Fathul Kutub Membangun Literasi dan Nalar Kritis Santriwati

Fathul Kutub Membangun Literasi dan Nalar Kritis Santriwati

Fathul Kutub Membangun Literasi dan Nalar Kritis Santriwati

Pondok Pesantren Darunnajah 9 menyelenggarakan kegiatan akademik yang berorientasi pada penguatan tradisi keilmuan santri, yaitu Fathul Kutub. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari pada tanggal 8–10 Februari, dengan peserta seluruh santriwati kelas 5 TMI. Fathul Kutub menjadi salah satu program unggulan yang dirancang untuk menumbuhkan kemampuan literasi, berpikir kritis, serta keterampilan diskusi ilmiah berbasis sumber-sumber rujukan berbahasa Arab.

Fathul Kutub secara harfiah bermakna “membuka kitab”, yaitu kegiatan ilmiah yang menuntut santriwati untuk menggali, membaca, memahami, dan menganalisis isi kitab-kitab berbahasa Arab. Dalam pelaksanaannya di Pondok Pesantren Darunnajah 9, kegiatan ini dikemas dalam bentuk diskusi ilmiah berbahasa Arab, sehingga tidak hanya melatih pemahaman isi kitab, tetapi juga kemampuan berbahasa Arab secara aktif dan aplikatif.

Kegiatan Fathul Kutub diawali dengan pembekalan materi oleh para asatidz dan asatidzah. Pada tahap ini, santriwati diberikan arahan terkait metode membaca kitab, teknik memahami teks Arab, cara menemukan dalil dan pendapat ulama, serta langkah-langkah menyusun pembahasan secara sistematis. Pembekalan ini menjadi fondasi penting agar seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama sebelum memasuki tahap praktik dan diskusi.

Fathul Kutub Membangun Literasi dan Nalar Kritis Santriwati
Pembekalan Fathul Kutub oleh Ustadzah Nurhalimah Sibar, S.Pd

Setelah pembekalan, santriwati diarahkan untuk menulis dan membaca hasil kajian berdasarkan tema atau permasalahan yang telah ditentukan. Permasalahan yang dibahas tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga relevan dengan kondisi dan tantangan masa kini, sehingga santriwati dilatih untuk mengaitkan khazanah keilmuan klasik dengan realitas kehidupan modern. Proses ini menuntut ketelitian, ketekunan, serta kemampuan berpikir kritis dalam menyaring dan menyampaikan informasi.

Dalam sesi pembahasan, santriwati mempresentasikan hasil kajiannya menggunakan bahasa Arab, kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama. Pada tahap ini, para peserta dilatih untuk menyampaikan pendapat secara ilmiah, mengemukakan argumen yang logis, serta menghargai perbedaan pandangan. Diskusi berlangsung dengan suasana yang aktif dan dinamis, mencerminkan semangat keilmuan yang menjadi ciri khas pesantren.

Puncak kegiatan Fathul Kutub ditandai dengan Munaqosyah Ammah (Diskusi Terbuka) yang diikuti oleh seluruh peserta. Pada sesi ini, santriwati terlibat dalam diskusi terbuka untuk membahas berbagai pandangan dan kesimpulan yang telah dihasilkan selama kegiatan. Munaqosyah Ammah menjadi ajang evaluasi sekaligus penguatan pemahaman, karena setiap peserta diberi kesempatan untuk bertanya, menanggapi, dan menyampaikan pendapatnya secara terbuka.

Fathul Kutub Membangun Literasi dan Nalar Kritis Santriwati
Diskusi Ilmiah oleh Santriwati Kelas 5 TMI

Tujuan utama dari kegiatan Fathul Kutub ini adalah meningkatkan literasi santriwati, khususnya literasi kitab berbahasa Arab, serta memicu kemampuan berpikir kritis. Santriwati tidak hanya diajak untuk membaca, tetapi juga memahami, menganalisis, dan menyikapi permasalahan secara mendalam. Dengan demikian, mereka tidak sekadar menjadi pembaca pasif, melainkan mampu menjadi penelaah dan pemikir yang argumentatif.

Melalui kegiatan Fathul Kutub, Pondok Pesantren Darunnajah 9 menegaskan komitmennya dalam menjaga dan mengembangkan tradisi keilmuan pesantren. Kegiatan ini tidak hanya membekali santriwati dengan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter ilmiah, kritis, dan komunikatif. Diharapkan, pengalaman ini dapat menjadi bekal berharga bagi santriwati kelas 5 TMI dalam melanjutkan peran mereka sebagai generasi intelektual Muslim yang berwawasan luas, berakhlak, dan mampu menjawab tantangan zaman. -NA

Pendaftaran Santri Baru