JAKARTA/dn.charity : Keutamaan ilmu tidaklah kita ragukan lagi besarnya. Dengannya, Allah anugerahkan rasa takut kepada para penuntutnya. Karena ketika seorang hamba tahu tentang Rabb-nya, maka ia akan semakin berharap dan takut kepada-Nya.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya adalah ulama (orang berilmu).” (QS. Fathir: 28)

Dan sesungguhnya kebahagiaan dunia dan akhirat hanya tidak dapat diraih kecuali dengan ilmu. Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّة

Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Abu Dawud, al-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan lainnya)

Namun, tidak semua orang lancar dalam menempuh jalan ini. Syetan senantiasa berusaha merusak aktifitas yang agung ini dengan berbagai cara. Di tambah lagi adanya nafsu syahwat para penuntut ilmu yang belum ditundukkan semakin menambah bencana dalam meraih keutamaan agung ini. Diisini kami akan menyebutkan  sepuluh bencana yang menghalangi seorang murid dalam menuntut ilmu yaitu :

1.    Salah niat dalam menuntut ilmu

Sesungguhnya niat adalah dasar, rukun, serta penentu suatu amal. Apabila niat salah dan rusak, maka amal yang dikerjakan akan ikut salah dan rusak, sekadar dengan rusaknya niat.

Maka dari itu, bagi penuntut ilmu hendaknya mengikhlaskan niatnya untuk mencari wajah Allah semata. Namun apabila dalam perjalanan syetan membisikkan niatan-niatan jahat maka ia harus menghilangkannya dan membersihkan kotoran itu dari dirinya.

2.    Ingin terkenal dan ingin tampil

Ingin dikenal dan ingin tampil merupakan penyakit ganas yang sering menyerang para menuntut ilmu. Tidak selamat darinya kecuali orang yang dijaga oleh Allah Ta’ala. Imam al-Syatibi dalam al-I’tisham berkata, “Sesuatu yang paling terakhir hilang dari hati orang-orang shalih adalah keinginan untuk berkuasa dan keinginan untuk tampil.”

Apabila niat seorang penuntut ilmu ingin terkenal namanya, ingin disebut-sebut dan ingin selalu dihormati di mana saja ia berada dan berjalan, dan tidak ada yang dia inginkan kecuali hal itu, maka ia telah berada pada posisi yang sangat berbahaya.

3.    Lalai menghadiri majelis ilmu

Sesungguhnya menghadiri majelis ilmu terdapat dua keberuntungan: Mendapatkan ilmu dan mendapatkan kebahagiaan di akhirat. Karena menuntut ilmu termasuk ibadah yang sangat mulia dan agung. Karenanya Allah Ta’ala menurunkan ketenangan bagi siapa yang gemar menghadiri majelis ilmu dan melimpahkan rahmat kepada  mereka. Sementara para malaikat akan menaungkan sayapnya bagi mereka dan memintakan ampun untuk mereka.

4.    Beralasan dengan banyaknya kesibukan

Orang yang beralasan dengan kesibukannya pada pekerjaan atau yang lainnya sehingga membuat dirinya meninggalkan majelis ilmu adalah termasuk orang-orang yang menyia-nyiakan kesempatan mencari ilmu. Sedangkan orang-orang yang hatinya dibuka oleh Allah, ia akan mengatur waktunya dan menggunakannya sebaik mungkin sehingga kesibukannya untuk mencari kebutuhan hidup tidak sampai memalingkannya dari menuntut ilmu.

5.    Menyia-nyiakan kesempatan belajar di waktu kecil

Orang yang tidak mampu memanfaatkan waktu kecilnya untuk menuntut ilmu maka ketika sudah besar akan menyesal. Saat sudah tua, akan banyak kesibukan, pekerjaan, dan tamu yang datang ke rumahnya sehingga pikirannya bertumpuk. Pikirannya tidak mampu digunakan untuk fokus belajar sebagimana ketika masih kecil, yang saat itu belum banyak kesibukan.

6.    Enggan mencari ilmu

Di antara sebab yang menjadikan seseorang malas dan enggan menuntut ilmu adalah kesibukannya mengikuti informasi terkini dan memantau peristiwa yang sedang terjadi. Sehingga akhirnya para penuntut ilmu menjadi malas dan enggan untuk mencari ilmu.

7.    Menilai baik diri sendiri

Maksudnya adalah merasa bangga apabila dipuji dan merasa senang ketika mendengar orang lain memujinya. Namun hendaknya seorang mukmin berhati-hati dengan rasa gembira dan bangga jika dipuji dengan sesuatu yang tidak ada pada dirinya.Dan sesungguhnya merasa diri hebat dan sempurna adalah perbuatan tercela,

8.    Tidak mengamalkan Ilmu

Setiap orang yang memiliki ilmu akan dimintai pertanggungjawaban atas ilmunya. Dan siapa yang memiliki ilmu dan tidak mengamalkannya maka keberkahan ilmu yang dimilikinya akan hilang. Dan Allah sangat mencela orang yang tidak mengamalkan ilmunya,

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. Al-Shaff: 3)

9.    Putus asa dan rendah diri diri

Putus asa dan tidak percaya diri merupakan salah satu sebab tidak diperolehnya ilmu. Karenanya janganlah merasa rendah diri jika anda lemah hafalan, lemah pemahaman, lambat dalam membaca dan cepat lupa. Semua penyakit ini akan hilang jika anda meluruskan niat dan bersungguh-sungguh mencurahkan usaha.

Di samping niat yang lurus dan bersungguh-sungguh, juga harus dijauhi penyebab lemahnya hafalan, yaitu maksiat. Dan meninggalkan maksiat merupakan sarana terkuat untuk membantu kuatnya hafalan.

10.    Terbiasa menunda-nunda

Ibnu Qayyim rahimahullaah pernah menjelaskan tentang menunda-nunda dan berangan-angan, “Sesungguhnya berangan-angan itu adalah senjata utama Iblis (untuk menggoda manusia).” Karena itu bagi setiap orang yang ingin mendapatkan ilmu dan ingin berkepribadian orang yang berilmu, janganlah menyia-nyiakan sedikitpun dari waktunya.


Tentang Kami

Darunnajah menyelenggarakan lembaga pendidikan yang lengkap dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren sampai Perguruan Tinggi. Berikut ini kami sampaikan brosur berisi informasi profil lembaga, pendaftaran, biaya, lokasi, nomor kontak, fasilitas, kegiatan, prestasi, dan informasi-informasi penting lainnya. → Klik disini

Punya Pertanyaan?

Kami siap membantu anda. Sampaikan pertanyaan, saran dan masukan anda kepada kami. Silahkan isi form kontak yang telah kami sediakan. Klik pada link berikut ini → Klik disini

Darunnajah Charity adalah lembaga Darunnajah yang fokus di bidang sosial dan kemasyarakatan. Darunnajah Charity menerima donasi dalam berbagai bentuk, baik zakat, infaq, shadaqah, wakaf ataupun lainnya. Darunnajah Charity memiliki banyak program sosial kemasyarakatan. Diantaranya; Beasiswa dhuafa, panti asuhan, bakti sosial, posko bencana alam, dll. Lembaga ini juga melibatkan santri dalam kegiatannya sehingga santri dapat belajar peduli dengan sesama dan indahnya berbagi. Banyak sekali santri, warga, korban bencana dan pihak-pihak lain yang merasa terbantu dengan adanya lembaga Darunnajah Charity.