Darunnajah- pagi (11/10/2018) yang diselimuti kabut begitu tebal tidak mematahkan semangat santri pecinta alam yang ingin mendaki gunung gede pangrango, yang terletak di daerah Cibodas kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Start awal pendakian kita harus melakukan registari ulang pada pos pendaftaran. Jangan lupa cek kelengkapan dan jangan sepelekan keselamatan diri, bawalah peralatan yang lengkap dan aman. Dan patuhi semua peraturan yang diberlakukan. “ucap pemandu, briefing sebelum hiking”

Pos pendaftaran Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Tarentong – Telaga Biru (15 menit)
Perjalanan awal akan banyak didominasi oleh trek batu yang sudah disusun. Karena pada pendakian awal adalah jalur wisata maka jangan heran jika banyak wisatawan yang bergandengan tangan bolak balik. Mereka biasanya mengunjungi Wisata Telaga Biru dan Air Terjun Cibeureum.

30 menit perjalanan awal kita akan bertemu dengan sumber air atau telaga kecil yang dinamakan “Telaga Biru“. Biru karena warna airnya kebiru-biruann, efek dari gangga yang ada di dasar dan pinggiran telaga. Dalam perjalanan awal ini kita akan banyak menjumpai aliran air.

Telaga Biru

Telaga Biru – Rawa Panyangcangan (20 menit)
Dari Telaga Biru lalu perjalanan dilanjutkan menuju Rawa Panyangcangan. Cukup 20 menit saja karena jaraknya dekat. Di sini ada sebuah rawa yang dinamakan “Panyangcangan”. Dan Pos Rawa Panyangcangan ini juga menjadi percabangan untuk menuju gunung Gede-Pangrango dan air terjun Cibeureum.

 

Rawa Panyangcangan – Rawa Denok 1 (10 menit)
Selanjutnya dari percabangan Rawa Panyangcangan kita akan melewati jalan Rawa yang sudah dibuat sedemikian rupa sehingga nyaman untuk dilalui. Jalan tersebut dibuat dari beton.

 

Selanjutnya akan melewati pos-pos yang sama dan selepas dari jalan rawa kita akan bertemu dengan jalan bebatuan dan mulai terjal, menanjak, memutar, dan melelahkan yang pasti. Mulai dari sini perlajanan naik gunung sebenarnya dimulai.
Rawa Denok 1 – Rawa Denok 2
Rawa Denok 2 – Bartu Kukus 1
Batu Kukus 1 – Batu Kukus 2
Batu Kukus 2 – Batu Kukus 3
Batu Kukus 3 – Pondok Pemandangan

Pondok Pemandangan – Air Panas (dari Rawa Denok 1 sampai Air Panas= 2jam 15menit)
Setelah 2 jam-an perjalanan selepas dari Rawa Denok sampailah kita pada Air Panas. Di Pos Air Panas ini adalah sebuah jalan menembus aliran air panas dari puncak gunung Gede. Trek yang akan kita lalui sangat ekstrim dan harus sangat hati-hati karena kita akan berjalan di atas aliran air panas yang sempit dan hanya berpegangan dengan seutas tali dan di  bawah aliran tersebut adalah jurang yang curam.

Setelah melewati jalan air panas tersebut kita akan bertemu dengan shelter atau tempat istirahat dan di sana ada kolam kecil air panas, kita bisa berendam kaki di sana. Rasanya luar biasa!

 

Air Panas – Kandang Batu (1jam)
Selanjutnya perjalanan menuju Kandang Batu memakan waktu 1jam. Pos Kandang Batu adalah tempat yang cukup luas mampu menampung beberapa tenda.

 

Air Panas – Kandang Batu (1jam)
Selanjutnya perjalanan menuju Kandang Batu memakan waktu 1jam. Pos Kandang Batu adalah tempat yang cukup luas mampu menampung beberapa tenda.

 

Panca Weuleuh – Kandang Badak (1jam)
Selanjutnya 1jam perjalanan lagi kita akan sampai di Pos Kandang Badak. Nah, si pos inilah menjadi pos paling favorit para pendaki untuk mendirikan tenda dan bermalam. Di Pos Kandang Badak ini sangat berlimpah sumber air, ada tempat yang dibuat khusus seperti galon air untuk menampung air dari gunung. Di pos ini bisa menampung sampai puluhan tenda.

