Darunnajah, 28 oktober 2017

Menjadi santri tak semudah membalikan telapak tangan, kenapa begitu?
Seseorang yang tinggal di tempat yang berbeda perlu adanya pembiasaan. Tentu banyak rintangan yang harus di hadapi santri selama tinggal di pesantren, antara lain ketika orang lain yang seumuran dengannya tengah berada pada dekap kasih sayang orang tua, namun seorang santri harus rela mandiri jauh dari orang tuanya, terkadang rasa rindu datang menghampirinya yang membuat seorang santri harus sabar menunggu waktu untuk di jenguk orang tuanya.
Seorang santri harus sabar ketika makan seadanya, tidur tak senyenyak di rumah, jadwal mengajinya lebih banyak, dan segala sesuatu harus mereka lakukan sendiri tanpa bantuan orang tuanya, tidak sedikit yang putus di tengah jalan karena tidak mampu bertahan belajar di dalam pesantren.
Begitupun yang terjadi pada Santri Cilik Darunnajah 2 Cipining, pada usia yang seharusnya masih mendapatkan kasih sayang keluarga, namun mereka sudah rela menimba ilmu di pesantren, di muali dari kelas 1 sampai 6 MI. Sama halnya dengan santri yang lain, ketika awal mereka masuk banyak yang menangis karena kangen orang tua dan kerabatnya,
Namun itu hal yang wajar.
Untuk mengantisipasi itu para pembimbing santri cilik tersebut mendawmkan sebuah amalan yang tujuannya untuk membuat para santri betah di pesantren.
Beberapa kegiatan yang sering di laksanakan di pesantren santri cilik tersebut antara lain :


Santri cilik rutin membaca alqur’an (surat2 pilihan Al-waqiah, Ar-Rahman, Al-Mulk, Al-kahfi dll) seusai solat Isya. kemudian setelah selesai membaca Alqur’an dilanjutkan solat witir berjama’ah yg imamnya selain dari pembimbing, Santri kelas 6 juga dapat giliran atau jadwal untuk menjadi Imam solat witir yg tujuannya agar mereka terlatih menjadi Imam (sekalian praktek imamah).
Selain itu, santri di ajarkan untuk membiasakan membaca surat Al-Insyiroh sebanyak 3 kali setelah solat 5 waktu yg dibaca secara bersama-sama dengan tangan kanan memegang dada mereka, karena dengan sering mendawamkan surat ini, sntri akan diberi ketenangan, betah dan nyaman belajar di pesantren.

(Wardan/Moz_art)