Menu

Amalan Rasulullah SAW. Ketika Terjadi Awan Gelap dan Angin Topan

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Aisyah r.a. berkata, apabila terjadi mendung, awan hitam, dan angin kencang, wajah Nabi saw. yang biasa memancarkan nur, akan terlihat pucat karena takut kepada Allah. Beliau keluar masuk masjid dalam keadaan gelisah sambil membaca do’a berikut ini:

اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ

“Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya.”

Aisyah r.a. berkata lagi, “Apabila hujan mulai turun, maka wajah Rasulullah saw, akan menjadi ceria. Saya bertanya kepada beliau, “Ya Rasulullah, apabila terlihat awan mendung semua orang merasa gembira karena menandakan hujan akan turun, tetapi mengapa engkau justru terlihat ketakutan?” Rasulullah saw. menjawab, “Wahai Aisyah, bagaimana saya dapat meyakini bahwa angin kencang dan awan mendung itu tidak akan mendatangkan adzab Allah? Kaum `Ad telah dibinasakan oleh angin topan. Ketika mereka melihat awan mendung, mereka merasa gembira karena mengira akan segera turun hujan. Padahal bukan hujan yang turun, melainkan adzab Allah untuk membinasakan mereka.” Allah berfirman:

فَلَمَّا رَأَوۡهُ عَارِضٗا مُّسۡتَقۡبِلَ أَوۡدِيَتِهِمۡ قَالُواْ هَٰذَا عَارِضٞ مُّمۡطِرُنَاۚ بَلۡ هُوَ مَا ٱسۡتَعۡجَلۡتُم بِهِۦۖ رِيحٞ فِيهَا عَذَابٌ أَلِيمٞ ٢٤تُدَمِّرُ كُلَّ شَيۡءِۢ بِأَمۡرِ رَبِّهَا فَأَصۡبَحُواْ لَا يُرَىٰٓ إِلَّا مَسَٰكِنُهُمۡۚ كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ٢٥

“Maka ketika mereka (kaum ‘Ad) melihat awan itu menuju ke lembah-lembah mereka, mereka berkata, ‘Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita.’ Bukan, bahkan itulah ancaman yang kamu minta segerakan, yaitu angin yang di dalamnya terdapat adzab yang pedih yang membinasakan segala yang diperintah Rabbnya, sehingga jadilah mereka tidak terlihat melainkan tempat-tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami balas kaum yang durhaka.” (Qs. al Ahqaf ayat 24 – 25)

Hikmah:

Inilah perasaan takut kepada Allah Swt. yang dicontohkan oleh Sayyidul awwaliin wal aakhirin Rasulullah saw.. Hal ini dapat diketahui melalui kisah-kisah beliau. Allah Swr. telah berjanji dalam firman-Nya bahwa Dia tidak akan menyiksa Suatu kaum selama Nabi saw. berada di dalamnya. Namun walaupun demikian, Rasulullah saw. tetap merasa takut kepada Allah Swt. jika terjadi awan mendung atau angin topan, beliau teringat kaum-kaum terdahulu yang telah diadzab oleh Allah Swt.. Ini adalah suatu teladan bagi kita. Marilah kita melihat diri kita yang bergelimang dengan noda dan dosa, kita tidak pernah merasa takut apabila terjadi banjir, gempa bumi, dan sebagainya. Hanya sedikit manusia yang menyibukkan diri dengan beristighfar dan bertaubat kepada Allah Swt. serta mengerjakan shalat. Sedangkan sebagian besar lainnya masih tetap dengan kelalaian mereka. [WARDAN/@abuadara]

Dikutip dari Hikayat Para Sahabat – Kumpulan Kisah Perasaan Takut Rasulullah SAW dan Para Sahabat kepada Allah ‘Azza Wa Jalla | Fadhilah Amal 

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Informasi Perubahan Kalender Pendidikan Tahun 2019-2020 Kelas 3 TMI Darunnajah Jakarta

Perihal  : Informasi Perubahan Kalender Pendidikan  Tahun 2019/2020                                  31 Maret 2020                                                                 Yang terhormat, Bapak/Ibu Orang Tua Santri Kelas III