IKPDN Jawa Tengah Sukses Selenggarakan Halal Bi Halal Di Tegal

IKPDN Jawa Tengah Sukses Selenggarakan Halal Bi Halal Di Tegal

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

*Halal Bi Halal Di Tegal, Ciptakan Mental Warga IKPDN Jateng Jadi Pejuang Lebih Handal*

Sabtu, 6 Syawal 1443 H/ 7 Mei 2022 menjadi salah-satu hari bersejarah bagi warga Ikatan Keluarga Pesantren Darunnajah (IKPDN) Jawa Tengah.

Bergeser sedikit dari waktu yang dijadwalkan pada pukul 10.00 wib, agenda tahunan yang tertunda dua kali gegara Corona ini, dimulai oleh dua _master of ceremony_ (mc). Diawali dengan pembacaan Al Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Ayat Suci Al Qur’an dan sambutan-sambutan serta pencerahan (Taushiyah).

Sambutan perdana oleh Udtadz Muhtadin Abrori selaku Shohibul Bait. _”Alhamdulillah, lebih dari 200 yang hadir dalam agenda ini, tadi kami cek daftarnya, mungkin bisa lebih lagi!”._ Sambutan ini diselingi dengan penyampaian Tarhib dan Tasyji’ dari Tokoh Kota Tegal Bapak KH. Asmui Aziz.

Adalah Ustadz Ahmad Rosikhin Wasyraf menyampaikan sambutan atas nama perwakilan Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Wakil Kepala Penjamin Mutu Pendidikan Darunnajah yang sebelumnya sebagai Direktur Departemen Pengkaderan ini banyak menjelaskan sosialisasi terkait penerimaan santri beasiswa Tahfidh Al Qur’an dan beasiswa kader Ashabunnajah yang kini disebut Thulabu Minhah.

 

Adapun Ustadz Romanto Pribadi (Kepala Madrasah Aliyah Muhammadiyah Weleri Kendal) menyampaikan sambutan mewakili Pengurus IKPDC (kini telah berfusi menjadi IKPDN). dengan gaya khasnya, Ustadz Romanto mengajak penguatan dan soliditas gerak warga IKPDN Jateng. _”Jangan jadi seperti Monyet makan Manggis!”_ ungkapnya mememori pesan kuat ketika KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc menyemangati para santri.

Berikutnya, sesi pencerahan disampaikan oleh Ustadz Abdul Halim yang notabene juga representasi Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Bogor. Diantara poin penting yang disampaikan adalah agar para alumni sebagai Dai atau Muballigh supaya ‘mampu menyelami hati umat’. _”Untuk bisa bersatu maka kita harus nambah ilmu, harus ngaji lagi!”_ himbaunya full spirit sembari mencontohkan perbedaan dalam ranah furu’iyyah mestinya disikapi dengan wajar dan biasa saja, misalnya terkait pemahaman ayat-ayat mutasyabihat.

 

Rangkaian agenda sesi pertama diakhiri dengan pembacaan do’a oleh Ustadz Askuri (Bendahara IKPDN Jateng dan Kepala KUA Kecamatan Plantungan Kendal). Sebelum Sholat Dhuhur berjama’ah, para hadirin dan hadirat berfoto bersama secara bergantian: ikhwan wa akhwat. Usai Sholat Dzuhur, sambil menikmati santap siang diperdengarkan testimoni ‘succes story’ dari beberapa hadirin yang dikomandani Ketua IKPDN Jawa Tengah, Ustadz Ali Najib (Mudir Ma’had Al Aqwam Madrash Aliyah Negeri Kendal) antara lain oleh Ustadz Khatibul Umam yang memimpin lembaga pendidikan dari TK – MA, bahkan juga memiliki usaha konveksi. Selanjutnya testimoni dari Ustadz H. Ulin Nur Hafsun, alumni asal Sragen yang kini seorang Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Sragen banyak menyampaikan filosofi pengalaman menjadi santri untuk kehidupan masa kini.

Testimoni dari guru assabiqunal awwalun (generasi awal) disampaikan oleh Ustadz Bukhari. Alumni 87 TMI Darunnajah Jakarta ini termasuk yang pertama kali menginjakan kaki pertama kali di Darunnajah 2 Cipining sebelum ada santrinya. Banyak kisah perjuangan yang beliau sampaikan terkait bagaimana kondisi awal pesantren, seperti kenangan mandi di cekdam hingga nasi yang dicuri binatang. Ustadz yang terkenal dengan cerita Abu Nawas tersebut sangat senang dengan adanya Halal Bi Halal ini.

Ustadz Saeful Hadi Scada yang sempat disebut oleh Ustadz Bukhari dalam testimoninya, juga berkenan berbagi kesan dan pengalamannya awal mula di Darunnajah 2 Cipining. _”Dengan pertemuan ini dan mendengar testimoni, saya jadi ingat kata-kata para masyayikh ‘al ‘ilmu biddarsi (bitta’allumi) wal barakatu bilkhidmati’._. Salah seorang personalia Kwarcab Kabupaten Bogor yang masih terus aktif mendidik di Darunnajah 2 Cipining ini, juga menyemangati _”udkhuluu fii Daarinnajaah kaaffatan!”_

Sebagai closing presentation, Ustadz Nasihun Sugik (Pembina Pesantren) menyampaikan info update terkait perkembangan Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Juga, Ustadz Fakhruddin yang banyak berkisah kenangan perjuangan ketika mesantren, “Kelebihan pesantren adalah adanya berbagai kegiatan non akademik yang membentuk sikap santri siap memimpin dan dipimpin!” ungkapnya lugas dan tegas.

Usai sesi testimoni, annual meeting ini disempurnakan dengan mushafahah (jabatan tangan). Sampai jumpa lagi di Musyawarah Besar (Mubes) dan Halal Bi Halal / Silaturrahim Nasional (Silatnas) IKPDC/IKPDN yang insyaallah akan diselenggarakan pada Sabtu-Ahad, 4-5 Juni 2022 di almameter tercinta, Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor. (Wardan/Mr.MiM).

Pendaftaran Siswa Baru Pesantren Darunnajah