Kalau sudah dekat dengan Allah Swt. apa yang terjadi? Yang namanya orang dekat, tidak minta pun dikasih. Kalau kamu dekat dengan orang tuamu, orang tuamu punya makanan ini punya makanan itu masak tidak dikasih. Namanya dekat, ngambil saja juga silakan. Tetapi kalau kamu jauh, sekalipun orang tuamu lagi masak enak, – lagi masak, kamu jauh, dirantau orang, – ya tidak akan dipanggil-panggil. Kecuali kamu menelepon menanyakan, ‘Di rumah lagi masak apa?’ ‘Kirim donk!’, mungkin kamu baru dikirimi. Kalau kita dekatkan diri kita kepada Allah Swt., tidak meminta pun kita akan dapat terus. Shalat malam adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. sehingga di dalam hidup kita ini serba aman, nyaman, tenang, dan tentram. Bagaimana tidak, segalanya punya. Kebutuhan-kebutuhannya tercukupi. Mau sekolah? Alhamdulillah, ada uang untuk jajan, ada uang untuk transport, ada uang untuk beli buku. Susah apa? Inilah anak-anak sekalian, maka kita perlu tingkatkan tadi. Kata Rasulullah,

عليكم بصلاة الليل

Kalau kamu melakukan shalat malam, hidup kamu akan nikmat rasanya. Tadi dikatakan oleh Rasulullah Saw. bahwa shalat malam itu juga sebagai penghapus dosa-dosa yang kita lakukan. Kita runyam, pikiran kita susah, kita resah, itu karena hati kita gelap. Hati kita gelap sebab terlalu banyak dosa. Dengan adanya shalat malam ini, yang menyebabkan hati kita gelap akan dihapus oleh Allah Swt. Hilang gelap datanglah terang. Karena hanya ada dua; gelap dan terang. Sekarang gelapnya telah hilang, maka muncullah terang. Hati kita akan terang. Kalau hati kita terang, kita belajar tidak akan sulit. Kamu kesulitan belajar, – menghafal, lupa lagi-lupa lagi, – karena hati kamu gelap sebenarnya. Tetapi kalau hati kamu terang, kamu sekali membaca langsung mengerti. Karena itu lakukan shalat tahajjud, sebab bisa melenyapkan dosa-dosa. Tadi juga dikatakan bahwa shalat tahajjud bukan hanya menghapus dosa, tetapi juga mencegah orang melakukan perbuatan dosa. Orang tidak akan mau melakukan perbuatan dosa. Buat apa? Menyusahkan. Mencuri itu apa tidak susah? Coba kamu keluar, pura-pura ke kamar mandi, pura-pura mau buang air kecil, tapi setelah itu kamu tidak ke sini lagi, kamu mengambil sepatu teman dan memasukkannya ke dalam tas, dibawa pulang. Apa itu dikiranya enak? Nanti kalau ketahuan, kamu bisa babak belur dihajar oleh teman-temanmu. Orang yang hatinya terang, tidak akan mau seperti itu, menyusahkan. Lagi pula, kalau ketahuan juga malu. ‘Mau taruh muka dimana?’ katanya. Sudah susah taruh muka. Nengok kemana? Nengok ke sana saja, orang pada sinis melihatnya. Jadi bukan hanya dosa yang ada ini yang terhapuskan, tetapi orang yang selalu melaksanakan shalat malam, ia tidak mau melakukan perbuatan-perbuatan dosa. Yang istimewa lagi, penyakit-penyakit yang ada pada tubuh kita akan disembuhkan oleh Allah Swt. Ini keistimewaan yang ada pada shalat malam itu. Pada hadits yang lain Rasulullah Saw. juga menyatakan antara lain,

أيها الناس أفشوا السلام وأطعموا الطعام وصلوا الأرحام وصلوا بالليل والناس نيام تدخلوا الجنة بالسلام

