Auf r.a. bercerita,. “Pada suatu ketika aku pernah berdua bersama Nabi saw.. Setelah bersiwak (menggosok gigi) dan berwudhu, beliau pun berdiri, untuk mengerjakan shalat, aku pun ikut shalat bersama beliau. Pada rakaat pertama beliau membaca surat al-Baqarah. Beliau akan memohon rahmat Allah apabila menemukan ayat-ayat mengenai nikmat dan karunia Allah, dan akan memohon ampunan dan perlindungan apabila menemukan ayat tentang adzab Allah. Ruku dan sujud yang dilakukan beliau sama lamanya dengan qiyam (berdirinya). Dalam rukunya beliau membaca:

“Maha suci Rabb yang memiliki kekerasan, kekuasaan, kebesaran dan kemuliaan.”

Setelah itu beliau berdiri untuk rakaat kedua, pada rakaat kedua ini Nabi saw. membaca surat Ali Imran. Demikian seterusnya, beliau membaca satu surat pada setiap rakaat. Jadi dalam empat rakaat, beliau telah membaca empat surat yang berarti sama dengan seperlima al-Quran. Bisa dibayangkan, betapa lamanya shalat yang dilakukan Nabi saw., terlebih jika ditambah dengan doa beliau yang panjang setiap menjumpai ayat rahmat dan ayat adzab, dan ruku serta sujud beliau yang panjang pula.

Suatu ketika Hudzaifah r.a. mengerjakan shalat nafil bersama Rasulullah saw.. Ia berkata, “Dalam empat rakaat shalatnya, Rasulullah membaca empat surat, yaitu dari surat al Baqarah sampai surat al Maidah.”

Hikmah: Nabi saw. telah membaca empat surat dalam empat rakaat shalat beliau, yaitu surat al Baqarah sampai surat al Maidah. Sedangkan kebiasaan Rasulullah saw. dalam membaca al-Quran, beliau selalu membacanya dengan tajwid dan tartil, seperti disebutkan dalam banyak hadits. Ditambah lagi jika ada ayat rahmat beliau berhenti untuk berdoa mohon rahmat, dan jika menemukan ayat adzab, beliau juga berdoa mohon perlindungan. Begitu juga dalam mengerjakan ruku dan sujud, beliau mengerjakannya sama panjang dengan qiyamnya. Jadi dapat kita bayangkan betapa lama dan panjangnya empat rakaat shalat Rasulullah saw. ini dan berapa jam waktu yang dibutuhkan.

Suatu ketika Rasulullah saw. pernah membaca tiga surat, yaitu al Baqarah, Ali Imran dan al Maidah dalam satu rakaat shalat. Apabila dihitung, surat-surat itu kurang lebih berjumlah lima juz al Quran. Hal ini bisa terjadi apabila kita merasa tenang ketika melaksanakan shalat, dan shalat telah menjadi penyejuk mata kita. Rasulullah saw. bersabda, “Shalat adalah penyejuk mataku.

Ya Allah, berilah kami kekuatan untuk mengikuti mereka. [WRADAN/Deni]

Transkrip dari Buku Fadhilah Amal, Bab Kisah Para Sahabat

Tentang Kami

Darunnajah menyelenggarakan lembaga pendidikan yang lengkap dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren sampai Perguruan Tinggi. Berikut ini kami sampaikan brosur berisi informasi profil lembaga, pendaftaran, biaya, lokasi, nomor kontak, fasilitas, kegiatan, prestasi, dan informasi-informasi penting lainnya. → Klik disini

Punya Pertanyaan?

Kami siap membantu anda. Sampaikan pertanyaan, saran dan masukan anda kepada kami. Silahkan isi form kontak yang telah kami sediakan. Klik pada link berikut ini → Klik disini

Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor menyelenggarakan pendidikan Pesantren Modern untuk santri putra dan putri mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, MTs (Tsanawiyah), MA (Aliyah), SMP, SMA, SMK sampai Perguruan Tinggi. Pesantren ini memadukan kurikulum Pondok Modern Gontor, Nasional dan Salaf. Darunnajah Cipining menyediakan banyak beasiswa untuk santri berprestasi dan santri tahfidz Al-Qur’an.

Kegiatan santri antara lain: Shalat berjamaah 5 waktu, mengaji Al-Qur’an, menghafal Al-Qur’an (tahfidz), percakapan bahasa arab dan inggris, latihan organisasi, latihan pidato, olah raga, dan kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, silat, jurnalistik, drum band, dll.

Kampus Darunnajah Cipining berada di atas lahan seluas 170 hektare, di Cigudeg Bogor Jawa Barat. Dengan pemandangan alamnya yang sangat indah pesantren ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti mini market, asrama, koperasi, guest house (penginapan), lapangan olahraga, sekolah, perkantoran, laboratorium, komputer, internet, dll.