Siapa tak kenal Dr.KH. Muhammad Zainul Majdi, Lc atau yang populer dengan sebutan Tuan Guru Bajang (TGB) yang pada usia 36 telah menjabat sebagai gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dan menjadikanya gubernur termuda di Indonesia pada tahun 2008.

Kiprah dan prestasinya selama menjabata gubernur NTB tak terhitung lagi menjadikan namanya masyhur seantro negeri dan diperhitungkan dalam kancah perpolitikan nasional. Di tahun politik 2018 ini nama TGB kian meroket dengan dukungan dari berbagai elemen masyarakat untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2019 dan digadang-gadang menjadi pemimpin Indonesia masa depan.

Dr. KH. TGB Zainul Majdi, Lc dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Disela kesibukannya menjalankan aktifitasnya sebagai seorang gubernur, beliau menyempatkan diri untuk berkunjung dan bersilaturahmi ke Pondok pesantren Darunnajah Jakarta pada hari Selasa, 13 Maret 2018 dan melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah dengan ribuan santri di masjid Jami’ Darunnajah.

Dalam tausiahnya di hadapan ribuan santri dan santriwati TGB mengajak para santri untuk bersyukur telah menjadi bagian dari umat Islam, bagian dari bangsa Indonesia, dan bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Darunnajah yang kipranya di tengah masyarakat tidak diragukan lagi kontribusinya.

TGB mengajak para santri berjuang membangun peradaban, ada tiga hal utama dalam proses membangun peradaban dan kemuliaan.

Pertama, kuasai Bahasa, belajar Bahasa ibu, Bahasa Arab, Bahasa Inggri, China, dll. Di pesanten darunnajah para santri dalam kesehariannya sudah menggunakan Bahasa Arab dan Inggris, untuk itu terus tingkatakan kemampuan bahasanya.

Tidak hanya fasih mengucapkan beragam Bahasa, TGB juga mengajak para santri untuk menuangkan gagasannya bukan hanya melalui verbal, tapi juga tulisan. Kemajuan tidak diukur dari bergelimangnya harta tapi berapa banyak yang ditulis untuk generasi selanjutnya, kuasai Bahasa maka bisa bangun peradaban.

Kedua, dalam membangun peradaban juga dengan menata akhlak yang mulia meliputi adanya kejujuran, keistiqomahan, kedisiplinan, dan kepeloporan.

Ketiga, dalam membangun peradaban yang memiliki kemaslahatan ialah dengan dengan adanya ilmu yang jelas sumbernya dan sanadnya. Kalau ada tiga hal ini, Insya Allah peradaban akan lahir dengan baik.

Pada kesempatan itu pimpinan pesantren Drs. KH. Mahrus Amin bersama para guru dan ratusan santrinya menyatakan dukungan kepada TGB untuk maju dalam Pilpres 2019. “Saya memandang TGB sebagai putra terbaik bangsa yang pantas memimpin Indonesia, setelah memperhatikan kiprah TGB selama memegang amanah sebagai Gubernur NTB selama dua periode”ujar KH Mahrus Amin.

Di akhir acara TGB menjumpai beberapa santri asal NTB yang sedang menimba ilmu di Pesantren Darunnajah, terlihat tuan guru menyalami dan berbincang santai dengan beberapa santriwan asal daerahnya.

Tentang Kami

Darunnajah menyelenggarakan lembaga pendidikan yang lengkap dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren sampai Perguruan Tinggi. Berikut ini kami sampaikan brosur berisi informasi profil lembaga, pendaftaran, biaya, lokasi, nomor kontak, fasilitas, kegiatan, prestasi, dan informasi-informasi penting lainnya. → Klik disini

Punya Pertanyaan?

Kami siap membantu anda. Sampaikan pertanyaan, saran dan masukan anda kepada kami. Silahkan isi form kontak yang telah kami sediakan. Klik pada link berikut ini → Klik disini

Sekolah Dasar Islam Darunnajah adalah lembaga pendidikan milik Yayasan Darunnajah. SD Islam Darunnajah menggunakan sistem pendidikan terpadu antara ilmu pengetahuan umum dan pendidikan agama Islam untuk mewujudkan peserta didik yang berakhlak mulia, berprestasi, terampil dan mandiri berdasarkan iman dan taqwa. Lembaga pendidikan Islam ini menyediakan berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler yang menarik diantaranya seni bela diri, pramuka, sepak bola, renang, badminton, robotik, marawis, jurnalistik dll. Salah satu program unggulannya adalah hafalan Al-Qur’an juz 30 sehingga diharapkan lulusannya dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari terutama bacaan surat-surat pendek dalam ibadah shalat lima waktu.