Kaya Ilmu, Berhias Kesantunan, dan Berakhlak Mulia

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Menjadi sosok seorang santri merupakan alternatif. Terutama bagi orang tua, menyantrikan anaknya ke pesantren akan dapat merasakan ketenangan. Maraknya tindakan negatif dan kriminal oleh sebagian pelajar di berbagai tempat dianggap sebagai kondisi tidak representatif. Sehingga, sosialisasi seorang anak akan lebih aman bila berada di dalam pesantren.

Santri Militan Darunnajah Cipining
Santri Militan Darunnajah Cipining

Dalam pembinaan santri, pesantren menerapkan multidimensi yang tendensinya adalah knowledge dan skill. Pendalaman ilmu, wawasan, logika, informasi, sains berbanding lurus dengan pemupukan mental, relijius, kesantunan, akhlak, aqidah, dan soft skill lainnya. Berlaku dalam diri santri pembentukan dan penciptaan ‘anak sholeh’ yang sangat dirindukan oleh semua orang tua.

Secara kontinyu, semua hal di atas dilakukan secara berkesinambungan dalam aplikasi harian. Pada waktu-waktu tertentu, bentuk pembinaan santri dilakukan berbarengan dengan momentum. Seperti contohnya pada setiap akhir masa ujian, saat itu terdapat satu materi dari para wali kelas terkait dengan pemberian pelajaran ‘etiket’.

Sebagaimana agenda di hari terakhir pelaksanaan ujian akhir semester ganjil tahun pelajaran 2012-2013 yang berlangsung pada hari Kamis (20/12) kemarin, panitia menjadwalkan pengawas dan penguji materi Imla’ adalah para wali kelas. Usai ujian yang berlangsung pada jam pertama tersebut, para wali kelas melanjutkannya dengan masalah etika tersebut.

Untuk memudahkan para wali kelas, panitia ujian membagikan buku khusus yang ditulis oleh KH Imam Zarkasyi kepada wali kelas. Dalam kesempatan itu, wali kelas secara khusus memberikan nasihat, wejangan, dan pendidikan karakter kepada para santri. Moment ini dirasa tepat dengan alasan 1) Biasanya (yang terjadi), seusai ujian berakhir akan terjadi euphoria. Dengan adanya acara ini, diharapkan dapat mereduksi kegembiraan santri yang berlebihan. Ke-2) Usai UAS, mereka akan berlibur, sehingga perlu kiranya pesantren membekali mereka dengan bekal akhlak agar dapat dipraktikkan saat bergaul dengan masyarakat selama liburan.

Usai mendapatkan pembekalan etiket, para santri kembali berkumpul di masjid secara massal. Dalam kesempatan ini, berbagai pihak/pengurus pesantren mensosialisasikan berbagai masalah yang berkaitan dengan santri. Diantaranya adalah panitia ujian yang memberikan info terkait pelaksanaan ujian bagi yang ingin menyusul.

Kemudian kepala Biro Pendidikan, Ustadz Faruq Abshari, SPdI menjelaskan terkait agenda santri pascaujian, liburan, dan awal masuk semester genap. Termasuk di dalamnya adalah agenda pembagian raport untuk para santri. “InsyaAllah, pembagian raport untuk santri nonasrama adalah tanggal 29 Desember. Sedangkan untuk santri berasrama diambil saat orang tua datang ke pesantren saat mengantarkan santri usai dari liburan”

Sementara itu, kepala Biro Keuangan, Ustadz Ismail Amin, SPdI, juga menghimbau agar masalah keuangan dapat dikounikasikan dengan orang tua santri. Ustadz Ismail mengatakan bahwa santri berhak mendapatkan raport dan lainnya jika telah emenuhi haknya kepada pesantren hingga bulan Desember ini. Begitu pula Kepala Biro Dakwah dan Humas, Ustadz Katena, SPdI. Ia mengingatkan kepada seluruh santri, bahwa mengawali agenda liburan, seluruh santri akan diberangkatkan menjadi kafilah dakwah dalam kegiatan safari dakwah (safdak) Jabodetabek.

Lebih lanjut, koordinator safdak, Ustadz Muhlisin, SHI, menjelaskan bahwa safdak akan diberangkatkan secara serempak oleh pimpinan pesantren pada Selasa, 25 Desember mendatang. Pada kegiatan ini, jumlah kelompok yang ada sebanyak kurang lebih 131. Mereka akan melaksanakan safdak selama 3 hari. Usai itu, mereka diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

Di akhir pertemuan massal tersebut, pengasuh pesantren, KH Jamhari Abdul Jalal, Lc turut memberikan penekanan terhadap semua kegiatan pesantren. Beliau berharap semua kegiatan yang telah diagendakan oleh para pengurus pesantren tersebut dapat dilakukan dan berjalan dengan baik. Menurut beliau, semua yang diagendakan tersebut adalah bentuk pembinaan dan pendidikan.

Masih dalam taujihadnya, beliau memberikan tips-tips sukses berdakwah yang referensinya adalah akhlak Islam. Beliau berharap, para santri sukses di dalam ujian dan berbagai kegiatan yang tengah dilakukan. Ya, Allah. Berilah kami kekayaan ilmu. Hiasilah pribadi kami dengan kasih sayang. Muliakanlah kami dengan taqwa, dan jadikanlah kesehatan sebagai kekuatan kami! Amin (red)

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
TK Darunnajah Jakarta

Pentingnya Ilmu

Ilmu adalah cahaya yang menyinari disaat gelap menerpa. begitu pentingnya ilmu sampai ungkapan sahabat yang mengatakan ” JIka kamu menginginkan kebahagian dunia tuntulah ilmu, jika