Darunnajah Kindergarten, 14/06
OLAHRAGA bukan hanya cocok bagi orang dewasa, olahraga yang tepat bisa juga membuat anak menjadi aktif dan sehat. Sayang, anak-anak zaman sekarang tak gemar melakukannya.
Hal paling digemari dan tidak bisa ditinggalkan anak-anak adalah bermain. Hampir sepanjang hari, anak-anak akan bermain aktif seakan tanpa capai. Banyak permainan menarik bisa dilakukan anak-anak yang membuatnya gembira. Namun, semua gerak tubuh yang dilakukan anak selama bermain bisa membuat tubuh mereka sehat dan aktif.
Sekarang, walaupun zaman sudah modern, masih banyak orangtua yang beranggapan bahwa anak akan selalu sehat bila cukup nutrisi atau banyak mengonsumsi makanan bergizi dan selalu terjaga kebersihan. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar, mengingat ada satu hal penting yang dapat diterapkan orangtua agar anaknya sehat, yaitu dengan olahraga atau fitnes teratur.
Anak di atas umur lima tahun sebenarnya sudah sangat boleh berolahraga. Ini karena anak yang aktif bermain bisa menyeimbangkan aktivitas berupa gerak tubuh dengan belajar atau tidur. Banyak hal sekarang ini yang membuat anak malas bergerak. Misalnya karena televisi yang menayangkan film-film menarik, atau karena video games yang menjanjikan permainan unik. Karena perkembangan teknologi yang sudah sangat maju, sebagai orangtua, mengajak anak berolahraga menjadi suatu keharusan.
Olahraga atau fitnes pada anak ternyata merupakan suatu investasi jangka panjang yang baik untuk kesehatan dan kehidupan anak berikutnya. Anak-anak yang banyak berolahraga, banyak beraktivitas, dan banyak bergerak memiliki kemungkinan untuk tetap sehat dan aktif selama masa hidupnya. Selain itu, anak seperti itu juga memiliki risiko lebih rendah menderita penyakit jantung, stroke, hipertensi, ataupun diabetes kelak ketika dewasa.
Tidak sampai di situ saja, olahraga tidak hanya menghindarkan anak dari berbagai penyakit jasmani, tetapi juga membawa anak untuk lebih percaya diri, memiliki perilaku hidup sehat, dan memiliki penghargaan terhadap dirinya sendiri.
Anak yang beraktivitas fisik teratur pada berbagai usia lebih bisa bergaul, bermain, dan berhubungan dengan orang lain serta lebih berani menghadapi tantangan, bila dibandingkan dengan anak yang kurang beraktivitas fisik. Selain itu, olahraga pada anak juga membuat orangtua menjadi lebih aktif, lebih banyak bergerak, dan mengurangi waktu-waktunya untuk duduk dan beristirahat.
Hal ini karena untuk membiasakan anak agar mau olahraga teratur, dibutuhkan orangtua sebagai contoh dalam melakukannya. Bila orangtua malas-malasan dan tidak suka berolahraga, tidak ada gunanya memaksa atau menyuruh putra-putrinya untuk berolahraga.
Anak yang cacat fisik bila banyak berolahraga dan banyak bergerak dapat membantunya untuk lebih mengenal lingkungan, lebih berinteraksi, dan lebih melatih bagian-bagian lain dari tubuhnya sehingga mampu menonjolkan kemampuan dirinya sendiri dibandingkan kekurangannya. Hal ini akan membawa anak lebih percaya diri dan lebih mampu menghadapi kekurangan yang dimilikinya.
Jangan remehkan olahraga. Dengan olahraga, mereka menjadi lebih segar, berpikiran jernih, dan yang penting adalah mereka tidak mengalami obesitas.
Mengingat banyaknya manfaat olahraga untuk anak bahkan pada usia dini, ada baiknya bila orangtua mulai melakukan dan melatih anak untuk berolahraga secara teratur, agar anak dapat tetap fit dan sehat.






