Sejarah Singkat Awal Perkembangan Pesantren An-Nur Darunnajah 8

2005
Pada Oktober 13, 2005, Bapak (Alm) Yusuf Gayo mewakafkan 2,5 Hektar bidang tanah di cikal lokasi lahan pesantren yang terletak di Desa Cidokom, Gunung Sindur Bogor kepada Pihak Yayasan Darunnajah Jakarta dengan maksud untuk dikembangkan menjadi lembaga pendidikan pesantren. Maka dimulailah aktifitas dilokasi tersebut mewujudkan Pesantren Annur Cidokom sebagai Cabang Darunnajah yang ke-8 dibawah Yayasan Darunnajah.

Hal tersebut dimulai dengan proses pendidikan informal di sekitar lahan pesantren di Desa Cidokom dengan mengadakan pengajian-pengajian, TPA untuk masyarakat sekitar. Dipimpin oleh Muhammad Averus dan Soleh Ahyani, ustadz alumnus PM Gontor yang ditunjuk langsung oleh Pimpinan Pusat Pesantren Darunnajah Jakarta. Alhamdulillah, dukungan masyarakat, maupun aparat Desa setempat sangat positif, termasuk Lurah Dahlan dan para pemuda desa yang bergabung di dalam barisan guru.

Pada saat itu dimulai pembangunan gedung Aula dan kamar mandi sebagai fasilitias penunjang untuk kegiatan kepramukaan Darunnajah group. Pada tahun ini pula dimulai pembangunan gedung asrama pertama yang didanai dari sumbangan Wakil Presiden RI saat itu, Bpk Yusuf Kalla.

2007
Pada Juli 2007, lembaga formal pertama resmi dimulai, yaitu SMP dan SMK (multimedia) dengan Kepala Sekolah Ustadz Samiyono dan Ustadz Alan masturo. Murid pertama 13 santri (pulang pergi) yang berasal dari daerah sekitar.

Pada tahun ini dimulai pembangunan Masjid Annur Cidokom didanai sumbangan dari Asian Moslem Charity Foundation (AMCF) dan pembangunan gedung Darunnajah yang berasal dari Swadaya Darunnajah.

2008
Pada Juli 2008, ditunjuk tim adhoc, sebagai pengasuh sementara yang terdiri dari Anggota Tim 19 Darunnajah Ulujami dan Ustadz Wahyu Fajri. Jumlah murid pulang pergi 32 serta dimulainya program santri mukim sejumlah 5 santri (3 putra dan 2 putri). Tahun ini pula program Isyrof (limpahan) pertama dari Darunnajah Ulujami sejumlah 30-an santri selama 6 bulan.

2009
Desember 2009, pimpinan pesantren saat ini, Ustadz Hadiyanto Arief mulai aktif di Cidokom meskipun masih tinggal di Jakarta. Beliau dibantu oleh sekitar 14 guru mukim.

2010
Dimulainya pembangunan kelas dan asrama putri secara swadaya Darunnajah Ulujami. Tercatat pada Juli 2010, Jumlah santri mukim berjumlah 34 santri, sedangkan santri PP berjumlah 53, total 87 santri.

2011
Keluarga (alm) Yusuf Gayo kembali mewakafkan sebidang tanah seluas 8924 m2 di belakang tanah wakaf awal. Perluasan tanah ini dibarengi usaha perluasan secara swadaya dengan dibelinya tanah disamping tanah wakaf tersebut dengan 3 bidang tanah seluas : 1591, 1475 dan 1906 m2. Sehingga total perluasan tanah pada tahun ini seluas 13,996 m2.

Juli 2011, jumlah santri meningkat pesat pada ajaran ini, berjumlah 126. Santri muqim berjumlah 108 santri.