Belajar dari “Mr.Crack”
Menu

Belajar dari “Mr.Crack”

Bacharuddin Jusuf Habibie

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email
Bacharuddin Jusuf Habibie
Bacharuddin Jusuf Habibie

Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, Tokoh yang sering kita kenal dengan sebutan Pak Habibie, adalah Presiden RI yang ke-3. Bacharuddin Jusuf Habibie dikenal dengan intelektualnya yang kuat, dan terkenal hingga kepenjuru dunia khususnya negara dibagian benua Eropa. Habibie juga dikenal sebagai “Mr Crack” karena keahliannya menghitung crack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang

BJ Habibie mengemban amanah sebagai prsiden RI pada masa itu, karena kecerdasanya yang sudah terkenal. Habibie belajar di RWTH Aachen, Jerman Barat mengenai spesialisasi kontruksi pesawat terbang. menerima gelar diplom ingenieur pada 1960 dan gelar doktor ingenieur pada 1965 dengan predikat summa cum laude. Kemudian bekerja dibanyak perusahaan pesawat terbang dan menjabat kedudukan yang penting.

Anak Santri Belajar Untuk Bangsa dan Agamanya

Apa rahasia dari kesuksesan Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie ini ? ternayata dibalik kesuksesanya, ada Keimanan dan Intelektual yang berimbang. Semasa sekolahnya dulu di Eropa, tokoh yang dikenal dengan sapaan Rudy ini mendedikasikan dirinya untuk belajar dan membuat inovasi. Waktunya banyak dihabiskan di Perpustakaan yang dibuka untuk umum. dengan keuangan miliknya yang minim, Pak Habibie mampu survive di negara jerman diusia belia. kecintaanya pada bangsa dan ilmu pengetahuan, membuat semangat yang bergumuruh di dadanya tak pernah padam.

karyanya mendunia dan bermanfaat untuk seluruh manusia. pesanya Bacharudin Jusuf Habibie kepada anak bangsa “anak muda harus punya keinginan tahu yang kuat dan harus bisa menfaatkan waktunya dengan baik.”

 

 

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Tiga Tanda Kebahagian Seorang Muslim

Tidak ada satupun manusia di dunia ini kecuali dia sedang mencari dan mengharapkan suatu kebahagian, yaitu: “Kebahagiaan di dunia yang fana dan terlebih lagi kebahagian