WARDAN-Mengimplementasikan visi pesantren dalam menjadikan santri yang IMAMA (Imam, Muttaqien, Alim, Mubaligh, dan Amil) memerlukan paket program yang komprehansif. Kelima kompetensi tersebut adalah rumusan yang memformulasikan santri sebagai sosok pemimpin ummat masa depan. Memiliki kompetensi dalam menguasai agamanya dan berdedikasi tinggi secara aplikasi. Karena memang pesantren Darunnajah Cipining, kedepannya menjadi laboratorium khoiru ummah berbasis kurikulum Islam kaffah dengan kuantitas dan kualitas praktikum yang measurable.

Terkait dengan hal tersebut, salah satu kegiatan pasca UN dan ujian Nihai, agenda untuk santri kelas akhir adalah Praktik Dakwah dan Pengembangan Masyarakat (PDPM). Program yang mengeksplorasi produk selama 6 tahun dibina di pesantren ini, menjadi wahana santri untuk membuktikan dan merasakan bagaimana kehidupan bermasyarakat sebelum mereka terjun kembali di tengah-tengah masyarakat setelah menjadi alumni.
Dalam rapat perdana, Senin (8/3), pada sambutannya, kepala Biro Dakwah dan Humas, Ustadz Katena Putu Gandhi, S.Pd.I. mengapresiasi jajaran biro dakwah dan humas yang kembali bersedia menjadi panitia PDPM tahun ini. Selanjutnya, Ustadz asal Ponorogo ini memaparkan jadwal beserta agenda terkait dengan PDPM.
Menurut agenda, kegiatan PDPM akan dimulai tanggal 21-23 April dengan program pembekalan. Untuk pelaksanaan di lokasi dijadwalkan 24 April s.d. 3 Mei. Kegiatan akhir dilaksanakan pada tanggal 6 mei dengan laporan lisan di depan adik-adik kelasnya.
Pada kesempatan itu juga, Ustadz Nasikun selaku ketua panitia PDPM tahun sebelumnya, menyampaikan evaluasi tentang pelaksanaan PDPM tahun lalu. Kemudian, regenerasi kepanitiaan dianggapnya perlu, maka tahun ini, ketua panitia digantikan oleh Ustadz Muhlisin, setelah 4 tahun sebelumnya menjadi tanggung jawabnya.
Sementara itu, Ustadz Muhlisin yang menjabat ketua panitia PDPM kali ini, membuka dengan mengumumkan struktur kepanitiaan lengkap dengan sosialisasi job description masing-masing bagian. Namun tidak lupa, Ustadz asal Semarang ini mengharap bantuan dan arahan dari panitia sebelumnya, karena baru kali ini menjadi ketua. Menurut pengakuannya, selama ini Ustadz Muhlisin menempati posisi bagian kegiatan.
Point-point yang menjadi pembahasan selanjutnya adalah penentuan ketua-ketua kelompok, pemetaan lokasi wilayah, dan penentuan kriteria tempat tinggal yang sesuai dengan tujuan kegiatan. Beberapa hal yang menjadi kriteria tempat/lokasi PDPM adalah dekat sekolahan, terdapat majelis taklim, terdapat masjid, terdapat TPA/TPQ atau Madrasah Diniyah.
Adapun agenda pembinaan santri akan dimulai saat ini. Pembinaan yang dapat dilakukan adalah menjadi imam sholat berjamaah, taklim, adzan, iqomah, dan kegiatan lain yang bersifat rutinitas ibadah harian. Dan untuk mempermudah pembekalan, 72 santri bakal peserta PDPM akan dikarantina di lokasi masing-masing.




