Ajang Nostalgia Alumni Kader

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Alumni kader (Ashabunnajah) TMI Darunnajah Cipining terhitung dari angkatan perdana hingga sekarang ini berjumlah 113 orang. Sebagian dari mereka telah kembali ke kampung halaman untuk membangun dan mengembangkan tanah kelahiran masing-masing, sebagian lain ada yang aktif di lembaga pendidikan, dunia marketing, serta sebagian lagi masih bertahan mengembangkan diri di Darunnajah Cipining, almamater tercinta. Dari jumlah alumni kader yang cukup besar dan dengan aktifitas mereka yang beragam tersebut, sangat sedikit sekali tersedia waktu untuk sekedar berjumpa dan bertukar pengalaman dengan sesama alumni.

Membaca hal ini, Biro Pengkaderan Pesantren Darunnajah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan Halalbihalal Konsulat Jawa Tengah di rumah Ustadz Ahmad Abdullah Khuseini, Parakan Sebaran, Pageruyung, Kendal pada hari Kamis, 6 Syawwal 1428 H bertepatan dengan 18 Oktober 2007. Acara ini dirasa sangat tepat, mengingat sebagian besar alumni kader memang berasal dari Jawa Tengah.

Acara diawali dengan sambutan Pimpinan Pesantren Darunnajah. Beliau mengutarakan bahwa alumni kader harus “tetap hidup” di mana pun ia berada. Maksudnya adalah alumni kader hendaknya senantiasa berbakti dan berkarya dalam dakwah baik di almamater sendiri (Darunnajah Cipining), di lembaga pendidikan, ataupun di bidang yang lain. Alumni kader juga diharapkan mempunyai program yang jelas sehingga tetap bersatu padu menjalin silaturrahim.

Usai sambutan pimpinan pesantren, acara dilanjutkan dengan introduksi profil alumni angkatan-angkatan awal untuk diketahui apa dan sejauh mana kiprah mereka di tempat tinggal masing-masing. Hal ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada alumni yang lain dalam berjuang di “dunia”nya masing-masing. Banyak sekali pengalaman yang disampaikan dari yang menggugah semangat, bahan ada yang lucu. Dengan begini alumni baru pun menjadi lebih mengenal senior-senior mereka.

Tak terasa waktu shalat Zhuhur telah tiba. Acara pun dihentikan sementara untuk melaksanakan shalat berjamaah. Selanjutnya adalah ramah tamah. Nuansa keakraban dan kekeluargaan tampak jelas sekali siang itu. Sebagian alumni membawa serta istri dan anak masing-masing. Tamu yang hadir di antaranya adalah dewan guru, santri ashabunnajah dan sejumlah karyawan asal Jawa Tengah.

Sebelum acara berakhir, Bapak Sudiyono (asal Weleri) yang selama ini aktif urun rembug dalam hal pengkaderan menyampaikan sambutan dan motivasi kepada alumni yang hadir saat itu. Intisari sambutan beliau adalah bahwa kader Darunnajah hendaknya senantiasa menyelami falsafah lagu Himne Pondok, terutama dalam penggalan “Wahai Pondok tempatku, laksana ibu kandungku”. Artinya adalah, alumni kader yang tinggal di Darunnajah Cipining harus disiplin, gigih, dan pantang menyerah dalam mengembangkan serta memajukan almamater tercinta. Dan bagi alumni yang tinggal di luar berarti harus mampu mikul dhuwur, mendhem jero, menjaga dan mengharumkan nama Darunnajah Cipining.

Usai menyimak sambutan dan motivasi tersebut, acara diisi dengan pemilihan Koordinator Konsulat Jawa Tengah. Formasi kepengurusannya adalah double person sehingga alumni kader yang tinggal di wilayah Jawa Tengah tetap terkoordinir sebagaimana alumni yang ada di Darunnajah Cipining. Terpilih sebagai ketua adalah Ustadz Romanto Pribadi S.Pd.I (Weleri) dan Ustadz Muhlisin Muhtarom S.H.I. (Darunnajah Cipining), sekretaris Zuhri M. Thoha dan Amin Songgirin S.H.I, bendahara Ustadz Ali Najib dan Ustadz. Ahmad Idris. Dengan tersusunnya kepengurusan tadi, ke depannya diharapkan ada program-program yang berkesinambungan sehingga terjalin silaturahmi yang kuat antaralumni.

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor

Video Call Santri Dengan Orang Tua

Pesantren memberi fasilitas video call gratis bagi santri untuk menjalin komunikasi yang baik dengan ayah dan ibu tercinta Darunnajah Principal’s Speech On The Courtesy Call