Menu

Amal Ma’ruf Nahyi Munkar

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email
amal ma’ruf Nahyi Munkar

Allah telah menciptakan Manusia sebagai Makhluk-Nya yang paling sempurna. Ada 2 hal yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya ialah akal fikiran dan hawa nafsu. Manusia dalam ilmu social dikategorikan sebagai makhluk zoonpoliticon yakni makhluk social yang membutuhkan manusia lainnya yang berate tidak dapat hidup sebatang kara. Dalam keimanan pun begitu, sering kita lupa atas syariat yang telah ditentukan dan ditetapkan. Akhirnya kita berjalan menyeleweng ke jalan yang seharusnya tidak ditempuh. Iblis pernah berjanji akan terus menggoda dan menjerumuskan anak-cucu Nabi Adam ke dalam api Neraka bersamanya sampai akhir zaman. Sebagai umat Islam seharusnya kita beperperan aktif dan ikut andil dalam memperbaiki kerusakan-kerusakan Aqidah yang ada. Salah satunya ialah dengan ber-amal Ma’ruf Nahyi Munkar “menyuruh pada kebaikan dan melarang pada kebatilan.” Hal ini juga menjadi salah satu bentuk berdakwah, terlihat sepele namun sebenarnya berdampak luar biasa. Nasihat tentang kesabaran dan ketaqwaan jika terserap oleh hati yang gersang akan dapat mengubah karakter seseorang. Saat Dr. Zulkarnain berkesempatan datang dan menyampaikan nasihat-nasihat, ada kalimat-kalimat yang mampu menyinggung umat muslim di Indonesia. Indonesia adalah negara terbesar yang penduduknya mayoritas Beragama islam, namun mengapa hal-hal yang menyeleweng dari syariat justru tinggi sekali kejadiannya di kalangna masyarakat ?  jawabannya ialah, karena kurangnya taqarub atau pendekatan diri dengan Al-quran, baca hanya sekedar baca, tanpa perenungan, tanpa penghayatan padahal Al-quran adalah aturan-aturan atau pedoman yang menuntun kita untuk menempuh jalan hidup yang benar. Kemudian factor berikutnya ialah karena kurangnya saling nasihat- menasihati dalam kebaikan dan kesabaran, masa bodo dengan kemaksiatan-kemaksiatan dan kerusakan-kerusakan Aqidah yang terjadi di ruang lingkup Masyarakat. Maka Amal Ma’ruf Nahyi Munkar (menyuruh pada kabaikan dan melarang pada kebatilan) adalah sebuah kewajiban yang harus kita lakukan. Memang kecil terlihat tak berarti, namun begitulah hal kecil jika dilakukan terus menerus akan menjadi sesuatu yang berarti.

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor

Biografi Maulana Malik Ibrahim (1404-1419 M)

Maulana Malik Ibrahim rah.a putra dari Syekh Jumadil Kubra (Maulana Akbar)[1]. Pada umumnya, silsilah Maulana Malik Ibrahim dianggap termasuk keturunan Rasulullah SAW, Meskipun masih terjadi