Kesuksesan luar biasa kembali diraih santri-santri Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta dalam ajang bergengsi Tapak Suci Open 2025. Tim putra Darunnajah berhasil mendominasi kompetisi dengan menyabet gelar juara umum baik di tingkat SMP maupun SMA. Keberhasilan ini ditandai dengan perolehan total 26 medali yang terdiri dari 13 emas, 8 perak, dan 5 perunggu. Pencapaian luar biasa ini membuktikan kualitas pembinaan bela diri pencak silat di lingkungan pesantren yang konsisten melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Dalam kategori SMA, santriwan Darunnajah berhasil mengumpulkan 6 medali emas melalui Multazam (kelas B), Shafiq Fa’diat (kelas D), M. Izza Mufid (kelas F), Lingga Mahardika (kelas D), Tri Maulana Shidiq (kelas L), dan Azriel Nur Fikri (kelas H). Sementara di tingkat SMP, tim Darunnajah meraih 7 medali emas yang disumbangkan oleh Morino Ghaisan (kelas C), Reza Ahsan Musthofa (kelas E), Naafi Hibatullah (kelas E), Rafif Adhirajasa (kelas F), Andry Sevcenko (kelas H), Hizkia Kindly Gossie (kelas K), dan Fatkan Alkhawarizmi (kelas Bebas). Prestasi Rafif Adhirajasa dari kelas 2B semakin lengkap dengan dinobatkan sebagai pesilat terbaik kategori SMP.
Kesuksesan ini tidak lepas dari pelatihan yang intensif dan komitmen Pesantren Darunnajah dalam mengembangkan potensi dan skill santri secara holistik. Pencak silat Tapak Suci menjadi salah satu ekstrakurikuler unggulan yang tidak sekadar mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga nilai-nilai kedisiplinan, kerja keras, sportivitas, dan kepercayaan diri. Melalui latihan rutin yang dibimbing oleh pelatih berpengalaman, para santri berhasil membuktikan bahwa pendidikan pesantren dan prestasi olahraga dapat berjalan beriringan dengan harmonis.
Rangkaian kemenangan ini memberi pelajaran berharga tentang pentingnya konsistensi dalam berproses. Setiap medali yang diraih merupakan buah dari disiplin tinggi, kerja keras, dan doa yang dipanjatkan bersama. Dari arena Tapak Suci inilah lahir generasi tangguh Darunnajah yang tidak mudah menyerah ketika menghadapi rintangan. Keberhasilan di kompetisi pencak silat ini menjadi modal berharga bagi para santri untuk menapaki jalan kesuksesan di masa depan, sekaligus membuktikan bahwa pesantren mampu melahirkan individu-individu yang memiliki keseimbangan spiritual, intelektual, dan kecakapan fisik yang mumpuni.





