Kontingen santri Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining menunjukkan performa gemilang dalam ajang kompetisi Darul Muttaqien Open (DMO) ke-10 yang diselenggarakan pada Sabtu 31 Januari hingga 2 Februari 2026. Sebanyak 44 santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) dari kelas 1 hingga 3 diberangkatkan ke Pondok Pesantren Darul Muttaqien. Kompetisi yang bertujuan menyambung tali silaturahmi antar sekolah ini melibatkan seluruh MTs dan SMP se-Jabodetabek, menjadikannya arena krusial bagi pengembangan bakat santri dalam suasana persaudaraan.


Santri Darunnajah 2 Cipining berhasil membawa pulang sembilan gelar juara di berbagai mata lomba, membuktikan kualitas pendidikan integral yang ditekankan. Prestasi ini terbagi atas tiga gelar Juara 1, tiga Juara 2, dan tiga Juara 3 yang tersebar merata di bidang agama dan
kebahasaan. Selain meraih Juara 1 Story Telling Bahasa Arab dan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), kontingen juga sukses mengamankan Juara 1 Broadcasting Arab. Pencapaian tersebut tidak lepas dari tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam sesi latihan dengan kondisi cuaca tak menentu yang membuat lapangan licin dan latihan kurang efektif.
Filosofi utama kegiatan, yang ditekankan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darul Muttaqien, KH. Mad Rodja Sukarta, adalah bahwa tali silaturahmi yang didapati jauh melebihi nilai kemenangan. Semangat ini menjadi pemacu mental santri yang diakui sempat kurang kuat. Keikutsertaan dalam DMO ke-10 ini menambah pengalaman berharga bagi 44 santri dan berfungsi sebagai sarana penyambung silaturahmi yang efektif antar sekolah Islam. Dalam kategori Juara 2, tim meraih tiga medali dari Pidato Bahasa Arab, Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), dan Pidato Bahasa Indonesia. Sementara di kategori Juara 3, Pesantren berhasil mengamankan gelar dari Story Telling Bahasa Inggris dan Pidato Bahasa Inggris. Kegiatan DMO ke-10 berjalan dengan baik dan lancar, menuai respon sangat positif dari para peserta yang merasa senang serta antusias dalam mengikuti perlombaan. Meskipun tim belum berhasil meloloskan perwakilan dalam empat cabang olahraga yang diikuti, pihak Pesantren melihat partisipasi ini sebagai fondasi berharga.

Untuk persiapan ajang selanjutnya, Pesantren berkomitmen mengadakan latihan rutin yang lebih serius dan terstruktur. Masyarakat diajak untuk terus mendukung pembinaan karakter dan keahlian santri sebagai investasi masa depan bangsa.
(WARDAN/Kaa)




