7 Tips Agar Menjadi “Sahabat” Allah

Tips Menjadi Sahabat Allah Salah Satunya Dengan Belajar Mengaji
Tips Menjadi Sahabat Allah Salah Satunya Dengan Belajar Mengaji

Sahabat memiliki banyak peran dalam kehidupan kita semua, sudah selayaknya kita memiliki sahabat yang akan membawa kita kepada kebaikan tentunya, bukan kepada keburukan, yang bisa membimbing kita kea rah yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

Tidak satu orang pun manusia yang bisa hidup tanpa adanya seorang sahabat disampingnya. Selama masih ada kehidupan, manusia sangat memutuhkan seorang sahabat untuk menemaninya. Ada pepatah yang mengatakan bahwa satu musuh itu sudah cukup dan seribu sahabat itu masih kurang.

Rasulullah SAW pun memiiki banyak sahabat selama hidupnya, yang empat diantaranya ialah sahabat yang paling utama. Mereka ialah Abu Bakar As Shidiq, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib. Sebagai seorang muslim kita memerlukan sahabat untuk mencapai visi dan tujuan hidup di dunia ini. Dan dalam sejarah pun dijabarkan bahwa para nabi pun dalam dakwahnya ditemani oleh seorang sahabat ,seperti Nabi Musa A.S bersama Nabi Harun A.S, Nabi Isa A.S bersama Hawariyyun, dan juga Nabi Muhammad Bersama empat sahabat utamanya.

Namun kebanyakan dari manusia keliru dalam memilih sahabat dalam hidupnya. Hal itu terjadi diantaranya karena dia masih belum memiliki tujuan hidup yang jelas. Maka dari itu banyak yang mengalami pergaulan bebas, narkoba, bahkan sampai bunuh diri, yang semua itu merupakan peran besar sahabatnya sendiri.  Karena begitu besarnya peran seorang sahabat dalam diri seseorang, sudah selayaknya kita mencari sahabat yang baik, setia, dan abadi. Mungkinkah itu? Tentu saja, sahabat itu telah lama menantikan kehadiran kita. Siapakah dia? Dialah Allah Subhanahu Wata’ala.

Menjadi sahabat Allah sungguh luar biasa. Itulah yang perlu kita fikirkan hari ini juga dan perlu kita upayakan bersama-sama. Bayangkan jika sebagian besar umat Islam di negeri ini berhasil menjadi sahabat Allah, pasti sungguh luar biasa. Tapi apakah mungkin kita bisa menjadi sahabat Allah SWT?

Dalam bukunya “Let Us Be Muslims”, intelektual muslim asal Pakistan itu memberikan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang muslim untuk bisa menjadi sahabat Allah.

  1. Jadilah muslim yang berjiwa besar

Dalam konteks ini Abu A’la menjelaskan agar seorang muslim menghindar dari sifat kikir dan pelit. Muslim yang mampu memelihara dari sifat tercela itu maka dia telah layak disebut sebagai sahabat Allah SWT yang akan mendapatkan keuntungan.

“Dan barang siapa yang memelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Al-Hasyr:9)

  1. Jadilah muslim yang memiliki sifat murah hati.

Menurutnya, setiap muslim harus memiliki sifat murah hati. Kebesaran hati akan mengatasi perasaan diri kita, mengatasi kebencian terhadap oranglain dan penghinaan. Jika seseorang membuat kita sedih atau merugikan kita, jangan sampai perbuatannya itu menyebabkan kita untuk tidak memberikannya makanan atau pakaian, juga jangan sampai ha itu membuat kita ragu-ragu untuk memberikan bantuan kepadanya ketika ia berada dalam kesulitan.

“Dan janganlah orang orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan diantara kamu bersumpah bahwamereka tidak akan memberikan bantuan kepada kaum kerabatnya, orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.” (Q.S. An-Nur:22)

  1. Jangan egois.

Sikap egois harus dihindari dan dibuang jauh-jauh dalam diri setiap muslim. Egois itu menurut Abu A’la Al-Maududi ialah suka berharap imbalan dan senang membebani oranglain. Sifat egois juga dilarang dalam agama Islam.

“Dan mereka memberikan makanan  yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberikan makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak mengharapkan balasan dari kamu dan tidak pula ucapan terimakasih.” (Q.S. Al-Insan:8-9)

  1. Memiliki hati yang suci.

Dengan hati yang suci, setiap muslim akan mampu memberikan yang paling berharga dari apa yang dimilikinya. Dan hartanya itu dibelanjakan semata-mata hanya dijalan Allah.

“Hai orang-orang yang beriman nafkahkanlah dijalan Allah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkan dari padanya, padaha kamu sendiri tidak mau mengambilnya melaikan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji.” (Q.S. Al-Baqarah:267)

  1. Memberi ketika oranglain dalam kesusahan.

Memberi adalah sifat muslim sejati. Bahkan dalam kesusahan pun seorang muslim tidak boleh berhenti untuk bisa menafkahkan apa yang ia miliki dan memberi bantuan kepada oranglain.

“Yaitu orang yang menafkahkan hartanya, baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Q.S. Ali-Imran:134)

  1. Memberi ketika kaya.

Jika dalam kondisi susah kita dilarang berhenti memberi apalagi dalam kondisi kaya. Ketika kaya kita tidak boleh lupa kepada Allah SWT.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (Q.S. Al-Munafiqun:9)

  1. Memberi hanya demi ridho Allah.

“Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allahlah yang memberikan petunjuk siapa yang dikehendakiNya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan dijalan Allah, maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya.” (Q.S. Al-Baqarah:272)

Tentang Kami

Darunnajah menyelenggarakan lembaga pendidikan yang lengkap dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren sampai Perguruan Tinggi. Berikut ini kami sampaikan brosur berisi informasi profil lembaga, pendaftaran, biaya, lokasi, nomor kontak, fasilitas, kegiatan, prestasi, dan informasi-informasi penting lainnya. → Klik disini

Punya Pertanyaan?

Kami siap membantu anda. Sampaikan pertanyaan, saran dan masukan anda kepada kami. Silahkan isi form kontak yang telah kami sediakan. Klik pada link berikut ini → Klik disini

Pondok Pesantren Putri Al-Hasanah Darunnajah 9 Pamulang adalah Pondok Pesantren khusus putri pertama di Tangerang Selatan. Berlokasi di daerah Pamulang, Pesantren ini sangat strategis dan mudah dijangkau dari mana saja. Pondok Pesantren putri ini menyelenggarakan pendidikan Islam berasrama pada tingkat MTS (Tsanawiyah) dan Aliyah (MA). Pondok Pesantren Putri Al-Hasanah merupakan lembaga pendidikan Islam terpadu, menggunakan sistem pendidikan berkualitas yang sudah diakui dunia. Pondok Pesantren Putri Al-Hasanah menyiapkan kader agama Islam dengan sistem Pondok Modern Gontor Ponorogo. Membentuk karakter santri dengan pengetahuan agama Islam, kemampuan dakwah serta keterampilan hidup (life skills). Santri dididik shalat berjamaah 5 waktu, mengaji Al-Qur'an, menghafal Al-Qur'an (tahfidz), dan beragam kegiatan menarik seperti percakapan bahasa arab dan inggris, latihan organisasi, latihan pidato, olah raga, pramuka, dan kegiatan ekstrakurikuler seperti silat, jurnalistik, marching band, dll. Kampus Al-Hasanah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti asrama, koperasi, guest house (penginapan), lapangan olah raga, auditorium, sekolah, dan lain-lain.