Senin 15 Oktober 2018

Seperti yang kita ketahui masing-masing lembaga pendidikan mempunya sejarah-sejarah tersendiri,
Yang mengingatkan akan perjuangan pendiri dan pengurusnya.

Sejarah berdirinya pondok pesantren annakhil darunnajah 6 dan peletaksn batu pertama oleh bupati mukomuko Ichwan yunus pada tahun 2007

Pimpinan Pesantren, Dr. Sofwan Manaf dan beberapa guru, di antaranya Bahruddin Moyensyah, Imam Ibnu Hajar, Nuruddin Ambari Miftahuddin, Khoirussoleh serta yang lainnya, memulai untuk Inelakukan pengelolaan lahan tersebut pada Desember 2005.
Lahan tersebut oleh Pimpinan Darunnajah, Dr. Sofwan Manaf, kemudian diberi nama Pondok Pesantren Annakhil, Darunnajah 6. Annakhil berarti pohon kelapa sawit. Lahan Pertanian Darunnajah ini, diharapkan memberikan kontribusi yang besar terhadap pengembangan infrastruktur dan sumber daya manusia di kalangan Darunnajah.

Mulai Agustus 2006, lahan wakaf seluas 5 hektar tersebut berdiri Pondok Pesantren Annakhil Darunnajah 6. Selain lembaga pendidikan, saat ini_ Annakhil memiliki 325 hektar sawit.

Pondok Pesantren Annakhil Darunnajah 6 memiliki kepedulian terhadap nasib umat juga andil dalam upaya mengatasi krisis khususnya melalui jalur pendidikan dengan menyelenggarakan pendidikan pesantren di daerah terpencil. Letaknya yang jauh dari keramaian kota, menjadikan proses belajar mengajar lebih kondusif dan effektif, ditunjang dengan fasilitas-fasilitas yang telah tersedia di dalam pondok pesantren.

Tentang Kami

Darunnajah menyelenggarakan lembaga pendidikan yang lengkap dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren sampai Perguruan Tinggi. Berikut ini kami sampaikan brosur berisi informasi profil lembaga, pendaftaran, biaya, lokasi, nomor kontak, fasilitas, kegiatan, prestasi, dan informasi-informasi penting lainnya. → Klik disini

Punya Pertanyaan?

Kami siap membantu anda. Sampaikan pertanyaan, saran dan masukan anda kepada kami. Silahkan isi form kontak yang telah kami sediakan. Klik pada link berikut ini → Klik disini

Darunnajah 6 An-Nakhil adalah Pondok Pesantren Modern yang berada di Kabupaten Muko-Muko Bengkulu, Sumatera. Pesantren ini menyelenggarakan pendidikan Islam berasrama pada tingkat MTs (Tsanawiyah) dan SMK Teknologi Komununikasi dan Jaringan bagi santri putra dan putri. Dengan cita-cita menjadi sekolah Islam Internasional berasrama, Pesantren An-Nakhil menggunakan bahasa Arab dan Inggris dalam seluruh kegiatannya. An-Nakhil juga membekali santri-santrinya dengan hafalan (tahfidz Al-Qur'an) dan kegiatan ekstra kurikuler yang menarik seperti Pramuka, Olah raga, Bela diri, Kesenian, Drum Band dll. Santri An-Nakhil memiliki keahlian organisasi dan kepemimpinan yang baik sebagai bekal meraih sukses di masa depan.