Sabtu, 4 Oktober 2025 — Universitas Darunnajah menggelar Sarasehan Pimpinan Lembaga tahun akademik 2025/2026 dengan tema “Smart Pesantren Smart Alumni: Membangun Ekosistem Pendidikan Islam yang Adaptif dan Berdaya Saing.”
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu pagi di kampus utama ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum strategis untuk memperkuat visi, kolaborasi, dan inovasi pendidikan Islam di lingkungan Darunnajah.
Acara dibuka pada pukul 08.00 WIB dengan registrasi peserta oleh panitia. Selanjutnya, pembukaan resmi dilakukan oleh MC Ibnu Muzakir, M.Pd., diiringi pembacaan Kalam Ilahi oleh Yassar serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Darunnajah yang dipimpin Zaskia Azahra Najwa.
Dalam sambutan utama, Pimpinan Pesantren Darunnajah, Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., menekankan pentingnya transformasi Darunnajah dari pesantren menjadi universitas yang berdaya saing global. Ia menyoroti visi masa depan lembaga untuk memperluas kegiatan akademik dan sosial melalui pendekatan kolaboratif.
Sementara itu, Wakil Ketua IKPDN, Iwan Halwani, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran alumni dalam membangun jejaring profesional yang kuat serta mendukung pengembangan institusi. Doa penutup sesi pembukaan dipimpin oleh Ust. Hasyim Sya’ban, S.Pd.I., disusul dengan sesi foto bersama seluruh peserta.
Memasuki pukul 09.50 WIB, kegiatan berlanjut ke sesi utama Forum Group Discussion (FGD). Diskusi ini menghadirkan empat narasumber: Dr. H. Rafiqi, MA, Azman Ridha Zain, S.Ag., M.Si., Dr. Muflihin Al Mufti, M.Pd., dan Drs. H. Sufyan Hariri, M.Pd., dengan moderator Fajar Suryono, M.A.. Para narasumber membahas strategi penguatan ekosistem pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan global.
Selain membahas inovasi kurikulum, para pembicara juga menyoroti peran alumni dalam memperluas pengaruh Darunnajah di masyarakat serta pentingnya penerapan manajemen modern di pesantren agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Setelah sesi diskusi, peserta dibagi berdasarkan jenjang pendidikan untuk merumuskan rekomendasi bersama. Hasil rumusan kemudian disampaikan oleh perwakilan masing-masing kelompok. Di antaranya, disepakati pentingnya memperkuat kolaborasi antar lembaga, memperluas akses pendidikan digital untuk daerah terpencil, serta memperkuat program pembinaan kepemimpinan bagi generasi muda Darunnajah.
Menjelang penutupan, Ust. Pauly Demanda, M.A., memperkenalkan Universitas Darunnajah sebagai lembaga pendidikan tinggi yang siap melahirkan sarjana unggul dengan nilai-nilai kepesantrenan.
Acara ditutup pukul 12.15 WIB dengan sesi networking dan sharing antar peserta, yang memperkuat semangat kebersamaan dan kolaborasi.
Sarasehan ini mencerminkan komitmen Darunnajah untuk terus berkembang menjadi institusi pendidikan Islam modern yang berdaya saing global. Dengan dukungan pimpinan, dosen, mahasiswa, dan alumni, Darunnajah meneguhkan langkahnya menuju masa depan pendidikan Islam yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan.




