BP Cup Hari ke-5: Awas Ada Miss Point Plus-plus!

blank

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Waktu menunjukkan tepat  pada pukul 07.30 WIB dan salah satu dari panitia memberikan sedikit aba-aba, 1..2..3…4..5.. Para peserta pun sangat tergesas-gesa untuk bisa sampai menuju lapangan utama, karna perjanjiannya barang siapa di antara santri terlambat, maka siap-siap Miss Point Plus-Plus mulai bertindak.

Untuk pagi yang cerah, Sabtu, 19 Maret 2011. BP Cup memasuki hari ke-5 ini diawali dengan perlombaan perkusi dan parodi iklan. Perkusi adalah perlombaan permainan alat-alat bekas yang masih bisa digunakan untuk di jadikan sebuah musik nan indah dan pastinya sesuai dengan band yang sedang nge-trend di tahun 2011 ini. Dari berbagai macam barang yang peserta gunakan ada beberapa barang yang sangat jarang sekali dipakai. Ternyata barang kecilpun bisa digunakan lagi tergantung bagaimana kita bisa mengeluarkan ide-ide dan kreatifitas yang harus digali dan terus digali. Perlombaan parodi iklan dialokasikan di lapangan utama di bawah tanggung jawab Ina Rosdiana dan Kurniati Muharrom Amir.

Setelah itu disusul dengan perlombaan News Reading sekaligus Qiroatul Khabar (pembacaan berita menggunakan Bahasa Inggris dan Arab). Pada kesempatan kali ini para peserta diberi 5 konsep (teks) berita yang harus dipilih agar masing-masing peserta membaca berita dengan beragam. Putri Khoirunnisa (News Reading) dan Nihlah Ayu Hidayati (Qiroatul Khabar) memberikan kriteria penilaian, di antaranya pelafalan bahasa, mimik, dan cara penyampaian/pembacaan berita.

Kemudian lomba dilanjutkan dengan baca puisi 3 bahasa. Peserta lomba ini harus bisa membawakan puisi memakai 3 bahasa secara berurutan dan hanya 1 orang perwakilan dari masing-masing kelas. Pada lomba Hifzhul Qur’an yang bertempatkan di Masjid, Ulfah Maryam dan Zulfah Q.A sebagai juri memberikan potongan ayat. Kemudian peserta melanjutkan ayat tersebut. Penilaian juga meliputi Makhorijul huruf.

Untuk perlombaan selanjutnya yaitu Hias Tuna Netra. Maksudnya dalam menghias seorang model, perias ditutup matanya sehingga dia tidak akan bisa melihat apa yang akan di rias. Karena tertutup matanya, perlombaan ini sangat ramai. Dan pada perlombaan Lacak DNC, yaitu teka-teki soal tentang BP Cup 2011 membutuhkan kepintaran otak kanan dan otak kiri karna selain para peserta dituntut untuk menjawab teka-teki tersebut para peserta pun harus bisa mencari jawaban yang diberikan panitia. Perlombaan ini ditanggung jawabkan oleh Siti Muthi’ah dan Ayu Lestari.

Walaupun tenaga selalu diporsir dengan berbagai macam kegiatan tetap saja tak meruntuhkan semangat para santriwati untuk tetap eksis dalam perlombaan. Meski perlombaan ini hanya berlangsung sampai pukul 14.00 WIB, tapi kegiatan yang diadakan setiap hari inipun tak pernah ketinggalan, dan selalu berusaha menjaga kedisiplinan pesantren. (Warna/Putri Khoirunnisa)

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Serang Banten

Detik-detik melepas K.H. Saifuddin Arief

KH. Saifuddin Arief, SH.MHKH. Saifuddin Arief, SH.MHKH. Saifuddin Arief, SH.MHKH. Saifuddin Arief Memotivasi Santri Untuk BerprestasiDokumentasi Pemakaman K.H. Saifuddin Arief, S.H., M.HKalimat Takziah K.H. Nasir