Pernah nggak sih kamu mikir, kok bisa ya TikTok atau Instagram “tahu banget” apa yang lagi kita suka? Baru aja mikirin sepatu lari, eh iklannya langsung muncul di linimasa.
Banyak orang bilang itu canggihnya teknologi zaman now. Padahal, rahasia di balik kecanggihan itu sebenarnya sudah diracik ribuan tahun lalu oleh seorang ilmuwan muslim jenius di tengah gurun pasir.
Kenalan yuk sama Al-Khawarizmi. Tanpa dia, HP yang kamu pegang sekarang mungkin cuma jadi batu bata mahal.
Siapa Sih Al-Khawarizmi?
Bayangkan Baghdad di tahun 800-an Masehi. Kota itu bukan zona perang seperti di berita-berita lama, tapi “Silicon Valley”-nya zaman dulu. Pusat teknologi dan ilmu pengetahuan dunia kumpul di sana, tepatnya di tempat bernama Baitul Hikmah. Di situlah Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi bekerja. Dia bukan programmer (karena belum ada komputer), tapi dia adalah ahli matematika super jenius. Dia hobi banget memecahkan masalah rumit dengan cara yang simpel dan teratur.
Gara-Gara “Lidah Keseleo”, Lahirlah Algoritma
Kamu tahu kata “Algoritma”? Itu istilah keren untuk “langkah-langkah menyelesaikan masalah”.
Nah, asal usul katanya lucu. Ketika buku-buku Al-Khawarizmi dibawa ke Eropa, orang-orang Barat susah banget menyebut nama “Al-Khawarizmi”. Lidah mereka keseleo, dan akhirnya melafalkannya jadi “Algoritmi”.Lama-kelamaan, kata “Algoritmi” berubah jadi “Algorithm” atau Algoritma.Jadi, setiap kali programmer bilang “lagi ngoding algoritma”, mereka sebenarnya lagi menyebut nama ulama muslim ini. Keren, kan?
Resep Masak vs. Coding
Apa sih hebatnya penemuan dia?
Al-Khawarizmi mengajarkan kita untuk berpikir runtut.
- Kalau mau masak mie instan: Buka bungkus > Rebus air > Masukkan mie > Tuang bumbu > Selesai.
- Kalau komputer mau kerja: Input data > Proses logika > Tampilkan hasil.
Pola pikir “langkah demi langkah” inilah yang jadi nyawa semua software di dunia. Mulai dari game Mobile Legends sampai aplikasi Gojek, semua jalan pakai logika yang diajarkan Al-Khawarizmi.
Sang Penyelamat Angka Nol
Satu lagi jasa besarnya: Angka Nol (0).
Dulu, orang Eropa pakai angka Romawi (I, V, X, L, C). Kebayang nggak kalau kamu harus ngitung uang jajan pakai angka Romawi? Ribet banget!
Al-Khawarizmi mempopulerkan sistem angka 0 sampai 9 yang kita pakai sekarang. Kenapa ini penting buat dunia digital? Karena komputer cuma ngerti bahasa biner (kode 1 dan 0). Tanpa angka nol yang diperkenalkan Al-Khawarizmi, kode biner nggak akan pernah ada.
Warisannya Ada di Saku Kita
Al-Khawarizmi memang sudah wafat ribuan tahun lalu. Tapi sadar nggak sadar, dia “hidup” di saku celana kita setiap hari.
Setiap kali kamu:
- Scroll media sosial (yang diatur algoritma),
- Transfer uang lewat mobile banking (yang diamankan kode enkripsi),
- Atau nanya ke ChatGPT…
…itu semua berkat fondasi yang dibangun oleh beliau.
Jadi, Al-Khawarizmi bukan cuma tokoh sejarah yang fotonya dipajang di buku pelajaran. Dia adalah arsitek yang meletakkan batu pertama untuk dunia canggih yang kita nikmati hari ini.
Penulis : Muhamad Fahmiyudin




