Melihat biaya pendidikan yang relatif tinggi, menyebabkan orang tua menjadi pesimis akan kemampuan mereka menyekolahkan anaknya. Ust Ismail Amin, S.Pd.I ketika memberikan Tausiahnya kepada seluruh santri di Masjid Jamik Darunnajah (28/3) mengambil suatu iktibar dari kisah yang telah ditayangkan ‘live’ pada salah satu TV Swasta. Kisah ini begitu Inspiratif karena dapat menimbulkan semangat yang luar biasa. Kisah ini juga diangkat oleh beberapa media nasional lain. Kisah orang yang lahir diantara keluarga yang kurang beruntung, ternyata mampu menjadi orang yang sukses luar biasa.

Ustadz yang akrab dipanggil Pak Is ini mengambil beberapa contoh iktibar, diantaranya kisah Winarno, seorang anak yang lahir dari keluarga miskin. Ayahnya seorang informan polisi yang tidak lulus, sedangkan ibunya seorang tukang pijat yang buta huruf. Kemiskinan bukan suatu penghalang keberhasilan. Satu prinsip yang dia pegang kuat adalah “kalau pintar pasti bisa berhasil. Untuk itulah Winarmo berjuang keras untuk memperoleh nilai yang tinggi, sehingga dengan prestasinya, Winarno mendapatkan beasiswa atau pendidikan gratis. Dari seluruh perjuangannya, Winarno kini sudah meraih gelar professor untuk bidang ilmu dan teknologi pangan.

Kisah lainnya adalah Basuki, Anak asal sragen ini juga berasal dari keluarga yang papa. Bahkan sejak kecil dia sering disibukkan membantu orangtuanya dengan berjualan kantong pelastik, semir sepatu, atau ngojek payung saat hujan. Namun nasibnya yang pelik tidak membuatnya putus asa. Segala usaha untuk mendapatkan jaminan hidup masa depan lebih baik dia lakoni, bahkan saat dia kuliah, Basuki masih menjajakkan Koran untuk menutupi biaya hidup dan pendidikannya. Usaha panjang ini akhirnya berbuah manis, pada Januari 2010 lalu, Basuki mendapatkan pengukuhan gelar Doktor Ilmu Komunikasi dari Universitas Indonesia. Dan kini tercatat sebagai dosen di Universitas Pembangunan Nasional, Yogyakarta.

Ada kisah menarik lain milik Purwadi, Putra pasangan Ridjan dan Yatinem ini harus bekerja keras sejak kecil agar bisa meneruskan sekolahnya hingga ke bangku kuliah. Ayahnya seorang buruh tani dan ibunya yang penjual bakul sayur, tak memiliki kemampuan ekonomi yang cukup untuk membiayainya. Alhasil Purwadi harus pintar-pintar mencari cara. Masa kuliah ia berjualan kantung gandum, menjual majalah bekas, hingga memberi les gamelan. Untuk mengirit biaya buku dan makanan, ia memiliki trik trik khusus semasa kuliah. Perjuangan yang tak kenal lelah telah mengantar Purwadi meraih gelar Doktor Filsafat dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Kisah yang penuh spirit juga hadir dari seorang dokter bedah syaraf kaliber dunia, Eka Julianta. Dokter yang telah berhasi melakukan banyak operasi otak dan batang otak ini, kini sering mendapat undangan untuk melakukan presentasi di berbagai Fakultas kedokteran dan symposium di berbagai Negara baik Asia, Afrika, Eropa dan Amerika. Tapi tahukah kita, bahwa perjuangan Eka, untuk mengejar mimpi dan mewujudkan cita-citanya sebagai dokter, dimulai dengan membantu ibunya menumbuk singkong getuk, dan menjajakannya di sekolah.

Seorang Ahli Hukum Tata Negara yang cukup menonjol di tanah air, Saldi Isra. Ternyata orang tuanya adalah petani yang buta hurup, dan masa sekolahnya harus dilakukan sambil membantu orang tua membajak sawah. Dari kisah-kisah Inspiratif diatas ternyata anggapan kebanyakan orang, bahwa kesuksesan itu hanya milik orang kaya dapat dipatahkan oleh kisah 5 orang yang diundang dalam acara Kick Andy ini.

Kemudahan dan peluang untuk mengenyam pendidikan ternyata terbuka luas, tak peduli bagaimanapun background keluarganya. Peluang ini juga ditawarkan oleh Pondok Pesantren darunnajah Cipining Santri yang berprestasi akan mendapatkan reward berpua beasiswa, juga peluang Pendidikan Gratis terbuka luas kepada Calon Santri yang tidak mampu dalam hal biaya dengan Program Sabunnajah-nya. Semuanya tergantung kesungguhan dan niat belajar yang tinggi. Terbukti, sudah banyak kader Darunnajah yang Sukses setelah lulus dari Pondok ini, padahal beberapa diantara mereka termasuk orang yang kurang mampu dalam hal biaya. Namun mereka punya suatu kelebihan yang tidak dimiliki oleh sembarang orang, yakni Semangat dan Kesungguhan. [WARDAN/Kang DR].

Tentang Kami

Darunnajah menyelenggarakan lembaga pendidikan yang lengkap dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren sampai Perguruan Tinggi. Berikut ini kami sampaikan brosur berisi informasi profil lembaga, pendaftaran, biaya, lokasi, nomor kontak, fasilitas, kegiatan, prestasi, dan informasi-informasi penting lainnya. → Klik disini

Punya Pertanyaan?

Kami siap membantu anda. Sampaikan pertanyaan, saran dan masukan anda kepada kami. Silahkan isi form kontak yang telah kami sediakan. Klik pada link berikut ini → Klik disini

Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor menyelenggarakan pendidikan Pesantren Modern untuk santri putra dan putri mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, MTs (Tsanawiyah), MA (Aliyah), SMP, SMA, SMK sampai Perguruan Tinggi. Pesantren ini memadukan kurikulum Pondok Modern Gontor, Nasional dan Salaf. Darunnajah Cipining menyediakan banyak beasiswa untuk santri berprestasi dan santri tahfidz Al-Qur'an. Kegiatan santri antara lain: Shalat berjamaah 5 waktu, mengaji Al-Qur'an, menghafal Al-Qur'an (tahfidz), percakapan bahasa arab dan inggris, latihan organisasi, latihan pidato, olah raga, dan kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, silat, jurnalistik, drum band, dll. Kampus Darunnajah Cipining berada di atas lahan seluas 170 hektare, di Cigudeg Bogor Jawa Barat. Dengan pemandangan alamnya yang sangat indah pesantren ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti mini market, asrama, koperasi, guest house (penginapan), lapangan olahraga, sekolah, perkantoran, laboratorium, komputer, internet, dll.