Membangun Manajemen Kepengasuhan Santri yang Profesional di Pesantren Darunnajah

Membangun Manajemen Kepengasuhan Santri yang Profesional di Pesantren Darunnajah

Dalam menghadapi tantangan di era artificial intelligence (AI) seperti sekarang, relevansi pendidikan di lembaga-lembaga Islam, khususnya pesantren, semakin dipertanyakan. Namun, Pesantren Darunnajah menegaskan bahwa pendidikan Islam yang menekankan adab dan akhlak tetap menjadi kebutuhan mendesak bagi generasi muda, bahkan di tengah perkembangan teknologi. Untuk memperkuat hal tersebut, Pesantren Darunnajah dan Universitas Darunnajah menggelar Workshop Manajemen Kepengasuhan Santri pada 24 Oktober 2024, yang diikuti oleh 250 peserta dari 85 lembaga pesantren di seluruh Indonesia. Acara ini diadakan di Aula Al-Ghazali, Pesantren Darunnajah Jakarta.

Relevansi Pendidikan Islam di Era AI

Dalam workshop ini, pertanyaan mendasar muncul: Apakah pendidikan yang diberikan oleh lembaga seperti pesantren masih relevan di era AI? Jawabannya jelas: relevansi tersebut tergantung pada filosofi pendidikan yang diterapkan. Jika pendidikan dipandang hanya sebagai proses mengisi otak santri dengan pengetahuan seperti menuangkan air ke dalam gelas kosong, maka pesantren akan tertinggal. Namun, jika pendidikan dilihat sebagai proses menanam pohon, di mana akidah, adab, dan akhlak berfungsi sebagai akar yang kuat, maka lembaga tersebut tetap akan relevan dan bahkan semakin dibutuhkan.

Adab dan akhlak, yang digambarkan sebagai “emas hari ini” karena sulit ditemukan dan mahal nilainya, menjadi inti dari sistem pendidikan di Pesantren Darunnajah. Santri tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai luhur yang membuat mereka tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat.

Workshop Manajemen Kepengasuhan Santri bertujuan Memperkuat Adab dan Akhlak Santri

Para Pembicara dalam Acara Workshop Kepengasuhan Santri

Workshop Manajemen Kepengasuhan Santri ini bertujuan memperkuat kepengasuhan yang tidak hanya berfokus pada disiplin, tetapi juga membina santri dengan pendekatan holistik yang penuh kasih sayang. Acara ini menghadirkan pembicara terkemuka seperti Dr. KH. Sofwan Manaf, M.Si. dan Dr. Much Hasan Darojat selaku Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah. Mereka memberikan wawasan mendalam terkait bagaimana pesantren dapat menjadi benteng terakhir dalam mempertahankan nilai-nilai adab dan akhlak di era modern yang serba cepat.

Sebagai keynote speaker, Dr. Adian Husaini, M.Si. dari Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, menekankan bahwa pendidikan Islam harus tetap fokus pada penanaman nilai-nilai moral, dan tidak hanya berfungsi untuk mencetak generasi yang cerdas, tetapi juga berkepribadian kuat.

Topik-Topik Penting dalam Workshop

Beberapa tema utama yang dibahas dalam workshop ini mencakup:

  1. Peran Pengasuhan Santri di Era Digital yang disampaikan oleh Ustad Bendri Jaisyurrahman, membahas pentingnya mengasuh santri dengan nilai kepemimpinan yang berbasis pada adab seorang ayah.
  2. Manajemen Kepengasuhan Berbasis Nilai-Nilai Islam oleh Duna Ifanna, M.Ed., Ph.D., yang menjelaskan bagaimana pendidikan Islam yang berbasis akhlak dapat menjadi fondasi yang kuat untuk menghadapi era teknologi.
  3. Pengalaman Global dalam Pendidikan Santri oleh M. Ali Abdullah, B.I.S., Imam dan Dai dari Australia, yang berbagi tentang bagaimana pengalaman pendidikan Islam di luar negeri dapat diterapkan untuk memperkaya manajemen kepengasuhan santri di Indonesia.

Menuju Masa Depan Kepengasuhan Santri yang Lebih Profesional

Peserta workshop yang terdiri dari para pimpinan dan pengasuh pesantren menyatakan antusiasme mereka terhadap materi-materi yang dibahas. Seorang peserta dari pesantren di Jawa Timur mengatakan, “Workshop ini membuka wawasan kami tentang bagaimana mengelola kepengasuhan santri dengan lebih baik. Banyak ide-ide baru yang bisa langsung diterapkan di pesantren kami.” Acara ini menjadi ajang penting untuk bertukar pengalaman dan memperkuat jaringan antar pesantren di seluruh Indonesia.

Melalui kolaborasi dalam workshop ini, Pesantren Darunnajah berharap dapat memperkuat manajemen kepengasuhan santri yang lebih profesional, yang tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter santri yang tangguh. Santri yang diasuh dengan baik akan tumbuh menjadi generasi berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi dunia modern dengan prinsip Islam yang kokoh.

Menjaga Relevansi Pendidikan Pesantren di Era Modern

Pada akhirnya, Pesantren Darunnajah menunjukkan bahwa pendidikan Islam yang berbasis pada adab dan akhlak tetap relevan, bahkan di era AI. Dengan filosofi pendidikan yang menekankan pada penanaman nilai-nilai moral yang kuat, pesantren tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang menjadi lembaga pendidikan yang mampu menyiapkan generasi muslim yang siap menghadapi tantangan global.

Workshop ini ditutup dengan komitmen dari para peserta untuk terus memperkuat kepengasuhan santri di lembaga masing-masing, serta menjalin kerja sama antar pesantren untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia.

Pendaftaran Santri Baru