Bulan Ramadhan begitu melimpah dengan berbagai keutamaan-keutamaan, termasuk juga didalamnya keutamaan berbekam didalam bulan Ramadhan. Kenapa berbekam di bulan Ramadhan mengandung nilai yang utama? Karena berbekam termasuk kedalam amalan menghidupkan Sunnah Nabi Muhammad SAW, dan didalam bulan Ramadhan, pahala mengamalkan amalan Sunnah derajatnya sama dengan amalan Wajib. Berikut adalah beberapa keterangan mengapa berbekam sangat dianjurkan ketika sedang puasa;

Pahala Sunnah berbekam dilipatgandakan

Seperti yang sudah diutarakan didalam pendahuluan diatas, bahwa berbekam merupakan amalan sunnah yang Rasulullah perintahkan (untuk berbekam) kepada umatnya. Sehingga semakin baik jika amalan sunnah diamalkan didalam bulan Ramadhan yang mulia ini. Segala amalan wajib pahalanya dilipatgandakan hingga 700 kali lipat, dan pahala amalan sunnah derajatnya sama dengan pahala wajib diluar Ramadhan. Untuk itu berbekam didalam bulan Ramadhan sebenarnya sangat dianjurkan.

Rasulullah berbekam ketika berpuasa

Ada keterangan yang menyebutkan bahwa berbekam dapat membatalkan puasa. Maka sebenarnya hadits tersebut sudah dimansukh oleh ketetapan lain yang Rasulullah sampaikan. Bahkan Rasulullah pernah berbekam ketika beliau SAW sedang dalam keadaan Puasa dan sedang Ihram. Ini menunjukkan bahwa berbekam ketika Puasa itu TIDAK membatalkan Puasa yang dilakukannya.

Pengeluaran Racun lebih Maksimal

Bekam adalah metode pengobatan dengan cara mengeluarkan toksin melalui sayatan atau tusukan jarum berupa darah. Darah yang keluar adalah darah kotor atau darah yang sudah rusak, dan sudah bersifat toksid. Ketika kita berbekam pada saat Puasa, pengeluaran racun menjadi lebih maksimal. Kenapa? Karena pada saat itu lambung dan pencernaan orang yang sedang puasa tidak bekerja, sehingga energi yang ada itu digunakan tubuh untuk mengeluarkan racun melalui darah, dari sayatan atau tusukan jarum bekam.

Namun ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan didalam berbekam ketika Puasa, diantaranya adalah sebagai berikut;

  1. Badan dalam keadaan kuat, atau tidak terlalu lemah. Sehingga tidak dikhawatirkan badan akan menjadi lemah dan akan mengganggu puasanya. Badan menjadi lemas biasanya dikarenakan terlalu capek dengan aktifitas yang ia kerjakan, atau karena ia tidak makan sahur, atau bisa juga karena pengaruh suatu penyakit (imunitas menurun). Apapun penyebabnya, kondisi seperti ini sangat dianjurkan untuk istirahat terlebih dahulu sampai kira-kira memungkinkan untuk dibekam.
  2. Tensi Darah dalam keadaan normal, rata-rata untuk kalangan dewasa adalah sekitar 100 sampai 120 mmHg, atau maksimal 140 mmHg. Bagaimana jika tensi darah dalam keadaan rendah atau tinggi? Kembali kepada kondisi pasien (yang ingin dibekam) apakah kepala merasa pusing, pandangan terasa kunang-kunang khususnya setelah jongkok. Kalau tidak Insya Allah masih bisa dibekam, walau jumlah titik harus disesuaikan.
  3. Waktu berbekam disarankan siang atau sore hari. Karena pada saat itulah darah dalam keadaan bergejolak. Pada saat itu juga perut dalam keadaan istirahat, tidak dalam keadaan kekenyangan. Untuk itu tidak dianjurkan berbekam pada pagi hari karena dikhawatirkan perut masih bekerja, mencerna makanan pada saat makan sahur. Atau tidak dianjurkan juga berbekam pada malam hari, karena biasanya pada saat itu perut dalam keadaan kenyang.

Demikianlah, semoga bermanfaat. [WARDAN/@abuadara]