Seminar Kesehatan Mental yang bertajuk “Kolaborasi Masyarakat Pesantren Untuk Menciptakan Lingkungan Sehat, Nyaman, dan Berkualitas Demi Kesehatan Mental Santri” sukses digelar di Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14. Seminar ini diinisiasi oleh Peserta Praktikum Profesi Lapangan dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan menghadirkan pembicara Muhammad Jutan, S.Sos., seorang pakar dalam bidang sosial. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada santri tentang pentingnya kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan pesantren yang penuh dinamika.

Sabtu 26 Oktober 2024 Para santri Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 sangat antusias mengikuti seminar ini. Mereka diajak untuk mengenal lebih jauh bagaimana menjaga kesehatan mental dalam lingkungan pesantren yang memiliki ritme kehidupan yang ketat dan penuh tantangan. Dalam seminar ini, Muhammad Jutan mengajak para santri untuk memahami gejala-gejala kesehatan mental dan pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung kenyamanan jiwa. Santri terlihat aktif berpartisipasi, bahkan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang kritis terkait pengalaman keseharian mereka.

Dengan pendekatan yang interaktif, seminar ini juga membahas peran masyarakat pesantren dalam membangun suasana yang sehat dan nyaman bagi para santri. Muhammad Jutan menekankan pentingnya kolaborasi antara santri, asatidz, dan pengurus pesantren dalam menjaga kesehatan mental secara kolektif. Beliau juga memberikan tips praktis bagaimana menciptakan rutinitas yang seimbang antara belajar, ibadah, dan rekreasi sebagai upaya pencegahan stres.

Selain paparan materi, sesi diskusi dan tanya jawab menjadi bagian yang paling dinantikan oleh para santri. Mereka berkesempatan untuk mengungkapkan pengalaman pribadi serta mendapatkan solusi dari pakar. Melalui diskusi ini, santri memperoleh pemahaman bahwa menjaga kesehatan mental adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesadaran dan kepedulian dari setiap elemen pesantren.


Kegiatan seminar ini diharapkan memberikan dampak positif yang berkelanjutan, terutama dalam peningkatan kualitas hidup santri di pesantren. Dengan adanya pemahaman tentang kesehatan mental, diharapkan para santri bisa menghadapi tantangan kehidupan pesantren dengan jiwa yang lebih tenang dan seimbang




