DNKindergarten, 20/06

Sindrom Down adalah suatu kumpulan gejala akibat dari abnormalitas kromosom, biasanya kromosom 21, yang tidak berhasil memisahkan diri selama meiosis sehingga terjadi individu dengan 47 kromosom. Sindrom ini pertama kali diuraikan oleh Langdon Down pada tahun 1866.

Down Syndrom merupakan kelainan kromosom autosomal yang paling banyak terjadi pada manusia. Diperkirakan 20% anak dengan down syndrom dilahirkan oleh ibu yang berusia diatas 35 tahun. Synrom down merupakan cacat bawaan yang disebabkan oleh adanya kelebiha kromosom x. Syndrom ini juga disebut Trisomy 21, karena 3 dari 21 kromosom menggantikan yang normal.95% kasus syndrom down disebabkan oleh kelebihan kromosom.

Kelainan bawaan sejak lahir yang terjadi pada 1 diantara 700 bayi. Mongolisma (Down’s Syndrome) ditandai oleh kelainan jiwa atau cacat mental mulai dari yang sedang sampai berat. Tetapi hampir semua anak yang menderita kelainan ini dapat belajar membaca dan merawat dirinya sendiri.

Beberapa tanda fisik yang umum terlihat pada down syndrome :

1. Muka yang terlihat datar dengan mata yang terlihat seperti tertarik ke atas & leher yang pendek.

2. Bentuk garis tangan yang dalam.

3. Bintik putih di pupil mata.

4. Fungsi otot yang kurang & ikatan persendian yang longgar.

5. Kaki & tangan yang kecil.

Cara orangtua menghadapi anak down syndrome, berikut ini:

1. Lakukan intervensi dini sejak bayi. Lakukan terapi secara terpadu dan intensif agar hasilnya maksimal.

2. Hindari overprotective. Berilah anak DS kesempatan tumbuh dan berkembang. Dengan sosialisasi, dia akan terpacu tumbuh kembangnya.

3. Jangan berkecil hati. Dibutuhkan kesabaran ekstra, keuletan, dan ketulusan hati dalam mendidik anak DS. Sebab, dia memiliki bakat yang relatif sama dengan anak normal lainnya. Dengan intervensi dini dan melatihnya secara telaten, anak DS dapat diajarkan pelbagai hal, seperti menari, melukis, kerajinan tangan, bermain alat musik dan sebagainya. Sehingga, kelak dia dapat menjadi manusia produktif.

4. Rencanakan masa depan anak DS.

5. Berilah makanan yang mengandung sayuran dan buah guna mencegah penyakit metabolik, seperti jantung, obesitas, dan diabetes.

6. Terlibatlah dalam perkumpulan orangtua DS. Melalui perkumpulan itu orangtua mendapat wawasan, saling berbagi masalah yang dihadapi, atau bahkan saling menguatkan dengan menampilkan prestasi anak-anak DS. (Sumber: Tabloid Mom & Kiddie).

Anak dengan down syndrome juga dapat mempunyai prestasi yang membanggakan bagi orang tuanya, lingkungannya ataupun membawa harum nama bangsa di dunia internasional. Seperti Michael Rosihan Yacub, golfer (pegolf) muda berusia 20 tahun. Tahun 2009 lalu, ia meraih rekor MURI sebagai satu-satunya golfer penderita down sindrom di Asia. Reviera Novitasari (15) yang menderita down syndrome mendapat medali perunggu renang 100 meter gaya dada pada kejuaraan renang internasional di Canberra Australia, 11-13 April 2008. Jadi, jangan jauhi mereka, miliki mereka dalam hidup kita…..

sumber : internet

(sita, [email protected])