Lima tahun sudah Pondok Pesantren Darunnajah menjadi tuan rumah dalam kegiatan Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) tingkat Nasional dan ASEAN. Dimulai pada tahun 2015, dengan kerjasama antara Darunnajah, Qatar Charity, dan Kementrian Agama.

Pada tahun pertama pelaksanaannya, MHQ diikuti oleh 202 peserta, yang terbagi dalam 5 kategori. Seiring berjalannya tahun, jumlah peserta MHQ terus meningkat.

Meningkatnya minat masyarakat untuk mengikuti perlombaan ini menyebabkan adanya sistem baru dalam MHQ ke-2, yaitu dengan seleksi yang berlangsung di beberapa provinsi seluruh Indonesia. Total ada 10 pesantren yang ditunjuk untuk menjadi tuan rumah seleksi MHQ. Tercatat ada 1236 pendaftar yang kemudian dipilih untuk mengikuti final MHQ yang diselenggarakan di Darunnajah.  Dan pada tahun ini pula, mulai diperlombakan kategori 30 juz.

Menginjak tahun ketiga, jumlah peserta MHQ terus bertambah. Seleksi yang pada tahun sebelumnya diadakan di 10 wilayah, meningkat menjadi 14, dengan total 1400 pendaftar untuk memperebutkan kursi final MHQ di Darunnajah. Kali ini, final MHQ diikuti oleh 426 orang.

Tahun 2018, yang merupakan tahun keempat pelaksanaan MHQ di Darunnajah juga mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Sekitar 1690 pendaftar yang terbagi dalam 14 wilayah di seluruh Indonesia berlomba untuk menuju final MHQ. Sebanyak 246 peserta yang lolos seleksi mengikuti final MHQ di Darunnajah.

2018 juga merupakan tahun pertama pelaksanaan MHQ Darunnajah yang mengundang peserta dari Negara-negara anggota ASEAN, yaitu Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Kamboja, dan Myanmar.

Dan pada tahun ini, Darunnajah juga mengundang Negara-negara tetangga untuk berpartisipasi dalam kegiatan tahunan ini. Vietnam, salah satu negara anggota ASEAN ini juga mengikuti kegiatan tahunan ini. Selain itu, Srilanka dan Timor Leste, dua Negara non-ASEAN ini mengirimkan utusan mereka dalam MHQ, bersama Negara-negara ASEAN serta finalis dari seleksi wilayah di Indonesia.

Total ada 2122 peseta dari 14 wilayah seleksi yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. 14 wilayah tersebut adalah Aceh-Medan, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jabodetabek-Banten, Jawa Barat 1, Jawa Barat 2, Jawa Tengah, Jawa Timur 1, Jawa TImur 2, Bali-Nusa Tenggara Barat, Kalimantan 1, Kalimantan 2, serta Sulawesi Selatan. Setelah seleksi, terpilihlah sekitar 234 peserta yang lolos ke final, bersama dengan Negara-negara lain.

Kegiatan ini juga mengundang tokoh-tokoh dan ulama’ dari berbagai elemen. Diantaranya adalah Duta Besar Qatar, Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, Wakil Menteri Luar Negeri RI Dr. H. Abdurrahman Fachir, Direktur Qatar Charity Indonesia, dan tokoh besar lainnya.

Juri yang dipilih juga bukan merupakan juri sembarangan. Dewan hakim merupakan para hafizh/hafizhah dari berbagai lembaga Ilmu Al-Qur’an, seperti Perguruan TInggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta, Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Lajnah Pentashihan Mushaf Qur’an (LPMQ) Kementrian Agama RI, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) DKI Jakarta, Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh (JQH), Universitas Al-Azhar Kairo, Qatar University, serta para dosen dan pakar ilmu Al-Qur’an.

Diharapkan perlombaan ini menjadi ajang untuk menghormati serta memuliakan para penghafal Qur’an. Dan menjadi motivasi bagi setiap orang untuk menghafal Qur’an. Dan semoga MHQ di Darunnajah dapat terlaksana setiap tahunnya dan menjadi lebih baik daripada tahun- tahun sebelumnya.