Keutamaan “Kalimat Ikhlas”

blank

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

عن عثمان رضى الله عنه قال سمعت رسول الله صلّى الله عليه وسلّم يقول: إِنِّيْ لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لاَ يَقُوْلُهَا عَبْدٌ حَقًّا مِنْ قَلْبِهِ إِلاَّ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ فقال له عمر بن الخطّاب أَنَا أُحَدِّثُكَ مَاهِيَ؟ هِيّ كَلِمَةُ الْإِخْلاَصِ الَّتِيْ اَعَزَّ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى بِهَا مُحَمَّدًا صلّى الله عليه وسلّم وَاَصْحَابَهُ وَهِيَ كَلِمَةُ التَّقْوَى الَّتِيْ اَلاَصَ عَلَيْهَا نَبِيُّ اللهِ صلّى الله عليه وسلّم عَمَّهُ اَبَا طَالِبٍ عِنْدَ الْمَوْتِ شَهَادَةُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ

Dari Usman r.a. ia berkata, bahwa ia mendengar Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya saya mengetahui satu kalimat yang tidak ada seorang pun yang mengucapkannya dengan sepenuh hatinya, kecuali Allah mengharamkan baginya api neraka.” Umar bin Khathab  r.a. berkata, “saya dapat menceritakan kalimat itu? Itulah kalimat Ikhlas yang dengannya Allah tabaaraka wata’aala telah memuliakan Muhammad saw dan para sahabatnya. Dan itulah kalimat taqwa yang telah disampaikan kepada paman beliau Abu Thalib ketika menjelang ajalnya. Yaitu Laa ilaaha illallaah. (HR Ahmad)

Gerbang (7)Kisah paman Rasulullah saw yaitu Abu Thalib sangat dikenal dan banyak banyak ditulis dalam kitab-kitab tafsir, hadits dan sejarah. Ketika menjelang wafatnya, karena jasa baik dan bantuannya kepada Rasulullah saw dan umatnya, Rasulullah saw mengunjungi Abu Thalib dan bersabda, “Wahai Paman, ucapkanlah “Laa ilaaha illallaah” supaya saya dapat memberi syafaat kepadamu pada hari kiamat dan saya menjadi saksi tentang ke-Islamanmu di sisi Allah swt.” Tetapi Abu Thalib berkata, “Wahai keponakanku, saya khawatir kaumku menuduh dan mengejekku bahwa aku memeluk agama keponakanku karena takut mati. Jika tidak, pasti aku akan menyenangkanmu dengan mengucapkan kalimat itu.” Setelah itu Rasulullah saw pulang dengan perasaan amat sangat sedih. Mengenai peristiwa inilah Allah swt berfirman;

إِنَّكَ لاَ تَهْدِى مَنْ اَحْبَبْتَ …

“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak mampu memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai …” (QS Al-Qashash: 56)

Peristiwa diatas dengan tegas menunjukkan dengan tegas bahwa seseorang yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dengan mengerjakan kemungkaran dan kejahatan tanpa rasa malu dan takut sedikitpun maka mereka menyangka, dengan doa kaum kerabat atau ahlullah, mereka akan diselamatkan di dunia dan akhirat. Sangkaan demikian itu adalah salah, karena hanya Allah-lah yang dapat memberikan pertolongan dan bantuan. Dengan Allah juga kita menghubungkan diri, doa seorang ahlullah dan pergaulannya dengannya maupun tawajuhnya hanya dapat memberikan bimbingan dan arahan, tidak lebih dari itu.

[WARDAN/@abuadara]________________

Seperti disampaikan pada Talim Bakda Isya di Masjid Jamik Pesantren Darunnajah Cipining Bogor oleh Santri kelas 5 TMI, Senin 25 Februari 2013.

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 Cidokom Bogor

Kegiatan Fathu Kutub Santri Akhir Putri

Cidokom Post – Sejak Sabtu (24/10) Pondok Pesantren Anur Darunnajah 8 mengadakan kegiatan tahunan Fathu Kutub untuk santri akhir TMI. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula