Beramal merupakan salah satu perbuatan baik yang harus diajarkan sejak kecil, untuk membiasakan anak beramal perlu memberikan tuntunan dan contoh nyata sebagai orang tua atau guru sehingga anak termotivasi dan tertarik untuk mengikutinya. Mengajarkan anak untuk beramal, sebaiknya dimulai sejak usia 3-5 tahun. Sebab, pada usia ini anak mulai merasakan empati yang merupakan kunci untuk memahami pentingnya beramal. Salah satunya adalah di RA/PAUD Darunnajah H. Gari Pesanggrahan Jakarta Selatan memberikan pembelajaran atau membiasakan anak untuk beramal yaitu di setiap hari jum’at. Dan seperti biasanya guru meletakkan kotak amal agar mereka memasukkan uangnya sehingga anak bebas memasukkan uang mereka. semakin besar nominalnya dan semakin banyak pahala yang didapatnya.
Ada beberapa cara mengajarkan anak agar terbiasa beramal :
1. Ajarkan empati sejak dini
Sebelum memiliki dorongan hati untuk beramal, anak harus mampu berempati dengan orang lain terlebih dahulu. Mulailah guru atau orang tua ajarkan anak mengenai sifat empati sejak berusia tiga tahun karena pada saat inilah mereka mulai memahami bahwa setiap orang punya perasaan.
2. Memberikan teladan yang baik
Salah satu cara belajar yang paling cepat bagi anak-anak adalah meniru apa yang orang tua atau orang-orang terdekatnya lakukan. Berawal dari lingkungan keluarga yang senang beramal dan menghargai kebiasaan beramal sehingga anak bisa menirunya. Seperti memasukkan uang ke kotak amal atau memberikan sumbangan ataupun memberikan nasi kotak jum’at berkah kepada fakir miskin maupun para pembersih jalanan.
3. Mengajarkan bahwa beramal merupakan kesempatan berbuat baik
Salah satu cara mengajarkan anak untuk beramal adalah menanamkan pada dirinya bahwa beramal merupakan sebuah kesempatan untuk berbuat baik.Dan berikan bahwa untuk beramal adalah suatu yang sangat terpuji dan juga mendapatkan pahala yang sangat besar.
4. Melibatkan anak secara langsung
Selanjutnya, berikanlah kepada mereka bahwa beramal bukan hanya tentang uang saja, libatkan anak untuk beramal secara langsung. Misalnya, dengan mengajaknya ke panti asuhan untuk menyumbangkan pakaian, mainan bekas yang masih layak, kemudian memberikan langsung juga ke jalan seperti para ojek jalanan, pekerja sapu jalan maupun fakir miskin. Guru ataupun Orang tua juga dapat mengajarkan bahwa beramal bukan hanya sekedar tentang uang melainkan dengan waktu dan tenaga cara untuk beramal.
5. Berikan apresiasi positif
Berikan anak apresiasi secara positif setelah melakukan hal baik seperti beramal. Berikan pujian yang layak baginya dan ajak ia untuk memahami perasaannya setelah melakukan sebuah kebaikan.
6. Memberi dalam kondisi apapun
Tunjukkan kepada anak bahwa dalam kondisi keuangan seperti apa pun, Anda tetap beramal sesuai kemampuan. Lagipula, beramal bukan hanya mengenai uang. Jadi, jangan pernah mengeluhkan tidak bisa beramal karena keadaan finansial. Dengan demikian, anak akan belajar untuk dapat memberi dalam berbagai kondisi sesuai dengan kemampuannya.
Nilai plus dalam pembelajaran beramal adalah anak merasa bahagia saat mengetahui pemberiannya bermanfaat bagi orang lain. Memiliki perasaan dan pandangan positif terhadap diri sendiri dan orang lain.Membuat anak merasa berperan dan terhubung dengan lingkungan atau dunia di luar dirinya. Membantu menemukan arti dan tujuan dalam menjalani hidup. Anak yang berbuat kebajikan memiliki kemungkinan penerimaan sosial lebih tinggi. Anak yang suka beramal juga memiliki kemungkinan prestasi akademis yang lebih tinggi. dan terakhir anak yang suka beramal akan lebih peduli dan perhatian pada bumi dan hal-hal lain di sekitar mereka.
By Siti Nurfazriah




