KEGIATAN UJIAN LISAN DIPONDOK PESANTREN DARUL MAUZARI’IN DARUNNAJAH 23

KEGIATAN UJIAN LISAN DIPONDOK PESANTREN DARUL MAUZARI’IN DARUNNAJAH 23

KEGIATAN UJIAN LISAN DIPONDOK PESANTREN DARUL MAUZARI’IN DARUNNAJAH 23
KEGIATAN UJIAN LISAN DIPONDOK PESANTREN DARUL MAUZARI’IN DARUNNAJAH 23

Ujian lisan merupakan salah satu bentuk evaluasi klasik yang masih dipertahankan di hampir seluruh pesantren di Indonesia. Kegiatan ini menjadi ciri khas pendidikan pesantren karena tidak hanya menguji aspek kognitif santri, tetapi juga mengukur kesiapan mental, adab, dan kemampuan mereka dalam menyampaikan kembali ilmu yang telah dipelajari. Dalam ujian lisan, santri diharuskan menjawab langsung di hadapan para penguji, sehingga bentuk ujian ini jauh lebih transparan dan mampu menampakkan kualitas pemahaman santri secara nyata.

Pelaksanaan ujian lisan biasanya diawali dengan pengarahan dari pimpinan pesantren atau Ustadz/Ustadzah penanggung jawab. Mereka memberikan motivasi, arahan teknis, serta mengingatkan pentingnya adab dan kejujuran dalam ujian. Setelah itu, santri dibagi ke beberapa pos atau ruang ujian sesuai bidang studi yang akan diuji, misalnya Nahwu, Sharf, Fiqih, Akhlak, Hadits, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, atau pelajaran umum lainnya. Setiap santri masuk satu per satu untuk menjawab pertanyaan yang disiapkan oleh penguji.

Nilai lebih dari ujian lisan terletak pada aspek karakter. Santri diajarkan untuk tetap tenang meskipun berada dalam tekanan, menjaga etika ketika berbicara dengan guru, serta melatih keberanian menyampaikan jawaban meskipun belum sepenuhnya yakin. Proses tanya jawab yang interaktif juga menjadikan santri lebih kritis dan aktif dalam mengutarakan pemikiran. Kegiatan ini sekaligus melatih kemampuan komunikasi, kecepatan berpikir, serta ketelitian dalam memahami materi.

Dengan adanya ujian lisan, lembaga pesantren mampu menilai secara holistik kemampuan santri. Tidak hanya dari hasil tulisan, tetapi juga dari sikap, kefasihan, kedisiplinan, serta kemampuan mereka menerapkan ilmu dalam situasi nyata. Oleh sebab itu, ujian lisan tetap menjadi bagian terpenting dalam tradisi pendidikan pesantren dan terus dilestarikan hingga kini.

Pendaftaran Santri Baru