Bagaimana Pesantren Mengasuh Santrinya?
Menu

Bagaimana Pesantren Mengasuh Santrinya?

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Di pesantren Darunnajah Cipining terdapat satu biro dengan nama biro pengasuhan. Dinamai pengasuhan karena memiliki tanggung jawab untuk mengatur tata kehidupan santri dari semenjak bangun tidur  hingga tidur kembali. Selama santri terjaga, maka tugas mengasuh mereka telah menjadi amanat biro ini dengan agenda yang proporsional, konseptual dan terjadwal.

Biro yang kini dikepalai oleh Ustadz Ahmad Rosichin, S.Pd.I. ini memiliki cakupan tugas yang semakin luas. Beliau membawahi keseluruhan asrama yang ada, yaitu asrama santri putra, asrama santri putri, asrama santri tahfizh Al-Qur’an, asrama santri SD/MI, dan asrama santri kmpus 2. Untuk memudahkan koordinasi dengan semua asrama, beliau menunjuk kepala-kepala asrama.

Besarnya setiap asrama di pesantren, masing-masing kepala asrama juga dibantu oleh para wali kamar. Dari setiap kamar, terdapat 1 hingga 2 wali kamar. Wali-wali kamar inilah yang langsung bersentuhan dengan para santri, maka mereka  menempati posisi  pengganti wali santri. Secara langsung, untuk mengecek keadaan santri, wali santri dapat menghubungi wali kamar, baik berkomunikasi secara langsung maupun melalui alat komunikasi (SMS, telephon).

Untuk memudahkan konsolidasi dan instruksi, jajaran biro ini melaksanakan musyawarah bersama pada setiap Rabu malam. Di kesempatan inilah, segala hal yang berkaitan dengan kepengasuhan santri dibahas. Segala masalah dicarikan solusi, berbagi informasi, dan saat melakukan berbagai konfirmasi. Diharapkan dari musyawarah ini, jajaran biro pengasuhan menyamakan persepsi dan visi dalam mengasuh santri.

Adapun secara umum, kegiatan santri dari pagi hingga malam hari adalah bangun pagi kira-kira 30 menit menjelang Shubuh. Diharapkan sebelum sholat Shubuh mereka dapat menambah dengan sholat-sholat sunnah lain. Usai Shubuh, mereka mengaji secara massal di masjid hingga pukul setengah 6. Selanjutnya adalah persiapan ke sekolah dengan mandi pagi dan sarapan. Pukul 7 kurang 10 menit hingga setengah 2 siang mereka masuk kelas formal.

Pulang sekolah lalu makan siang dan istirahat sampai menjelang sholat Ashar. Ba’da Ashar mereka melakukan berbagai kegiatan ekstra seperti olah raga, seni, pramuka, dll. Pukul 5 sore, mereka kembali mandi dan pergi ke masjid. Setelah sholat Maghrib, mereka makan malam dan kembali lagi masjid guna sholat Isya. Selepas Isya inilah semua santri wajib belajar di masjid hingga menjelang pukul 10 malam.

Secara umum, dalam kegiatan kepesantrenan, pesantren dalam hal ini biro pengasuhan santri mewajibkan 3  program ekstra yang harus diikuti oleh setiap santri, yaitu pramuka, silat (putra), dan latihan pidato 3 bahasa (muhadloroh). Untuk membantu semua kegiatan tersebut, biro pengasuhan juga membentuk berbagai macam organisasi santri. Selain mendapatkan bimbingan dari dewan guru secara langsung, kepengurusan dari santri inilah yang membantu disiplin dan kegiatan kepengasuhan santri. (Wardan/Billah)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

HASIL TES SELEKSI MASUK GELOMBANG KETIGA DARUNNAJAH JAKARTA

بسم الله الرحمن الرحيم SURAT KEPUTUSAN 67.A/PPSB-TMI/DN/VI/2020 TENTANG HASIL TES SELEKSI MASUK GELOMBANG KETIGA TARBIYATUL MUALLIMIN/AT AL-ISLAMIYAH (TMI) PONDOK PESANTREN DARUNNAJAH TAHUN AJARAN 2020-2021