Membaca Spirit Tarbiyah dalam Praktik Amaliyah Tadris

Membaca Spirit Tarbiyah dalam Praktik Amaliyah Tadris

Pesantren Darunnajah 2 Cipining kembali menggelar agenda krusial bagi santri akhir TMI, yakni Praktik Amaliyah Tadris Atau Praktik Mengajar. Kegiatan ini berlangsung sejak Ahad, 18 Januari
2026, hingga 4 Februari 2026, melibatkan total 246 santri kelas 6 TMI. Program ini bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan fondasi utama untuk menanamkan pemahaman mendalam
tentang Thoriqoh tadris serta membentuk karakter guru yang matang sebelum terjun ke masyarakat. Praktik Amaliyah Tadris merupakan inti dari proses pendidikan yang diselenggarakan oleh Panitia Tarbiyah Amaliyah (Departemen TMI) dengan tujuan melahirkan guru-guru yang bervalue. Output yang diharapkan adalah kemampuan santri untuk menjadi pendidik yang baik, baik dari sisi kepribadian (akhlak) maupun penguasaan teknik mengajar yang efektif secara profesional.

Data statistik menunjukkan bahwa sebanyak 246 peserta, terdiri dari 124 santri putra dan 122 santri putri Kelas 6 TMI, berpartisipasi aktif dalam program intensif ini. Meskipun panitia melaporkan adanya tantangan berupa perbedaan kemampuan dasar santri dan keterbatasan waktu, semangat untuk menjalankan kegiatan inti pendidikan ini tetap menjadi prioritas utama. Untuk mengatasi tantangan sekaligus meningkatkan kualitas, terdapat inovasi dalam pelaksanaan tahun ini. Kelebihan kegiatan kali ini adalah penggabungan beberapa materi yang
memiliki Thoriqoh serupa menjadi satu waktu, menciptakan efisiensi yang lebih besar dan memungkinkan santri fokus pada kedalaman materi.Untuk memastikan kualitas pembekalan, Pesantren menghadirkan narasumber yang memiliki kafaah di bidang tersebut, salah satunya Ust. H. Dayu Muhammad Hidayatullah, Lc., M.A.
Beliau adalah Direktur KMI Pondok Pesantren Darel Azhar, Rangkasbitung, yang memberikan perspektif vital mengenai metodologi pengajaran. Selain beliau, hadir juga Ust. Akhmad Balya Ibnu Malka, S.Pd.I, pengajar Darel Azhar, Ust. Abdul Muiz dari Pondok Pesantren Darul Falah Sukabumi, dan Ust. Iwan Halwani, Guru Darunnajah Ulujami.

Kehadiran para tokoh ini memastikan bahwa santri mendapatkan bimbingan yang teruji dan relevan dengan tantangan pendidikan kontemporer.Respon dari peserta dan pihak terkait terhadap pelaksanaan kegiatan ini dilaporkan sangat baik. Program ini memang merupakan agenda yang sangat dibutuhkan oleh santri Kelas 6 TMI untuk transisi peran. “Selain menjadi syarat kelulusan, program ini juga berfungsi sebagai kawah candradimuka yang menyiapkan mental dan kompetensi mereka,” ujar perwakilan Panitia Tarbiyah Amaliyah. Secara keseluruhan, Praktik Amaliyah Tadris berjalan dengan baik, menegaskan komitmen Pesantren dalam mencetak pendidik profesional. Lulusan TMI yang telah melewati proses tarbiyah intensif ini diharapkan dapat membawa semangat pengajaran yang mumpuni, memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan Islam di seluruh Indonesia.
(Wardan/Kaa)

Pendaftaran Santri Baru