 

Kandang Badak – Puncak Gunung Gede (2jam)
Nah, perjalanan mendaki puncak dari Kandang Badak cukup memakan waktu yang lama. Yakni 2jam perjalanan masing-masing, menuju puncak gunung Gede atau puncak gunung Pangrango. Nanti kita akan bertemu dengan percabangannya, kiri untuk puncak Gede, kanan untuk puncak Pangrango.

Dalam perjalanan menuju puncak Gede kita akan bertemu dengan jalan yang bercabang, satu jalan memutar, satunya lagi jalan via tanjakan yang sangat ekstrim dinamakan “tanjakan Setan”. Jika ingin dua-duanya kita bisa melalui jalur pertama saat berangkat, pulangnya bisa via jalur Tanjakan Setan.

 

Kandang Badak – Puncak Gunung Pangrango (2jam)
Jika ingin ke puncak Pangrango berarti kita turun kembali ,sampai di percabangan lalu pilih jalur kanan menuju puncak Pangrango, perjalanan selama 2jam.

kita kalkulasikan semua waktu perjalanan,
Pos Pendaftaran – Tarentong (15 menit)
Tarentong – Telaga Biru (15 menit)
Telaga Biru – Rawa Panyangcangan (20 menit)
Rawa Panyangcangan – Rawa Denok 1 (10 menit)
Rawa Denok 1 – Rawa Denok 2
Rawa Denok 2 – Bartu Kukus 1
Batu Kukus 1 – Batu Kukus 2
Batu Kukus 2 – Batu Kukus 3
Batu Kukus 3 – Pondok Pemandangan
Pondok Pemandangan – Air Panas (dari Rawa Denok 1 sampai Air Panas= 2jam 15menit)
Air Panas – Kandang Batu (1jam)
Kandang Batu – Panca Weuleuh (10 menit)
Panca Weuleuh – Kandang Badak (1jam)
Kandang Badak – Puncak Gunung Gede (2jam)
Kandang Badak – Puncak Gunung Pangrango (2jam)
TOTAL= 7jam 35menit (sampai puncak Gede, di luar istirahat dan bermalam). Untuk turun kembali lalu dilanjutkan ke puncak Pangrango jadi totalnya= 9jam 35menit.
Nah, untuk perjalanan turun gunung rata-rata mencapai 4-5jam-an saja.

((DN.COM/evi_permatasari)

Tentang Kami

Darunnajah menyelenggarakan lembaga pendidikan yang lengkap dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren sampai Perguruan Tinggi. Berikut ini kami sampaikan brosur berisi informasi profil lembaga, pendaftaran, biaya, lokasi, nomor kontak, fasilitas, kegiatan, prestasi, dan informasi-informasi penting lainnya. → Klik disini

Punya Pertanyaan?

Kami siap membantu anda. Sampaikan pertanyaan, saran dan masukan anda kepada kami. Silahkan isi form kontak yang telah kami sediakan. Klik pada link berikut ini → Klik disini

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta adalah Pesantren Modern untuk santri putra dan putri mulai dari jenjang Play Group, PAUD, TK, SD, MTs (Tsanawiyah), MA (Aliyah), SMA sampai Perguruan Tinggi. Kegiatan santri antara lain: Shalat berjamaah 5 waktu, mengaji Al-Qur'an, menghafal Al-Qur'an (tahfidz), percakapan bahasa arab dan inggris, latihan organisasi, latihan pidato, olah raga, pramuka, dan kegiatan ekstrakurikuler seperti silat, jurnalistik, marching band, dll. Kampus Darunnajah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti mini market, bank, ATM, production house, asrama, koperasi, guest house (penginapan), gedung olahraga (GOR), sekolah, perkantoran, laboratorium, dll. Darunnajah menyediakan beasiswa untuk kaderisasi. Pesantren Darunnajah memiliki 16 cabang di seluruh Indonesia.