Keutamaan Hari Jum’at

Dalam satu minggu ada hari yang istimewa bagi seluruh umat muslim, yaitu Hari jum’at. Setiap hari sebenarnya akan terasa istimewa apabila dilalui dengan banyak amalan baik. Namun di hari jum’at ada yang membuatnya lebih istimewa, apa sih ? Simak hadits di bawah ini:

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيْهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيْهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلاَ تَقَوْمُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِي يَوْمِ الْجُمُعَة 

Hari jum’at menjadi hari libur untuk kalangan pesantren dan lembaga pendidikan lainya khususnya di Timur Tengah.

Pesantren Darunnajah juga menerapkan hal yang sama. Santri di bebaskan dari kegiatan belajar mengajar di kelas. Namun tetap melakukan kegiatan, seperti halnya : membersihkan lemari, kamar, kamar mandi, mencuci pakaian juga membersihkan tuntas asrama sampai ke celah-celahnya.

Nah, pada hari yang istimewa ini, ada beberapa amalan-amalan yang dianjurkan untuk dilakukan.

1. Memotong Kuku

Keutamaan Hari Jum’at

memotong kuku di hari jum’at itu sangat dianjurkan pada hari jum’at, karena menjaga kebersihan sebagian dari iman.

2. Mandi Besar

mandi besar ini diartikan membersihkan seluruh badan dari hadats besar dan kecil. karena Jum’at hari yang diisimewakan, maka badan pun harus bersih
Memakai Baju yang Bagus

 

3. Membaca Surah Al-kahfi

Keutamaan Hari Jum’at

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ :« مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jum’at.”

(Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrok II/399 no.3392, dan Al-Baihaqi di dalam Sunannya III/249 dengan nomor.5792)

 

4. Memperbanyak berdo’a

Keutamaan Hari Jum’at

فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى ، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

Di hari Jumat terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat lantas dia memanjatkan suatu doa pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang dia minta.” (HR. Bukhari 935, Muslim 2006, Ahmad 10574 dan yang lainnya).