Dengarkan apa perintah Rasulullah? Di sini Rasulullah Saw., bersabda, “Wahai manusia, sebarkan salam,” katanya. Kalau kamu bertemu dengan orang lain, hendaknya kamu ucapkan, ‘Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.’ Sudah tentu teman kamu akan menjawab, ‘Wa’alaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh.’ Salam itu, anak-anak sekalian, sebenarnya adalah doa. Assalamu’alaikum, mudah-mudahan Allah memberikan keselamatan kepada kamu. ‘warahmatullah.’ dan mudah-mudahan Allah memberikan rahmat-Nya kepada kamu. ‘wabarakatuhu.’ dan mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan kepada kamu. Itu mendoakan orang lain. Kadang-kadang kita hanya mengucapkan, ‘Assalamu’alaikum,’ saja. Tapi yang dengar menjawabnya, ‘Wa’alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh.’ Dengan kita mendoakan orang lain, orang lain akan mendoakan kita. Kalau kamu bertemu dengan orang banyak, kemudian kamu mengucapkan salam, ‘Assalamu’alaikum.’, yang menjawab berapa? satu atau banyak? Banyak. Kamu beruntung. Kita hanya modal satu doa bagi orang lain, orang banyak akan mendoakan kita. “Sebarkanlah salam,” kata Rasulullah. Sebarkan salam itu. Kalau kita menyebarkan salam, apa yang terjadi? Kamu semuanya akan masuk surga dengan aman, dengan selamat, dengan lancar. Ini tentang salam.

Kedua, ath’imuth tha’am (berilah makanan). Pada bulan puasa kemarin sudah kita jelaskan, ‘bagi-bagilah makanan.’ Kalau kamu membeli jajan tiga, mau diberikan orang berapa? Tidak ada? Ya tidak bisa masuk surga bissalam (dengan aman). Kalau kita ingin bisa masuk surga bissalam, setiap kamu jajan, – misalnya, kita beli tiga, – ini satu berikan kepada teman. Apalagi kamu beli lima, ‘Wah ini saya berikan tiga ke teman, saya dua saja.’ Yang seperti ini bisa mengantarkan kamu masuk ke surga dengan damai. ‘Waduh itu kan kalau punya duit, ustadz. Kalau tidak punya duit gimana?’ ‘Di rumah saja sudah pas-pasan seperti ini. Bagaimana bisa memberikan?’ Ok, di sini dilanjutkan, ‘Washilul arham.’ (banyak-banyaklah kamu menjalin/menjaga hubungan keluarga ini). Kamu banyak silaturrahim. Kamu berusaha jangan sampai persaudaraan itu putus. Sekarang silaturrahim itu tidak seperti dulu, mudah sekali, bisa dengan sms, bisa juga dengan telpon. Sekarang kita mau berbicara dengan saudara kita yang berada di Kalimantan, misalnya, bisa kapan saja. Tidak seperti dulu, kalau kita mau silaturrahim ke Kalimantan, kita harus mengumpulkan uang dulu ratusan ribu. Sekarang kita bisa ngobrol mau berapa lama diatur saja. Misalnya, saudara kamu bekerja di Bandung. Sudah lama kalian tidak pernah ngobrol, tidak pernah bertemu. Dihubungi dengan sms atau dengan telpon, kalian juga bisa ketemu. Kalau kamu ingin masuk surga dengan selamat, ini galakkan. ‘Itu kan kalau punya HP?’ ‘Tidak punya HP.’ ‘Mau shadaqah, tidak punya duit.’ Eh, masih ada, kata Rasulullah, “Wa shallu billaili wannasu niyam.” Ya sudahlah, kamu kerjakan shalat malam ketika orang-orang lagi tidur. Karena itu semuanya, – dari kamu menyebarkan salam, suka memberikan makanan kepada orang, suka silaturrahim, dan melakukan shalat malam, – kata Rasulullah, “Tadkhulul jannata bi salam.”, kamu akan masuk surga dengan selamat, lancar, tidak ada kesulitan apa-apa. Siapa yang tidak ingin masuk surga angkat tangan? Saya yakin semuanya ingin masuk surga.

Anak-anak sekalian, ternyata banyak sekali fadhilah dari shalat malam tersebut. Antara lain juga Rasulullah Saw. nyatakan,

يحشر الناس في صعيد واحد فينادي مناد ، “أين الذين كانت تتجافى جنوبهم عن المضاجع ؟” وهم قليل ، فيدخلون الجنة بغير حساب

Nanti pada waktu hari akhirat, setelah terjadinya kiamat, manusia akan dikumpulkan pada suatu tempat yang disebut sha’id, yaitu dataran yang agak tinggi, kemudian ada yang memanggil-manggil, ada suara panggilan, terdengar sayup-sayup ada panggilan. Apa panggilan itu?

أين الذين كانت تتجافى جنوبهم عن المضاجع ؟

“Hai manusia, mana orang-orang yang lambungnya kering dari tempat tidur?” Artinya, mana orang-orang yang pada malam hari tidak tidur karena melakukan shalat malam? Panggilannya seperti itu. “Wahai orang-orang, siapa di antara kalian yang di malam hari tidak tidur karena melakukan shalat?” Maka orang-orang yang pada malam hari melakukan shalat bangun menunjukkan diri bahwa merekalah yang setiap malam bangun malam. Setelah itu apa? Ternyata sabda Rasul Saw.,

وهم قليل

Orang-orang yang melakukan seperti itu jumlahnya sedikit. Misalnya, di sini siapa orang-orang yang tadi malam melakukan qiyamullail, coba angkat tangan! Yah, tidak ada. 1, 2, 3, 4. Cuma empat orang. Nanti pada hari kiamat seperti itu. Lho, kok sedikit sekali. “Wahum qalil,” katanya. Mereka itu jumlahnya sedikit. Selanjutnya sabda Rasul Saw.,

فيدخلون الجنة بغير حساب

Akhirnya mereka itu dimasukkan ke dalam surga tanpa dihitung sama sekali. Kalau tadi shalatnya diperiksa dan sebagainya. Tetapi karena dia melakukan shalat malam selama hidupnya, akhirnya ketika dipanggil seperti itu, tidak ada yang berdiri kecuali hanya dia saja. Akhirnya mereka dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab, tanpa dihitung-hitung lagi. Anak-anak ingin masuk surga tanpa hisab? Ternyata mereka yang bisa masuk surga tanpa hisab itu adalah orang-orang yang membiasakan shalat malam. Kalau kamu benar-benar ingin, coba laksanakan. Kamu bohong saja, katanya, ‘ingin,’ tapi tidak melaksanakan.

يدخلون الجنة بغير حساب

Banyak sekali hal-hal luar biasa yang Allah berikan kepada orang-orang yang melakukan shalat malam ini. Maka bagi anak-anak, diharapkan setelah anak-anak tahu bagaimana shalat tahajjud, laksanakan. Kamu sulit mendapatkan pelajaran seperti ini, anak-anak. Kamu sudah mendapatkan pelajaran shalat tahajjud. Belum tentu di kampung-kampung diajarkan shalat tahajjud.

Jadi, tadi shalat tahajjud itu shalat yang dilakukan kapan tadi? Setelah tidur di malam hari. Rakaatnya ada berapa tadi? Tidak ada batasnya. Kalau melakukan dua saja boleh tidak? Boleh. Kalau empat? Lebih baik tentunya. Seratus? Boleh, asal kuat. Lakukanlah! Kalau kamu benar-benar ingin masuk surga, lakukan itu. Kalau kamu benar-benar ingin badannya sehat, lakukan itu. Kalau kamu benar-benar ingin menjadi orang-orang yang shaleh dan shalehah, lakukan itu. Rasulullah Saw. itu tidak bohong. Kalau manusia bisa saja bohong. Tapi kalau Rasulullah tidak akan bohong. Apa yang dikatakan oleh Rasulullah Saw. semuanya benar.

Baiklah ini saja pengajian kita hari ini. Terima kasih pada anak-anak yang telah memperhatikan. Saya berharap mudah-mudahan anak-anak bisa melaksanakan apa yang telah disampaikan.

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك والحمد لله رب العالمين

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Di sampaikan oleh KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc.

Di Pondok Pesantren Darunnajah Cipining Bogor.

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait